Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 3 Juli 2023, 14:00 WIB
The Conversation,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Apakah Bumi akan bertahan selamanya? - Solomon, usia 5 tahun, California

Oleh: Shichun Huang

SEGALA sesuatu yang memiliki awal pasti akan berakhir. Bumi akan bertahan untuk waktu yang sangat lama. Titik akhirnya akan tiba pada miliaran tahun mendatang, setelah kehidupan di planet ini tiada.

Baca juga: Kenapa Cuaca Panas Bikin Mual?

Sebelum kita berbicara tentang masa depan Bumi, mari kita tinjau sejarahnya. Kapan kehidupan pertama muncul di Bumi. Sejarah manusia sebenarnya tak ada apa-apanya dibandingkan dengan sejarah Bumi.

Empat miliar tahun

Planet kita terbentuk dari awan gas dan debu raksasa yang disebut nebula sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu. Daratan pertama mungkin terbentuk di permukaannya sejak 4,4 miliar tahun silam.

Atmosfer Bumi purba tidak mengandung oksigen, sehingga akan beracun bagi manusia jika mereka ada saat itu. Sangat berbeda dengan atmosfer Bumi saat ini, yang mengandung sekitar 21 persen oksigen.

Banyak bentuk kehidupan, termasuk manusia, membutuhkan oksigen untuk hidup.

Lantas dari manakah oksigen berasal? Para ilmuwan percaya bahwa kandungan oksigen di atmosfer mulai meningkat sekitar 2,4 miliar tahun yang lalu dalam sebuah perubahan yang mereka sebut sebagai “Peristiwa Oksidasi Besar”.

Mikroorganisme mungil telah mendiami permukaan Bumi untuk sementara waktu. Beberapa di antaranya memiliki kemampuan menghasilkan energi dari sinar matahari, seperti yang dilakukan tanaman saat ini.

Saat mereka melakukannya, mikroorganisme purba ini melepaskan oksigen. Oksigen kemudian terlepas ke atmosfer sehingga kehidupan dapat berevolusi ke bentuk yang lebih kompleks.

Baca juga: Bumi Makin Panas, Suhu Tahunan Diperkirakan Naik 1,5 Derajat Celsius

Evolusi ini membutuhkan waktu sangat lama. Hewan paling awal yang hidup adalah spons laut, kemungkinan baru muncul sekitar 660 juta tahun yang lalu.

Sementara itu, manusia diprediksi muncul di Afrika sekitar 200 ribu hingga 2 juta tahun yang lalu, (tergantung bagaimana kita mendefinisikan manusia). Dari sana, mereka menyebar ke mana-mana.

Masih ada miliaran tahun lagi

Ketika memikirkan masa depan, kita tahu ada dua faktor penting yang dibutuhkan manusia untuk hidup di Bumi: matahari dan perubahan lingkungan.

Pertama, Matahari menyediakan sebagian besar energi yang dibutuhkan makhluk Bumi. Tumbuhan menggunakan sinar matahari untuk tumbuh dan menghasilkan oksigen.

Hewan dan manusia, secara langsung atau tidak langsung bergantung pada tumbuhan untuk mendapatkan makanan dan oksigen.

Hal lain yang membuat Bumi layak huni untuk kehidupan adalah permukaan planet kita terus bergerak dan bergeser.

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau