Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dinosaurus Raksasa 28 Meter Tak Sengaja Ditemukan di Lokasi Konstruksi

Kompas.com, 19 Februari 2026, 08:08 WIB
Wisnubrata

Penulis

KOMPAS.com - Penemuan fosil dinosaurus raksasa sering kali identik dengan ekspedisi ilmiah yang direncanakan matang. Namun kali ini, sejarah justru terkuak secara tak sengaja di sebuah lokasi konstruksi di China. Para ilmuwan melaporkan penemuan sauropoda raksasa baru bernama Tongnanlong zhimingi, dinosaurus berleher panjang dari periode Jura Akhir yang diperkirakan mencapai panjang hingga 92 kaki (sekitar 28 meter).

Fosil ini ditemukan di Distrik Tongnan, Chongqing, bagian dari Cekungan Sichuan. Lapisan batuan tempat fosil itu tertanam berasal dari sekitar 147 juta tahun lalu, menjadikannya saksi bisu kehidupan purba di tepi danau prasejarah.

Baca juga: Dinosaurus Raksasa Baru Ditemukan di Argentina, Hidup 83 Juta Tahun Lalu

Ditemukan Tak Sengaja, Dipelajari Secara Mendalam

Fosil Tongnanlong zhimingi terdiri dari tiga ruas tulang belakang bagian punggung, enam ruas tulang ekor, gelang bahu, serta bagian tungkai belakang. Spesimen ini menjadi holotipe, yaitu contoh referensi tunggal yang menjadi dasar penamaan spesies baru.

Tim peneliti menempatkan Tongnanlong dalam keluarga Mamenchisauridae, kelompok dinosaurus sauropoda berleher sangat panjang yang dikenal memiliki struktur tulang ringan berongga udara.

Struktur tulangnya memperlihatkan rongga udara internal dan tonjolan kompleks yang berfungsi untuk meringankan sekaligus memperkuat kerangka. Tulang belikat (skapula) spesimen ini berukuran sangat besar. Dengan membandingkannya pada kerabat yang memiliki kerangka lebih lengkap, ilmuwan memperkirakan panjang tubuhnya berada di kisaran 23 hingga 28 meter.

Peneliti Xuefang Wei dari Chengdu Center of China Geological Survey menulis: “Spesimen baru ini memperkaya keanekaragaman Mamenchisauridae dan memberikan informasi tambahan untuk memahami evolusi dan keragaman dinosaurus eusauropoda.”

Baca juga: Lebih Besar dari Paus Pembunuh, Inilah Mosasaur Raksasa yang Pernah Makan Dinosaurus di Sungai

Sisa fosil Tongnanlong zhimingi. Wei et al Sisa fosil Tongnanlong zhimingi.

Mengukur Dinosaurus dari Tulang yang Tidak Lengkap

Menghitung panjang total dinosaurus dari fosil yang tidak lengkap bukan perkara mudah. Leher sauropoda jarang ditemukan dalam kondisi utuh, sehingga rekonstruksi panjang tubuh selalu memiliki tingkat ketidakpastian.

Tim peneliti Tongnanlong mengatasi hal ini dengan menggunakan beberapa skenario estimasi dan menyajikan kisaran ukuran yang hati-hati. Mereka terutama mengandalkan tulang panjang seperti skapula dan fibula, yang pada sauropoda memiliki korelasi kuat dengan panjang tubuh secara keseluruhan.

Hasilnya tetap mencengangkan: bahkan pada estimasi paling konservatif sekalipun, Tongnanlong tergolong dinosaurus berukuran sangat besar.

Baca juga: Rahasia Dinosaurus Raksasa Bisa Hidup Berdampingan: Menu Makannya Berbeda

Ciri Khas Mamenchisauridae: Leher Panjang dan Tulang Berongga

Anggota keluarga Mamenchisauridae memiliki ciri khas berupa ruas leher yang panjang dan kokoh, serta jaringan tulang berongga yang terisi udara. Kombinasi ini memungkinkan mereka menjangkau vegetasi luas tanpa membebani tubuh secara berlebihan.

Tongnanlong juga termasuk dalam kelompok besar Eusauropoda, yang mencakup sebagian besar sauropoda klasik. Analisis kerangka menunjukkan bahwa spesies ini lebih dekat kekerabatannya dengan Mamenchisaurus dibandingkan dengan Omeisaurus.

Menariknya, Formasi Suining—lapisan batuan tempat Tongnanlong ditemukan—juga sebelumnya menghasilkan spesies lain bernama Qijianglong guokr, sauropoda berleher panjang dari lapisan yang berdekatan. Kehadiran beberapa garis keturunan sauropoda besar di wilayah yang sama menunjukkan bahwa Cekungan Sichuan pada Jura Akhir merupakan pusat keanekaragaman dinosaurus raksasa.

Tongnanlong bahkan menambahkan tipe tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan kerabatnya.

Baca juga: Mengintip Isi Perut Dinosaurus Raksasa: Apa yang Dimakan Sauropoda 94 Juta Tahun Lalu?

Bukti Sebaran Global yang Mengubah Teori Lama

Selama bertahun-tahun, sebagian ilmuwan berpendapat bahwa Asia Timur pada periode Jura terisolasi dari daratan lain, sebuah gagasan yang dikenal sebagai Hipotesis Isolasi Asia Timur.

Namun, temuan baru mulai menggoyahkan teori tersebut. Kerabat Mamenchisauridae ternyata juga ditemukan di luar Asia Timur. Salah satunya adalah Wamweracaudia keranjei dari Tanzania, Afrika.

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau