Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Halo Prof! Bagaimana Cara Mencerahkan Ketiak Hitam Secara Alami?

Kompas.com, 29 Agustus 2021, 09:05 WIB
Shierine Wangsa Wibawa

Penulis

Halo Prof

Konsultasi kesehatan tanpa antre dokter

Temukan jawaban pertanyaanmu di Kompas.com

KOMPAS.com - Warna ketiak yang tidak sama dengan sekitarnya bisa menjadi sumber kekhawatiran. Hal inilah yang dialami oleh pembaca Kompas.com Regitaaaaask yang mengirimkan pertanyaannya ke Halo Prof!:

"Malam Dok, saya mau konsultasi masalah ketiak. Ketiak saya lebih hitam dari area sekitarnya. Bagaimana cara memutihkan yang alami?"

Pertanyaan ini dijawab oleh dr. R. Aj. Putri Ambarani P., Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari RS Pondok Indah – Pondok Indah. Berikut paparannya:

Halo Ibu Regita, terima kasih atas pertanyaannya.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Dianggap Tak Berguna, Apa Fungsi Rambut Ketiak?

Ada beberapa hal yang menyebabkan warna kulit ketiak menjadi hitam atau lebih gelap dari kulit sekitarnya, sehingga kondisi tersebut harus ditangani terlebih dahulu. Hal tersebut antara lain:

1. Penumpukan sel kulit mati. Pengangkatan sel kulit mati dapat dilakukan secara rutin dengan lulur atau scrubbing 1-2 kali setiap minggu. Setelah itu, oleskan krim pelembap untuk mencegah iritasi.

2. Paparan bahan kimia dari deodoran atau anti-perspirant. Hendaknya pilih produk yang hipoalergenik yaitu tidak mengandung alkohol, tidak mengandung parfum, dan tidak/sedikit mengandung zat pengawet

3. Gesekan terus menerus antara kulit ketiak dan pakaian. Pilihlah penggunaan pakaian berbahan lembut seperti katun dan hindari jenis pakaian yang ketat.

4. Kesalahan mencukur bulu ketiak. Ibu dapat menghilangkan bulu ketiak dengan cara yang lain seperti waxing atau laser di klinik yang terpercaya. Apabila melalukan dengan cukur/shaving, lalukan dengan benar, yaitu oleskan krim sebelum dan setelah shaving untuk mengurangi iritasi kulit ketiak.

5. Obesitas. Berat badan yang berlebihan turut memengaruhi mudahnya terjadi gesekan. Apabila sering terjadi gesekan pada kulit secara terus menerus, maka akan terjadi pigmentasi, termasuk pada kulit ketiak sehingga kulit ketiak pun menjadi hitam. Solusinya turunkan berat badan ke berat yang ideal.

6. Mengonsumsi obat tertentu seperti kortikosteroid, pil KB, hormon, dan insulin

7. Penyakit kulit seperti infeksi bakteri, infeksi jamur, akantosis nigrikan, dan lain-lain. Untuk mengatasi penyebab ini, Ibu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin secara langsung.

Baca juga: Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Ketiak Keluarkan Bau Tak Sedap?

Setelah faktor penyebab dapat diatasi, Ibu dapat menggunakan beberapa bahan alami berikut sebagai pencerah kulit ketiak:

1. Bengkoang

Parut bengkoang dan peras untuk mendapatkan airnya. Oleskan air bengkoang secara merata di tempat yang ingin dicerahkan. Diamkan 10 menit. Lalu bilas dengan air sampai bersih. Lakukan setiap hari.

Halaman:


Terkini Lainnya
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Waktu Terbaik Melihat Blue Moon dan Micromoon di Indonesia Malam Ini, Jam Berapa?
Fenomena
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Besok Malam Ada Blue Moon dan Micromoon, Fenomena Langit Apa Itu?
Oh Begitu
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Arkeolog Temukan Harta Karun Emas di Jalur Haji Kuno, Diperkirakan Berusia 1.200 Tahun
Oh Begitu
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Cara Unik Merpati Cari Jalan Pulang, Ternyata Hobi Ambil Jalan Tengah
Oh Begitu
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Lebih Tua dari Stonehenge, Pulau Buatan Kuno di Skotlandia Terungkap Lewat Kamera 3D
Oh Begitu
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Berusia 67.800 Tahun, Lukisan Gua Tertua di Dunia Ungkap Jalur Migrasi Nenek Moyang Kita
Oh Begitu
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Kontroversi Lukisan Gua Tertua di Dunia, Peneliti BRIN Tantang Uji Lab Ulang
Oh Begitu
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
SpaceX Tunjuk Miliarder Kripto Pimpin Misi Pertama Manusia ke Mars, Siapa Dia?
Oh Begitu
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Bukan Meramal, Begini Cara Kerja Sistem Peringatan Dini Gempa di Jepang
Oh Begitu
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Bagaimana Cara Ilmuwan Menghitung Umur Lukisan Gua Prasejarah?
Oh Begitu
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Ada Blue Moon dan Micromoon di 31 Mei 2026, Apa Itu?
Oh Begitu
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Cerita Peneliti BRIN Berburu Cap Tangan Tertua Dunia di Muna, Berawal dari Penasaran
Oh Begitu
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Diakui Guinness World Records, Lukisan Prasejarah 67.800 Tahun di Sulawesi Pecahkan Rekor Dunia
Oh Begitu
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Apakah Laba-laba termasuk Serangga?
Oh Begitu
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Foto Satelit: Guratan Emas Kepung 'Danau Jiwa' yang Sakral di Ghana
Oh Begitu
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau