Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmuwan Temukan 12.000 Fosil Purba di Australia yang Ungkap Asal-Usul Kehidupan Kompleks

Kompas.com, 26 Mei 2026, 10:16 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Bagi para sejarawan, buku harian kuno adalah sumber informasi yang sangat berharga untuk mengetahui bagaimana sebuah era berevolusi.

Bagi para geolog, padanan dari buku harian tersebut adalah core (inti batuan)—silinder sedimentasi panjang yang diambil langsung dari perut bumi untuk menyediakan catatan fisik tentang evolusi planet kita selama jutaan, bahkan miliaran tahun.

Di Australia, sebuah koleksi inti batuan berlumpur baru saja membuktikan betapa pentingnya "buku harian" geologis ini.

Melalui studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature, para peneliti berhasil mendeskripsikan penemuan luar biasa berupa lebih dari 12.000 fosil mikroskopis yang berasal dari masa 1,4 hingga 1,75 miliar tahun lalu.

Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang bagaimana kehidupan kompleks di bumi pertama kali berevolusi.

Baca juga: Ilmuwan Temukan Petunjuk Asal-Usul Kehidupan di Bumi dari Kimia Air

Awal Mula Kehidupan: Dari Sederhana Menjadi Kompleks

Dalam dunia evolusi, sebuah organisme harus belajar menjadi sederhana sebelum bisa tumbuh menjadi kompleks.

Maxwell Lechte dari University of Sydney dan Leigh Anne Riedman dari University of California, Santa Barbara (UCSB) menjelaskan bahwa seluruh kehidupan di bumi dapat dibagi menjadi dua jenis yang berbeda secara fundamental pada tingkat sel.

Dua jenis asal kehidupan

a. Jenis pertama adalah Prokaryot (seperti bakteri dan arkea)

Prokaryot memiliki organisasi sel sangat sederhana, tidak memiliki inti sel (nukleus) maupun mitokondria, dan sebagian besar bersel tunggal.

Organisme ini sangat sukses di bumi; jumlahnya diperkirakan mencapai lima noniliun (angka 5 diikuti 30 angka nol), menjadikannya makhluk mayoritas yang menguasai bumi sejak empat miliar tahun lalu.

b. Jenis kedua adalah Eukaryot, yang mencakup semua hewan, tumbuhan, ganggang, hingga jamur.

Eukaryot memiliki struktur sel yang jauh lebih rumit, di mana untaian DNA-nya teratur dan memiliki organel penghasil energi.

Sel kompleks ini lahir ketika makhluk-makhluk prokaryot purba memutuskan untuk bekerja sama dan melebur menjadi satu kesatuan (simbiosis) sekitar dua miliar tahun setelah bumi terbentuk.

Namun, bagaimana dan kapan tepatnya proses peleburan ini terjadi selalu menjadi misteri besar.

Teka-Teki Peran Oksigen bagi Makhluk Hidup

Berbeda dengan bakteri yang bisa bertahan hidup di lingkungan ekstrem tanpa udara sekalipun, makhluk hidup kompleks memiliki keterbatasan.

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau