Dorong Semangat Pemberdayaan, Dompet Dhuafa Laporkan Capaian Kinerja di Gelaran Indonesia Humanitarian Summit 2025

Kompas.com - 16/01/2026, 16:34 WIB
Fathia Ariana Salima,
Sri Noviyanti

Tim Redaksi

KOMPAS.comDompet Dhuafa kembali menggelar Indonesia Humanitarian Summit & Philanthropy Report atau I-Hits sebagai wujud transparansi pelaporan kinerja lembaga. Ajang yang juga menjadi wadah diskusi mengenai isu kemiskinan dan masa depan filantropi itu berlangsung di NT Tower, Jakarta Timur, Kamis (15/1/2026). 

Mengusung tema “Empowerment to the Next Level”, forum I-Hits 2025 dihadiri oleh jajaran direksi Dompet Dhuafa, tokoh pemerintah, entrepreneur, akademisi, hingga perwakilan komunitas dan organisasi kemanusiaan. 

Beberapa figur yang hadir di antaranya pembina yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, ketua yayasan Dompet Dhuafa Republika Ahmad Juwaini, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof Dr H Waryono Abdul Ghafur MAg, Staf Ahli Menteri bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen Mariman Darto, serta Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta. 

Baca juga: Pulihkan Sarana Transportasi Warga,Dompet Dhuafa Hadirkan Servis Motor Gratis di Tapanuli Tengah,

Rangkaian acara dibuka dengan kemeriahan penampilan tari saman yang dibawakan oleh murid-murid Sekolah Luar Biasa (SLB) Mekarsari Cibinong binaan Lembaga Pelayan Masyarakat (LPM) Dompet Dhuafa. Acara lalu diikuti oleh pembacaan ayat suci Al Quran yang berlangsung khidmat. 

Membuka sesi pemaparan, pembina yayasan Dompet Dhuafa Rahmad Riyadi, menegaskan komitmen Dompet Dhuafa dalam memastikan sistem tata kelola pemberdayaan untuk menciptakan masyarakat yang mandiri.   

“Slogan ini adalah representasi dari komitmen kami untuk membawa program pemberdayaan melampaui sekadar bantuan tunai atau charity. Empowerment to the Next Level ini berarti dari bantuan menjadi kemandirian,” ujar Rahmad. 

Melalui I-hits tahun ini, Rahmad juga mengajak seluruh mitra untuk meningkatkan semangat kolaborasi guna mewujudkan kemanusiaan yang bermartabat serta pemberdayaan yang lebih berdampak.

Baca juga: Bantu Pemulihan Penyintas Bencana, Dompet Dhuafa Resmikan 5 Unit Rumtara di Aceh Tamiang

Berikan dampak nyata 

Sesi pemaparan laporan capaian kinerja Dompet Dhuafa sepanjang 2025 oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)Fathia Ariana Sesi pemaparan laporan capaian kinerja Dompet Dhuafa sepanjang 2025 oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)

Sepanjang 2025, Dompet Dhuafa telah menyalurkan dana sebesar Rp 425 miliar untuk berbagai program, termasuk program pendidikan, kesehatan, sosial masyarakat, ekonomi, kemanusiaan, kurban, dakwah dan budaya, operasional kantor, sosialisasi dan edukasi ziswaf. 

Berdasarkan laporan yang dipaparkan, jumlah penerimaan pun mengalami kenaikan 12,49 persen. Hal itu diungkapkan oleh Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini dalam sesi utama Public Expose. 

“Kalau dibandingkan dengan 2024, kami mengalami kenaikan sebesar 12,49 persen. Karena 2024, kami mendapatkan penerimaan Rp 379 miliar kalau dibulatkan pada tahun ini, kami menerima Rp 426 miliar,” jelas Ahmad. 

Baca juga: Tingkatkan Kenyamanan Ibadah, Dompet Dhuafa dan BPKH Salurkan Sarana Masjid di Bogor

Berikutnya, Ahmad juga memaparkan total penerima manfaat dari Dompet Dhuafa yang tercatat mencapai 3.632.295 layanan dan 2.828.823 jiwa hingga 2025. Total penerima tersebut sebagian besar berasal dari daerah terdampak bencana serta bantuan karitas.  

“Mengukur lembaga filantropi bukan hanya dari penghimpunan, melainkan dari berapa banyak penerima manfaatnya. Alhamdulillah, Dompet Dhuafa penerima manfaatnya lebih dari 3 juta setiap tahun dan tahun ini, Alhamdulillah naik sebesar 11,11 persen karena tahun ini mencapai 3.632.000,” tuturnya. 

Sebagai lembaga filantropi yang berfokus pada pengentasan kemiskinan, Dompet Dhuafa menghadirkan solusi berkelanjutan melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya dengan menyelenggarakan program Industri Komunal Olahan Nanas (IKON) yang merupakan model agroindustri komunal berbasis pemberdayaan masyarakat. 

Program tersebut dirancang untuk merespons tantangan pada sektor pertanian di pedesaan, seperti rendahnya nilai tambah komoditas, akses pasar yang terbatas, minimnya penyerapan tenaga kerja lokal, serta ketergantungan pada penjualan buah segar yang mudah rusak. 

Selain sektor pertanian, Dompet Dhuafa turut memberdayakan sektor kesehatan melalui program Pos Gizi guna mencegah stunting pada anak. Pos ini telah didirikan di 95 titik yang tersebar di 10 provinsi di Indonesia. 

Baca juga: Pastikan Hak Pendidikan Anak Penyintas Bencana, Dompet Dhuafa Terjunkan Tim RDP ke Sumatera

Manfaat program kemanusiaan Dompet Dhuafa tak hanya terasa di skala nasional, tetapi juga menjangkau masyarakat global. Lewat program bertajuk Gaza Development Fund, Dompet Dhuafa juga menyalurkan dana wakaf untuk mendukung pembangunan di wilayah Gaza dan sekitarnya. 

Sementara di lingkup nasional, Dompet Dhuafa mengerahkan bantuan cepat bagi masyarakat terdampak bencana di wilayah Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Bantuan tersebut mencakup penerjunan relawan, pembangunan Rumah  Sementara (Rumtara), sekolah darurat, masjid, layanan kesehatan, sumur, serta dapur umum.  

Peran filantropi dalam pemberdayaan masyarakat berkelanjutan

Gelaran I-Hits 2025 diakhiri dengan sesi diskusi panel yang terbagi ke dalam dua sesi. Dengan menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, sesi tersebut menjadi ajang diskusi mengenai pentingnya peran filantropi dan mindset entrepreneur dalam mengentaskan kemiskinan serta bagaimana memberdayakan masyarakat dalam jangka panjang melalui inovasi dan industri. 

Sesi Panel Discussion bertema ?Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita?. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com) 
Fathia Ariana Sesi Panel Discussion bertema ?Lembaga Filantropi dalam Pemberdayaan Berdampak Selaras dengan Asta Cita?. (Dok. Fathia Ariana/KOMPAS.com)

Adapun diskusi panel sesi pertama dihadiri dan diisi oleh Direktur Institute for Development of Economics and Finance (IDEAS) Agung Pardini, Anggota Dewan Pembina Dompet Dhuafa Yudi Latif, Ketua Bidang Inovasi dan Literasi Forum Zakat Dr Eko Muliansyah, serta Dewan syariah Dompet Dhuafa Republika KH dr Wahfiudin Sakam SE MBA. 

Sedangkan pada sesi kedua, hadir owner usaha Bakti Trusmi Sally Giovanny, founder and CEO Agradaya Andhika Mahardika, serta entrepreneur Sandiaga Uno. 

Terkini Lainnya
Aroma Kebaikan HMNS dalam Tebar Hewan Kurban untuk Warga di Maluku dan Jawa Timur

Aroma Kebaikan HMNS dalam Tebar Hewan Kurban untuk Warga di Maluku dan Jawa Timur

Inspirasi
Warga Desa Jepang Terima 70 Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Warga Desa Jepang Terima 70 Hewan Kurban Dompet Dhuafa

Inspirasi
Warga Desa Waspait Antusias Sambut Kedatangan Sapi Kurban di Pulau Buru

Warga Desa Waspait Antusias Sambut Kedatangan Sapi Kurban di Pulau Buru

Inspirasi
Mengintip Berkah Zakat di Balik Perbaikan Rumah Karyawan PT Adev Melalui Dompet Dhuafa

Mengintip Berkah Zakat di Balik Perbaikan Rumah Karyawan PT Adev Melalui Dompet Dhuafa

Inspirasi
Dompet Dhuafa Raih Penghargaan

Dompet Dhuafa Raih Penghargaan "Marcomm & Corcomm Dream Team 2026"

Inspirasi
Dompet Dhuafa Terima Donasi Infak Pelanggan PT MDS Retailing Tbk untuk Beasiswa Pendidikan

Dompet Dhuafa Terima Donasi Infak Pelanggan PT MDS Retailing Tbk untuk Beasiswa Pendidikan

Inspirasi
Cerita dari Sudut Desa Ampuah Lumpo: Merawat Sapi, Menyekolahkan Mimpi

Cerita dari Sudut Desa Ampuah Lumpo: Merawat Sapi, Menyekolahkan Mimpi

Inspirasi
Dompet Dhuafa Dorong Kurban Tepat Sasaran, Distribusi Menjangkau Wilayah Pascabencana

Dompet Dhuafa Dorong Kurban Tepat Sasaran, Distribusi Menjangkau Wilayah Pascabencana

Inspirasi
Bangkitkan Ekonomi Pascabencana, Dompet Dhuafa dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan

Bangkitkan Ekonomi Pascabencana, Dompet Dhuafa dan Pemprov Sumbar Perkuat Sinergi Pengentasan Kemiskinan

Inspirasi
Borong 3 Penghargaan PFI 2026, Dompet Dhuafa Tegaskan Komitmen di Ekosistem Filantropi Nasional

Borong 3 Penghargaan PFI 2026, Dompet Dhuafa Tegaskan Komitmen di Ekosistem Filantropi Nasional

Inspirasi
Kartini Tangguh dari Sukabumi, Kisah Peternak Perempuan Sekolahkan Anak hingga Perguruan Tinggi

Kartini Tangguh dari Sukabumi, Kisah Peternak Perempuan Sekolahkan Anak hingga Perguruan Tinggi

Inspirasi
Kongres Parlemen GSF 2026 Cetuskan Deklarasi Brussels, Delegasi Indonesia Desak Dunia Bertindak untuk Palestina

Kongres Parlemen GSF 2026 Cetuskan Deklarasi Brussels, Delegasi Indonesia Desak Dunia Bertindak untuk Palestina

Inspirasi
Simulasi Gempa di Agam, Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa

Simulasi Gempa di Agam, Dompet Dhuafa Volunteer Sumbar Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa

Inspirasi
Kurban Bisa Jadi Solusi Krisis Iklim, Ini Cara Dompet Dhuafa

Kurban Bisa Jadi Solusi Krisis Iklim, Ini Cara Dompet Dhuafa

Inspirasi
2 Dekade Gempa Jogja, Dompet Dhuafa Yogyakarta Pupuk Budaya Siaga Warga lewat Simulasi HKB 2026

2 Dekade Gempa Jogja, Dompet Dhuafa Yogyakarta Pupuk Budaya Siaga Warga lewat Simulasi HKB 2026

Inspirasi
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com