Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Rumah Anak SIGAP Bantu Penurunan Stunting di Jateng, Ganjar Beri Apresiasi untuk Tanoto Foundation

Kompas.com, 22 Juli 2022, 13:59 WIB
I Jalaludin S,
A P Sari

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengapresiasi pelaksanaan program penurunan stunting yang digelar Tanoto Foundation di Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes, Kamis (21/7/2022).

Salah satu kegiatan tersebut adalah peresmian pusat layanan pengasuhan untuk mendukung stimulasi dan pembelajaran dini anak usia nol sampai tiga tahun yang disebut Rumah Anak SIGAP.

Program ini merupakan bentuk kemitraan antara Tanoto Foundation dengan pemerintah daerah (pemda).

Rumah Anak SIGAP ini didirikan dengan mengembangkan model layanan yang bertujuan membekali keluarga agar mampu memberikan pengasuhan.

Pengasuhan tersebut pun diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang optimal anak usia nol sampai tiga tahun secara menyeluruh (holistik) yang terintegrasi dengan layanan kebutuhan esensial anak lainnya.

Baca juga: Dukung Percepatan Penurunan Stunting di Indonesia, Tanoto Foundation Gelar Webinar Nasional

Ganjar mengatakan, program Rumah Anak SIGAP sejalan dengan program 5 Ng yang dijalankan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng, yakni Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (Jateng Gayeng Memperhatikan Ibu Hamil).

Program tersebut dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kesehatan ibu hamil secara rutin.

“Ini penting untuk mencegah bayi stunting,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (22/7/2022).

Ganjar menyebutkan, program pencegahan dan penanganan stunting harus dilakukan secara berkesinambungan, dimulai saat bayi berada dalam kandungan hingga setelah lahir.

Oleh karena itu, dia sangat mengapresiasi program Rumah Anak SIGAP yang diinisiasi Tanoto Foundation serta berharap program ini bisa memfasilitasi edukasi dan pendampingan ibu hamil dan ibu yang memiliki anak bayi.

Baca juga: Tanoto Foundation dan UNICEF Ingatkan Orangtua Pentingnya Vaksin bagi Anak

“Mudah-mudahan program ini bisa berguna dan bermanfaat untuk seluruh masyarakat dan anak-anak kita terbebas dari risiko stunting,” ucapnya.

Selain peresmian program Rumah Anak SIGAP, digelar pula kegiatan menilik langsung pendampingan yang dilakukan Tim Pendamping Keluarga (TPK) kepada keluarga yang berisiko stunting.

Anggota Dewan Pembina Tanoto Foundation Anderson Tanoto mengatakan, Tanoto Foundation mempunyai komitmen jangka panjang dalam membantu pemerintah menurunkan angka stunting di Indonesia.

Pihaknya juga optimistis, kerja sama dengan Pemprov Jateng dapat berjalan lancar dan memberikan dampak positif bagi masyarakat di Jateng.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Jateng dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Brebes atas kerja sama ini,” ungkapnya.

Baca juga: Tanoto Student Research Award 2022 Resmi Dibuka dengan Konsep Baru

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau