Penulis
KOMPAS.com - Bagi para sejarawan, buku harian kuno adalah sumber informasi yang sangat berharga untuk mengetahui bagaimana sebuah era berevolusi.
Bagi para geolog, padanan dari buku harian tersebut adalah core (inti batuan)—silinder sedimentasi panjang yang diambil langsung dari perut bumi untuk menyediakan catatan fisik tentang evolusi planet kita selama jutaan, bahkan miliaran tahun.
Di Australia, sebuah koleksi inti batuan berlumpur baru saja membuktikan betapa pentingnya "buku harian" geologis ini.
Melalui studi terbaru yang diterbitkan dalam jurnal bergengsi Nature, para peneliti berhasil mendeskripsikan penemuan luar biasa berupa lebih dari 12.000 fosil mikroskopis yang berasal dari masa 1,4 hingga 1,75 miliar tahun lalu.
Penemuan ini memberikan petunjuk penting tentang bagaimana kehidupan kompleks di bumi pertama kali berevolusi.
Baca juga: Ilmuwan Temukan Petunjuk Asal-Usul Kehidupan di Bumi dari Kimia Air
Dalam dunia evolusi, sebuah organisme harus belajar menjadi sederhana sebelum bisa tumbuh menjadi kompleks.
Maxwell Lechte dari University of Sydney dan Leigh Anne Riedman dari University of California, Santa Barbara (UCSB) menjelaskan bahwa seluruh kehidupan di bumi dapat dibagi menjadi dua jenis yang berbeda secara fundamental pada tingkat sel.
a. Jenis pertama adalah Prokaryot (seperti bakteri dan arkea)
Prokaryot memiliki organisasi sel sangat sederhana, tidak memiliki inti sel (nukleus) maupun mitokondria, dan sebagian besar bersel tunggal.
Organisme ini sangat sukses di bumi; jumlahnya diperkirakan mencapai lima noniliun (angka 5 diikuti 30 angka nol), menjadikannya makhluk mayoritas yang menguasai bumi sejak empat miliar tahun lalu.
b. Jenis kedua adalah Eukaryot, yang mencakup semua hewan, tumbuhan, ganggang, hingga jamur.
Eukaryot memiliki struktur sel yang jauh lebih rumit, di mana untaian DNA-nya teratur dan memiliki organel penghasil energi.
Sel kompleks ini lahir ketika makhluk-makhluk prokaryot purba memutuskan untuk bekerja sama dan melebur menjadi satu kesatuan (simbiosis) sekitar dua miliar tahun setelah bumi terbentuk.
Namun, bagaimana dan kapan tepatnya proses peleburan ini terjadi selalu menjadi misteri besar.
Berbeda dengan bakteri yang bisa bertahan hidup di lingkungan ekstrem tanpa udara sekalipun, makhluk hidup kompleks memiliki keterbatasan.