Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Menyusuri Jalur Lintas Selatan Jatim hingga Ujung Timur Pulau Jawa

Kompas.com, 4 April 2024, 22:00 WIB
Muhdany Yusuf Laksono

Penulis

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), Tim Merapah Trans-Jawa 2024 menyusuri Jalur Lintas Selatan menuju ujung timur Pulau Jawa, yakni Kabupaten Banyuwangi.

Jalur ini dipilih karena sesuai dengan misi melintasi jalur alternatif mudik selain Pantai Utara (Pantura) dan Tol Trans-Jawa. Lagipula, Jalur Pantai Selatan (Pansela) di Jatim belum seluruhnya tersambung.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, secara umum kondisi Jalur Lintas Selatan Lumajang-Banyuwangi yang merupakan Jalan Nasional sudah cukup mulus.

Meski masih ada beberapa lubang atau permukaan jalan bergelombang, hal itu tidak begitu mengganggu perjalanan sampai membuat enggan melintasi jalur ini.

Baca juga: Hati-hati Lewat Jalur Lintas Selatan Malang-Lumajang, Ada Proyek Pelebaran Jalan

Jalur Lintas Selatan di Banyuwangi.Kompas.com/Muhdany Yusuf Laksono Jalur Lintas Selatan di Banyuwangi.
Meski tidak spesifik membahas Jalur Lintas Selatan, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jatim-Bali, melalui Kepala Bagian Umum dan Tata Usaha, Nanang Permadi menyampaikan kondisi Jalan Nasional di Jatim.

"Saat ini Jalan Nasional (non-tol) di Provinsi Jawa Timur terdiri dari 2.261 km jalan dengan kondisi kemantapan 98,22 persen, dan jembatan 33.521 km dengan kondisi kemantapan 86,36 persen," ujarnya kepada Kompas.com pada Kamis (04/04/2024).

Kembali berdasarkan pengamatan Kompas.com, Jalur Lintas Selatan Lumajang-Banyuwangi juga sudah cukup tersedia fasilitas pengisian bahan bakar dan tempat peristirahatan yang banyak. Meskipun ketersediaan penerangan jalan umum (PJU) masih belum lengkap.

Ciri khas jalur selatan yang memiliki tanjakan dan turunan pegunungan, hutan, serta jalan berkelok-kelok juga masih akan ditemui pengendara di beberapa titik. Seperti halnya di Hutan Gumitir, perbatasan Jember dan Banyuwangi.

Jalur Lintas Selatan di area Hutan Gumitir perbatasan Jember dan Banyuwangi.Kompas.com/Muhdany Yusuf Laksono Jalur Lintas Selatan di area Hutan Gumitir perbatasan Jember dan Banyuwangi.
Saat di area Hutan Gumitir, pengendara juga perlu waspada karena banyak orang berjejer meminta uang sambil melambaikan tangan di pinggir jalan. Jangan sampai Anda berkendara terlalu ke pinggir jalanan.

Baca juga: Perjalanan Pacitan-Lumajang, Merasakan Jalur Pansela dan Lintas Selatan Jatim

Jalur Lintas Selatan juga menawarkan beragam tempat wisata yang bisa di akses secara singkat.

Salah satunya di Banyuwangi, Tim Merapah Trans-Jawa 2024 menyempatkan singgah ke De Djawatan Forest, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring.

Kawasan wisata yang dikelola Perum Perhutani itu menawarkan keindahan dan asrinya pepohonan trembesi. Panoramanya bagaikan Hutan Fangorn di dalam Film The Lord of The Rings.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau