Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Negara ASEAN Perkuat Jalur Kereta Cepat Regional, Indonesia Tidak Bergabung

Kompas.com, 13 Mei 2026, 09:18 WIB
Ella Triana

Penulis

KOMPAS.com - Asia Tenggara bersiap memasuki era baru transportasi modern lewat pengembangan jaringan kereta cepat lintas negara. Sejumlah negara yang turut berpartisipasi antara lain Malaysia, Thailand, Singapura, dan Vietnam.

Sayang sekali, dalam proyek ini, Indonesia tidak ikut terlibat. Sejumlah negara yang aktif memperluas proyek kereta cepat ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas regional, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi.

Dilansir Kompas dari Travel and Tour World pada Rabu (13/5/2026), salah satu proyek yang paling disorot adalah jalur kereta cepat ini adalah kereta cepat China-Laos-Thailand yang nantinya akan menghubungkan Vientiane di Laos dengan Bangkok, Thailand.

Jalur ini diproyeksikan memangkas waktu perjalanan antarkota menjadi sekitar empat jam.

Baca juga: Jepang Kembangkan Ruang Shalat Portabel untuk Wisatawan Muslim

Baca juga: Pos Utama Pantai Baron Gunungkidul Resmi Terapkan Pembayaran Non-Tunai

Rencana kereta cepat KL-SG-HSR 2026

Selain itu, Malaysia dan Thailand juga terus mendorong rencana pengembangan kereta cepat Kuala Lumpur-Bangkok.

Proyek tersebut diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarnegara di kawasan Asia Tenggara sekaligus mempermudah mobilitas wisatawan dan pelaku bisnis.

Singapura juga disebut menjadi bagian penting dalam pengembangan jaringan transportasi regional.

Negara tersebut sebelumnya telah lama membahas proyek kereta cepat yang menghubungkan Kuala Lumpur dan Singapura sebagai bagian dari integrasi transportasi ASEAN.

Sementara itu, Vietnam mulai mempercepat pengembangan sistem kereta cepat nasional untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata domestik.

Negara ini bahkan menjadi tuan rumah forum HSR Asia 2026 yang membahas masa depan kereta cepat di kawasan Asia Pasifik.

Pengembangan jaringan kereta cepat lintas negara ini dinilai dapat pembeharuan baru di dunia transportasi bagi Asia Tenggara karena mampu mempercepat perjalanan, mengurangi kepadatan lalu lintas udara, hingga membuka peluang investasi baru di sektor transportasi dan pariwisata.

Baca juga: Kapal Wisata Ancol Dapat E-Pas Kecil, Apa Manfaatnya untuk Wisatawan?

Baca juga: Libur Long Weekend, Coba 5 Wisata Goa untuk Pemula di Indonesia Ini

Sistem kerja kereta cepat KL-SG-HSR 2026

Rencananya kereta cepat KL-SG-HSR nanti memiliki panjang sekitar 350 kilometer. Dengan rincian, 300 kilometer berada di sepanjang negara Malaysia dan 50 kilometers di Singapura.

Kereta ini akan beroperasi dengan kecepatan 300km/jam yang akan melewati dua negara yakni Kuala Lumpur dan Singapura hanya dengan Waktu 90 menit.

Dengan delapan stasiun yang ditempatkan secara strategis, HSR akan mendukung inisiatif Pengembangan Berorientasi Transit (TOD) di setiap stasiun.

Stasiun-stasiun tersebut akan berfungsi sebagai pusat kegiatan bisnis, perumahan, dan komersial yang mampu mendorong dampak ekonomi dari jaringan kereta api.

Jalur kereta api ini menggunakan European Train Control System (ETCS) untuk persinyalan untuk memastikan operasi yang aman dan lancar.

Layanan ekspres akan beroperasi setiap 30 menit, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para komuter antara kedua negara tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau