KOMPAS.com — Hasil kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis, salah satunya menginstruksikan agar Bahasa Prancis dapat diperluas di seluruh sekolah maupun perguruan tinggi sederajat.
Instruksi Presiden Prabowo ini bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dengan Prancis.
"Di bidang pendidikan kita ingin lebih ditingkatkan lagi. Sekarang saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan," ujar Presiden Prabowo dilasnir dari YouTube Sekretariat Presiden, saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis waktu setempat.
Prabowo mengatakan penggunaan bahasa asing ini salah satu cara mempersiapkan generasi muda agar tangguhmenghadapi dinamika global yang terus berkembang, seiring dengan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Prancis di berbagai sektor.
Baca juga: Perlukah Bahasa Portugis Jadi Prioritas di Pendidikan Indonesia? Ini Kata Pengamat
Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi membuat dunia semakin terhubung sehingga perang dan konflik tidak akan membawa manfaat bagi pihak manapun.
"Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama, dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik. Ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron," kata Presiden Prabowo.
Sebelumnya, Presiden Prabowo juga pernah menginstruksikan Bahasa Portugis bisa dipelajari di sekolah.
Instruksi ini dilakukan pada 23 Oktober 2025 lalu, saat Prabowo menjamu Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva di Istana.
Baca juga: Mendikdasmen: Penerapan Bahasa Portugis Tergantung Kesiapan Guru
Prabowo menyebut Indonesia dan Brasil ingin hubungan menjadi lebih baik, sehingga memprioritaskan bahasa Portugis.
"Sebagai bukti bahwa kami memandang Brasil sangat penting, saya telah memutuskan bahwa bahasa Portugis akan menjadi salah satu prioritas bahasa disiplin pendidikan Indonesia," ujar Prabowo.
Namun rencana penerapan Bahasa Portugis ini masih terus dimatangkan konsepnya karena jumlah penutur Bahasa Portugis belum sebanyak penutur bahasa asing lainnya seperti Bahasa Mandarin, Arab, Jepang.
Sedangkan mata pelajaran bahasa asing yang akan diwajibkan dalam waktu dekat adalah mata pelajaran Bahasa Inggris di tahun pelajaran 2027/2028.
Adapun pelajaran Bahasa Inggris akan mulai diajarkan sebagai mata pelajaran wajib mulai dari kelas 3 SD.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menambahkan bahwa kebijakan ini bukan merupakan hal baru.
“Sebenarnya memasukkan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bukan proses yang baru dijalankan tiba-tiba, proses transisinya sudah tercantum dalam Pasal 33 Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 12 Tahun 2024 Tentang Kurikulum pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Kemudian dilanjutkan dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 13 Tahun 2025 Tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 12 Tahun 2024,” jelasnya, dilansir dari laman kemendikdasmen.