Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor properti nasional pada pembukaan kuartal kedua 2026 menunjukkan pergerakan harga yang berbeda.
Berdasarkan data Flash Report April oleh Rumah123, harga properti nasional justru mengalami kontraksi sebesar 0,4 persen saat inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) melonjak hingga 4,76 persen secara tahunan (YoY).
Disparitas sebesar 516 basis poin ini menciptakan celah nilai yang menempatkan aset hunian pada posisi harga di bawah pasar.
Baca juga: Calon Pembeli, Ketahui Perbedaan Rumah Ready Stock dan Inden
Fenomena ini segera dimanfaatkan oleh kelompok investor baru yang kini memegang kendali utama dalam pasar real estat yakni perempuan profesional.
Transformasi peran ini menempatkan perempuan sebagai pengambil keputusan finansial utama.
Data menunjukkan bahwa perempuan kini memimpin aktivitas pencarian properti daring dengan proporsi mencapai 52 persen hingga 58,7 persen.
Pergeseran profil investor ini menandai babak baru yang lebih inklusif. Perempuan profesional kini mendominasi pengambilan keputusan investasi aset riil dengan pendekatan yang lebih analitis.
Sejak 2021, jumlah investor perempuan meroket 148 persen dengan nilai total aset di pasar modal mencapai Rp 502,29 triliun per Februari 2025.
Baca juga: Bukan Investor, 90 Persen Apartemen Mewah di Dharmawangsa Dibeli End User
Literasi keuangan yang tinggi menjadi motor penggerak utama. Pada 2024, indeks literasi keuangan perempuan menyentuh angka 66,75 persen, melampaui kelompok laki-laki.
Dominasi ini pun terkonfirmasi pada data perbankan melalui Program Sejuta Rumah, di mana 35,5 persen akad rumah dilakukan oleh perempuan.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, menjelaskan, investor perempuan saat ini memiliki metode evaluasi yang lebih ketat sebelum melakukan transaksi.
"Perempuan profesional saat ini cenderung menggunakan pendekatan berbasis data. Mereka tidak lagi hanya melihat estetika bangunan, tetapi menganalisis skor likuiditas area dan potensi imbal hasil sewa," ungkap Marisa, dikutip Kompas.com, Rabu (23/4/2026).
Baca juga: Koleksi Properti Mewah Bintang Sampul Tercantik Dunia Anne Hathaway
Preferensi instrumen mereka sangat spesifik. Sebanyak 99,8 persen investor perempuan memilih rumah tapak sebagai aset utama, dengan rentang harga Rp 1 miliar hingga Rp 3 miliar menjadi segmen yang paling diminati.
Meskipun harga saat ini terkoreksi tipis, indikator fundamental pasar sebenarnya menunjukkan penguatan struktur.
Volume suplai rumah sekunder nasional merosot 7,8 persen (YoY). Defisit ketersediaan unit ini diprediksi menjadi pemicu lonjakan harga saat daya beli pulih sepenuhnya, terutama mengingat biaya konstruksi telah naik 19,97 persen.
Baca juga: Program Rumah Subsidi Juga Dirancang buat MBR yang Tak Punya Slip Gaji