Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Kemungkinan Berakhirnya Perang, AS dan Iran Makin Hati-hati

Kompas.com, 7 Mei 2026, 12:55 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Iran tengah meninjau proposal baru Amerika Serikat (AS) yang bertujuan untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.

Para pejabat dari kedua belah pihak dikabarkan mengisyaratkan optimisme yang hati-hati bahwa negosiasi mungkin akan menghasilkan nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan dan membuka kembali pembicaraan diplomatik yang lebih luas.

Dilansir Gulf News, Kamis (7/5/2026), para pejabat Iran membenarkan bahwa mereka sedang mempelajari proposal tersebut.

Namun mereka mengindikasikan bahwa masih ada perbedaan pendapat besar yang belum terselesaikan.

Baca juga: Trump Klaim Iran Setuju untuk Tidak Memiliki Senjata Nuklir


Iran menentang penghentian pengayaan uranium

Teheran menentang tuntutan penghentian total pengayaan uranium dan mengaitkan setiap penyelesaian yang lebih luas dengan pembukaan kembali Selat Hormuz dan pelonggaran sanksi.

Para negosiator dilaporkan sedang membahas dokumen kerangka kerja singkat, yang dilaporkan berupa memorandum satu halaman berisi sekitar 14 poin.

Dokumen tersebut dapat berfungsi sebagai dasar untuk gencatan senjata, pencabutan sanksi, dan negosiasi di masa mendatang, termasuk mengenai aktivitas nuklir Iran dan isu-isu keamanan regional.

"Usulan Amerika masih ditinjau oleh Iran dan setelah selesai, Iran akan memberitahukan pendapatnya kepada pihak Pakistan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Ismail Baghaei, kepada Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA).

Baca juga: Eskalasi UEA Vs Iran: Dilema Keamanan yang Sukar Diurai

Trump sebut pembicaraan dengan Iran ada kemajuan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Verst Logistics, Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, 11 Maret 2026.AFP/JIM WATSON Presiden Amerika Serikat Donald Trump saat berpidato di Verst Logistics, Kota Hebron, Negara Bagian Kentucky, 11 Maret 2026.

Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan dengan Teheran telah mengalami kemajuan signifikan selama sehari terakhir.

“Pembicaraan yang sangat baik” telah berlangsung dalam 24 jam terakhir, kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Dia menambahkan bahwa kesepakatan masih “sangat mungkin,” seraya menegaskan bahwa “tidak pernah ada tenggat waktu” bagi Iran untuk merespons.

Meskipun sebelumnya Washington telah memperingatkan bahwa tekanan militer dapat dilanjutkan jika diplomasi terhenti.

Media AS Axios, mengutip sumber yang mengetahui negosiasi tersebut, melaporkan bahwa kedua belah pihak "lebih dekat dengan kesepakatan dibanding sebelumnya" sejak konflik dimulai pada 28 Februari.

Baca juga: Trump: Jika Harga Minyak Capai 200 Dollar AS, Perang Iran Tetap Sepadan

Kemungkinan kompromi dalam kesepakatan AS-Iran

Salah satu kompromi yang dibahas adalah membatasi sementara pengayaan uranium Iran sambil memungkinkan pelonggaran sanksi secara bertahap dan pelepasan aset Iran yang dibekukan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Trump Umumkan Gencatan Senjata Israel dan Hizbullah, Selamatkan Negosiasi dengan Iran?
Internasional
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Iran Setop Sementara Perundingan dengan AS, Salahkan Israel
Internasional
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Trump Sesumbar Negosiasi dengan Iran Makin Cepat, Teheran Malah Ancam Perluas Perang
Internasional
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau