Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Intip "Toilet Kuno" Abad Pertengahan, Arkeolog Temukan Buku Catatan dari 800 Tahun Lalu

Kompas.com, 21 Mei 2026, 15:26 WIB
Gloria Setyvani Putri

Penulis

KOMPAS.com - Sebuah kecerobohan di toilet hampir 800 tahun yang lalu kini menjadi berkah luar biasa bagi ilmu pengetahuan modern.

Para arkeolog di kota Paderborn, Jerman, berhasil mengevakuasi sebuah buku catatan kuno berbalut lilin yang terjatuh ke dalam lubang jamban (latrin) abad pertengahan dan bertahan dalam kondisi utuh sempurna.

Buku catatan setebal 10 halaman yang memuat tulisan tangan Latin kursif tersebut diperkirakan milik seorang pedagang kaya era abad pertengahan.

Buku ini diduga kuat terlepas dan jatuh secara tidak sengaja sekitar delapan abad yang lalu—kemungkinan besar terjadi saat sang pemilik sedang menyeka diri menggunakan kain sutra mewah di toilet tersebut.

Baca juga: Bukan Mesir atau Mesopotamia, Naskah Kuno Iran Ini Diklaim Sebagai Pionir Tulisan Modern

Penemuan luar biasa ini terjadi di kota Paderborn, Jerman bagian utara, selama berlangsungnya proyek konstruksi sebuah bangunan baru.

Berdasarkan keterangan resmi yang dirilis oleh Asosiasi Regional Westphalia-Lippe (LWL) pada 12 Mei lalu, tim arkeolog berhasil menggali lima titik toilet abad pertengahan yang berada dalam kondisi tersegel rapat dan kedap udara.

Kondisi lingkungan yang anaerobik (tanpa oksigen) inilah yang menjadi faktor kunci mengapa berbagai benda organik di dalamnya—yang dalam kondisi normal seharusnya sudah membusuk dan hancur termakan zaman—justru terawetkan dengan sangat baik.

Berawal dari Gumpalan Tanah Berbau

Keberadaan artefak berharga ini awalnya tidak langsung disadari.

Saat tim laboratorium melakukan proses pembersihan rutin terhadap barang-barang yang ditemukan di situs tersebut, para ahli menyadari bahwa apa yang semula tampak seperti gumpalan tanah biasa yang tidak menarik ternyata merupakan sebuah wadah kulit kecil yang dilengkapi dengan penutup.

"Bahkan setelah berabad-abad berada di dalam tanah, temuan toilet ini masih memiliki aroma yang agak tidak sedap," kata Susanne Bretzel, seorang konservator di LWL dalam pernyataan resminya, dikutip Live Science.

Buku catatan berukuran saku ini memiliki dimensi sekitar 8,6 kali 5,5 sentimeter. Buku kecil tersebut disimpan dengan aman di dalam wadah kulit yang ukurannya sedikit lebih besar, lengkap dengan hiasan bermotif fleur-de-lis (bunga lili).

Arkeolog temukan buku catatan berusia 800 tahun, ditemukan di situs toilet kuno Jerman. Buku catatan berukuran saku ini memiliki dimensi sekitar 8,6 kali 5,5 sentimeter.E. Daood/Landschaftsverband Westfalen-Lippe (LWL) Arkeolog temukan buku catatan berusia 800 tahun, ditemukan di situs toilet kuno Jerman. Buku catatan berukuran saku ini memiliki dimensi sekitar 8,6 kali 5,5 sentimeter.

Dari total halaman yang ada pada buku kayu tersebut, delapan halaman di antaranya memiliki dua sisi yang dapat ditulis, sementara dua halaman lainnya hanya memiliki satu sisi.

Seluruh permukaan halaman ini dilapisi oleh lilin, sebuah medium yang lazim digunakan pada zaman dahulu untuk menulis dengan bantuan alat gores khusus bernama stilus.

Tantangan Menerjemahkan Tulisan Kuno

Di dalam lembaran-lembaran lilin tersebut, para ahli mendeteksi adanya banyak baris teks bertuliskan bahasa Latin kursif. Namun, proses pembacaan tidaklah mudah karena sebagian teks ditulis menimpa baris tulisan sebelumnya dan memiliki arah yang berbeda-beda.

"Kata-kata individual memang dapat dikenali, tetapi proses transkripsi akan memakan waktu lama, karena beberapa kata mungkin telah rusak," jelas Barbara Rüschoff-Parzinger, seorang arkeolog sekaligus kepala urusan kebudayaan di LWL.

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau