Penulis
KOMPAS.com - Sebuah kecerobohan di toilet hampir 800 tahun yang lalu kini menjadi berkah luar biasa bagi ilmu pengetahuan modern.
Para arkeolog di kota Paderborn, Jerman, berhasil mengevakuasi sebuah buku catatan kuno berbalut lilin yang terjatuh ke dalam lubang jamban (latrin) abad pertengahan dan bertahan dalam kondisi utuh sempurna.
Buku catatan setebal 10 halaman yang memuat tulisan tangan Latin kursif tersebut diperkirakan milik seorang pedagang kaya era abad pertengahan.
Buku ini diduga kuat terlepas dan jatuh secara tidak sengaja sekitar delapan abad yang lalu—kemungkinan besar terjadi saat sang pemilik sedang menyeka diri menggunakan kain sutra mewah di toilet tersebut.
Baca juga: Bukan Mesir atau Mesopotamia, Naskah Kuno Iran Ini Diklaim Sebagai Pionir Tulisan Modern
Penemuan luar biasa ini terjadi di kota Paderborn, Jerman bagian utara, selama berlangsungnya proyek konstruksi sebuah bangunan baru.
Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh Asosiasi Regional Westphalia-Lippe (LWL) pada 12 Mei lalu, tim arkeolog berhasil menggali lima titik toilet abad pertengahan yang berada dalam kondisi tersegel rapat dan kedap udara.
Kondisi lingkungan yang anaerobik (tanpa oksigen) inilah yang menjadi faktor kunci mengapa berbagai benda organik di dalamnya—yang dalam kondisi normal seharusnya sudah membusuk dan hancur termakan zaman—justru terawetkan dengan sangat baik.
Keberadaan artefak berharga ini awalnya tidak langsung disadari.
Saat tim laboratorium melakukan proses pembersihan rutin terhadap barang-barang yang ditemukan di situs tersebut, para ahli menyadari bahwa apa yang semula tampak seperti gumpalan tanah biasa yang tidak menarik ternyata merupakan sebuah wadah kulit kecil yang dilengkapi dengan penutup.
"Bahkan setelah berabad-abad berada di dalam tanah, temuan toilet ini masih memiliki aroma yang agak tidak sedap," kata Susanne Bretzel, seorang konservator di LWL dalam pernyataan resminya, dikutip Live Science.
Buku catatan berukuran saku ini memiliki dimensi sekitar 8,6 kali 5,5 sentimeter. Buku kecil tersebut disimpan dengan aman di dalam wadah kulit yang ukurannya sedikit lebih besar, lengkap dengan hiasan bermotif fleur-de-lis (bunga lili).
Arkeolog temukan buku catatan berusia 800 tahun, ditemukan di situs toilet kuno Jerman. Buku catatan berukuran saku ini memiliki dimensi sekitar 8,6 kali 5,5 sentimeter.Dari total halaman yang ada pada buku kayu tersebut, delapan halaman di antaranya memiliki dua sisi yang dapat ditulis, sementara dua halaman lainnya hanya memiliki satu sisi.
Seluruh permukaan halaman ini dilapisi oleh lilin, sebuah medium yang lazim digunakan pada zaman dahulu untuk menulis dengan bantuan alat gores khusus bernama stilus.
Di dalam lembaran-lembaran lilin tersebut, para ahli mendeteksi adanya banyak baris teks bertuliskan bahasa Latin kursif. Namun, proses pembacaan tidaklah mudah karena sebagian teks ditulis menimpa baris tulisan sebelumnya dan memiliki arah yang berbeda-beda.
"Kata-kata individual memang dapat dikenali, tetapi proses transkripsi akan memakan waktu lama, karena beberapa kata mungkin telah rusak," jelas Barbara Rüschoff-Parzinger, seorang arkeolog sekaligus kepala urusan kebudayaan di LWL.