Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ribuan Warga Majene Shalat di Jalan demi Malam Lailatul Qadar, Tradisi Sejak 1964

Kompas.com, 17 Maret 2026, 19:44 WIB
Junaedi,
Farid Assifa

Tim Redaksi

MAJENE, KOMPAS.com – Malam belum sepenuhnya larut ketika langkah kaki mulai memadati Kampung Bukku’, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene.

Cahaya lampu rumah dan masjid berpadu dengan lantunan zikir yang lirih, Selasa (17/3/2026) dini hari, 27 Ramadhan 1447 Hijriah.

Ribuan orang datang dengan satu tujuan: menjemput malam yang diyakini lebih baik dari seribu bulan.

Di Masjid Raudhatul Muraqabah—yang akrab disebut Masjid Bukku’—gelombang jemaah tak lagi terbendung. Saf Shalat meluber hingga keluar masjid, melintasi halaman, menembus jalan raya, bahkan sampai ke teras rumah warga.

Baca juga: Islamic Center Samarinda Siap Tampung 45 Ribu Jemaah, Shalat Id Diprediksi Membeludak

Jalan sepanjang kurang lebih 500 meter pun berubah menjadi hamparan sajadah panjang.

Tak ada keluhan. Tak ada keberatan. Hanya kesadaran bahwa malam itu terlalu berharga untuk dilewatkan.

Sebagian jemaah rela menempuh perjalanan jauh. Mereka yang merantau di berbagai kota di Indonesia hingga Malaysia memilih pulang lebih awal.

“Kalau bukan sekarang, kapan lagi,” begitu kira-kira yang terlintas di benak mereka.

Di tengah kepadatan, suasana tetap khusyuk. Lantunan ayat suci bergema, diikuti gerakan Shalat yang serempak—meski dilakukan di ruang tak biasa: di aspal jalan, lorong sempit, hingga teras rumah yang dibuka pemiliknya.

Batas antara ruang privat dan publik seakan hilang, digantikan oleh satu rasa yang sama: ingin lebih dekat kepada Tuhan.

Menurut Imam Masjid Bukku’, Husaini Hasan, tradisi ini telah berlangsung sejak tahun 1964 dan berakar dari ajaran ulama kharismatik Muhammad Saleh.

“Ini bukan sekadar tradisi, tapi ikhtiar menjaga amaliah Ramadhan,” ujarnya.

Rangkaian ibadah berlangsung panjang, dimulai dari Shalat Isya, dilanjutkan Shalat tasbih, taubat, hajat, tarawih, hingga witir.

Malam terasa berjalan lebih lambat, memberi ruang bagi setiap doa dipanjatkan dengan sungguh-sungguh.

Di sela ibadah, ada air mata yang jatuh diam-diam. Ada doa yang tak pernah terucap di siang hari. Ada penyesalan yang ingin ditebus, dan harapan yang dilangitkan setinggi mungkin.

Di luar masjid, seorang lelaki paruh baya tampak beristirahat sejenak. Ia baru pulang dari Malaysia beberapa hari sebelumnya.

“Saya sengaja pulang lebih cepat. Mau cari berkah malam ini,” katanya pelan.

Baca juga: Ponpes Al Falah Trenggalek Tetapkan Idul Fitri 20 Maret 2026, Gunakan Metode Hisab Wujudul Hilal

Bagi warga Majene, malam 27 Ramadhan bukan sekadar keyakinan akan hadirnya Lailatul Qadar, tetapi juga menjadi ruang kebersamaan antara iman, tradisi, dan kerinduan.

Saat fajar mendekat, jalan yang semula dipenuhi jemaah perlahan lengang kembali. Namun yang tertinggal bukan sekadar jejak kaki, melainkan harapan yang telah dipanjatkan.

Di jalan dan teras rumah warga itu, banyak orang percaya, langit sedang lebih dekat dari biasanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Aktual
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Aktual
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
Aktual
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Aktual
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Aktual
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
 Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Seorang Jemaah Haji Asal Bengkulu Wafat, Jenazah akan Dimakamkan di Makkah
Aktual
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com