Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pariwisata Indonesia Tumbuh Positif, Jumlah Wisman dan Wisnus Meningkat

Kompas.com, 29 Mei 2025, 17:05 WIB
Anggara Wikan Prasetya

Penulis

KOMPAS.com — Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar) merilis laporan kinerja sektor pariwisata untuk Mei 2025 yang menunjukkan tren pertumbuhan positif, baik dari segi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Dalam konferensi pers yang dipimpin oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, didampingi Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dipaparkan pencapaian, tantangan, dan arah strategis pengembangan pariwisata Indonesia ke depan.

Pertumbuhan positif kunjungan wisatawan

Jumlah wisman pada Maret 2025 mencapai 841.030 kunjungan. Walaupun terdapat penurunan sebesar 2,18 persen secara bulanan dibandingkan dengan Maret 2024, kinerja kumulatif pada kuartal I 2025 menunjukkan hasil menggembirakan, dengan total 2,74 juta kunjungan.

Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Turis Asing Jualan di Bali, Menteri Imigrasi: Jangan Rebut Pekerjaan Warga Lokal

Sementara itu, perjalanan wisnus mengalami lonjakan signifikan. Pada Maret 2025, tercatat 88,91 juta perjalanan—naik 12,61 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Secara total, kuartal I 2025 mencatatkan 282,41 juta perjalanan wisnus, tumbuh 12,71 persen dari kuartal I 2024.

Surplus devisa pariwisata

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa perjalanan warga Indonesia ke luar negeri pada Maret 2025 berjumlah 582.000, turun 15,92 persen dari tahun sebelumnya.

Namun, secara kumulatif di kuartal I 2025 tercatat 2,33 juta perjalanan, meningkat 6,55 persen dibandingkan kuartal I 2024.

 
 
 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kompas.com (@kompascom)

Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara yang lebih tinggi dibandingkan perjalanan ke luar negeri memberikan kontribusi positif terhadap surplus devisa sektor pariwisata nasional.

Langkah strategis hadapi tantangan

Menghadapi tantangan penurunan tingkat okupansi hotel sebesar 3,55% di kuartal I 2025 akibat perubahan pola anggaran pemerintah, Kemenpar melakukan audiensi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

Sebagai respons, Kemenpar akan meluncurkan inovasi produk, strategi pemasaran baru, dan mendorong percepatan belanja pemerintah di sektor akomodasi.

Gerakan wisata bersih dan event nusantara

Salah satu program unggulan Kemenpar, Gerakan Wisata Bersih, terus menunjukkan hasil positif.

Hingga 7 Mei 2025, kegiatan ini telah dilaksanakan di 8 destinasi di 5 provinsi, berhasil mengumpulkan lebih dari 18,1 ton sampah dengan partisipasi lebih dari 5.600 peserta.

Penerbangan Lampion pada Dieng Culture Festival 2024.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Penerbangan Lampion pada Dieng Culture Festival 2024.

Program ini bertujuan memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang bersih dan ramah wisatawan.

Kemenpar juga mengedepankan event berbasis Intellectual Property (IP) melalui program Karisma Event Nusantara (KEN).

Baca juga: Efisiensi Anggaran, Jumlah Event di Banyuwangi Dikurangi dari 100 Jadi 42

Halaman:


Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau