Penulis
KOMPAS.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi soal status Kota Bandung yang dinobatkan sebagai kota termacet di Indonesia oleh Tomtom.
“Kalau di Bandung, macetnya dingin,” kata dia dalam sebuah pernyataan yang disampaikan kepada wartawan di sela acara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Kamis (10/7/2025).
Meski disampaikan dengan canda, Dedi mengakui bahwa kemacetan di Bandung memang menjadi persoalan serius yang perlu penanganan sistematis.
Baca juga: Bandung Zoo Buka Lagi Usai Konflik Internal, Simak Harga Tiketnya
Ia menjelaskan bahwa penyebab utama kemacetan di Kota Kembang adalah kondisi jalan yang relatif sempit jika dibandingkan dengan kota-kota besar lainnya.
"Jalanan di Bandung mayoritas tak seluas kota besar lainnya, sehingga kemacetan acap kali tak terhindarkan," jelas Dedi.
Untuk mengatasi persoalan ini, Dedi menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandung guna melakukan pembenahan infrastruktur.
Baca juga: Susi Air Buka Rute Bandung-Yogyakarta PP, Susi Pudjiastuti: Airlines Kecil Kami Diapresiasi
Salah satu fokus utama untuk mengatasi kemacetan adalah perbaikan sistem transportasi publik.
Kawasan Alun-alun Kota Bandung sebagai salah satu ikon Kota Bandung akan ditutup pada saat Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.“Bapak Wali Kota saat ini sedang menata infrastruktur di Bandung. Nanti ke depannya juga akan dibenahi sistem transportasi umum, mungkin yang ramah lingkungan juga,” kata Dedi.
Upaya perbaikan ini diharapkan tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien dan berkelanjutan.
Baca juga: 10 Tempat Wisata Bandung dengan Nuansa Alam, Pas untuk Libur Panjang
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang