Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Menanam Karakter di Tengah Deru Kontainer, Strada Kompleks Deli Jadi Miniatur Indonesia di Pesisir Jakarta

Kompas.com, 8 Mei 2026, 11:51 WIB
I Jalaludin S,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Di tengah hiruk-pikuk truk kontainer dan deru mesin dari arah Tol Pelabuhan Tanjung Priok, berdiri sebuah ruang pendidikan yang menanamkan nilai karakter, keberagaman, dan kepedulian lingkungan.

Strada Kompleks Deli di Koja, Jakarta Utara (Jakut), tumbuh di tengah kawasan pesisir yang dekat dengan aktivitas logistik dan industri. Lokasinya tidak jauh dari Pelabuhan Tanjung Priok, Depo Pertamina, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, serta kawasan makam Mbah Priok yang dikenal sebagai salah satu kawasan bersejarah di Jakut.

Kondisi tersebut membuat Strada Kompleks Deli memiliki konteks sosial yang khas. Sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar di ruang kelas, tetapi juga ruang untuk memahami kehidupan masyarakat pesisir, aktivitas ekonomi, dan keberagaman warga Jakut.

Dari gedung sekolah berlantai lima, siswa Sekolah Dasar (SD) Strada Santo Fransiskus Xaverius dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Strada Fransiskus Xaverius 1 dapat melihat langsung aktivitas pelabuhan, distribusi logistik, hingga mobilitas kendaraan barang.

Baca juga: Jawab Kebutuhan Pendidikan Global, SMP Strada Marga Mulia Transformasi Menuju Sekolah Modern

Bagi para siswa, pemandangan itu menjadi jendela untuk memahami bagaimana urat nadi ekonomi bergerak dalam kehidupan sehari-hari. Aktivitas pelabuhan dan infrastruktur tidak lagi hanya dipelajari sebagai teori, tetapi hadir sebagai realitas yang dapat diamati secara langsung.

Lingkungan sekitar pun dimanfaatkan sebagai media pembelajaran kontekstual. Melalui pendekatan tersebut, siswa diajak memahami hubungan antara aktivitas ekonomi, infrastruktur, lingkungan, dan kehidupan masyarakat di sekitarnya. 

Merawat keberagaman sebagai miniatur Indonesia

Berada di kawasan strategis dan majemuk, Strada Kompleks Deli dikenal memiliki siswa dengan latar belakang yang beragam.

Keberagaman budaya, bahasa, dan kebiasaan sehari-hari menjadi bagian dari kehidupan sekolah. Perbedaan tersebut tidak dipandang sebagai sekat, tetapi sebagai kekayaan yang perlu dijaga bersama.

Oleh karena itu, Strada Kompleks Deli berupaya menanamkan sikap saling menghargai, toleransi, dan kepedulian sosial sejak dini.

Baca juga: Wujudkan Layanan Persidangan Bermartabat dan Inklusif, MA Susun Regulasi Strada Dilan

Komunitas pendidikan yang peduli dan berjiwa melayani menjadi visi utama sekolah. Dalam pelaksanaannya, terdapat lima nilai dasar yang terus ditanamkan kepada siswa, yaitu pelayanan, kejujuran, disiplin, kepedulian, dan keunggulan.

Nilai-nilai tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sekolah, baik di bidang akademik maupun nonakademik.

Salah satu kegiatan yang rutin digelar adalah perayaan Hari Kartini setiap April. 

Dalam kegiatan tersebut, siswa mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia, menampilkan tarian tradisional, menyanyikan lagu daerah, hingga memperkenalkan bahasa daerah masing-masing.

Suasana perayaan semakin meriah dengan penampilan barongsai yang menjadi hiburan sekaligus simbol keberagaman budaya.

Kegiatan itu tidak hanya menjadi acara seremonial, tetapi juga sarana pembelajaran untuk mengenalkan budaya Nusantara dan memperkuat rasa persatuan di tengah perbedaan.

Baca juga: Pelabuhan Patimban Paket 6 Siap Beroperasi, Kurangi Beban Tanjung Priok

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau