Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

TMII Buka, Teater Keong Emas dan Snowbay Water Park Belum Beroperasi

Kompas.com, 20 Juni 2020, 14:59 WIB
Nicholas Ryan Aditya,
Ni Luh Made Pertiwi F.

Tim Redaksi


JAKARTA, KOMPAS.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) buka kembali mulai hari ini, Sabtu (20/6/2020). Pembukaan Taman Mini dilakukan secara bertahap di mana ada beberapa wahana yang belum dapat beroperasi.

Manager Taman Burung dan Museum Fauna Komodo, Peter Combo memberikan sosialisasi kenormalan baru di tempat wisatanya dalam acara "Sosialisasi Kenormalan Baru Sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif", di channel Youtube Kemenparekraf, Sabtu (20/6/2020).

"Jadi pada hari ini kami sudah buka kembali dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 di antaranya pembatasan kunjungan yaitu kuota 50 persen sesuai dengan Perda Gubernur, dan juga ada beberapa wahana yang belum dapat dikunjungi," kata Peter.

Ia mengungkapkan, masyarakat belum bisa mengunjungi dua wahana di TMII yaitu Teater I-Max Keong Mas dan Snowbay Water Park.

Baca juga: Protokol New Normal TMII, Pengunjung Wajib Pakai Masker dan Beli Tiket Online

Namun, lanjutnya, masyarakat tak perlu khawatir karena anjungan di TMII sudah dapat dikunjungi dengan protokol kesehatan.

"Jadi masyarakat yang rindu tari-tarian itu dapat kembali lihat di anjungan dan tentunya dengan protokol Covid-19," ujarnya.

Sementara itu, proses pembelian tiket kunjungan dapat dilakukan secara online di www.tamanmini.com 

"Atau bisa juga dapat langsung ke halaman ticket.tamanmini.com  di sana pengunjung dapat memilih wahana-wahana mana saja yang akan dikunjungi," jelasnya.

Tempat cuci tangan tersedia di sejumlah titik di dalam area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (18/6/2020).Dokumentasi Taman Mini Indonesia Indah Tempat cuci tangan tersedia di sejumlah titik di dalam area Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Kamis (18/6/2020).

Peter juga menjelaskan bagi masyarakat yang belum dapat melakukan pemesanan tiket online, tak perlu khawatir. Masyarakat bisa langsung datang ke TMII dan nantinya pelayanan atau transaksi pembayaran dapat tetap dilakukan offline.

Baca juga: TMII Buka 20 Juni, Tidak Semua Wahana Beroperasi

"Akan ada kotak sterilisasi untuk uang bagi pengunjung yang membawa uang kertas. Kami sarankan membayar dengan non tunai dan dapat dilayani dengan kartu," ujarnya.

Meski demikian, pihak TMII tetap menganjurkan agar masyarakat dapat melakukan transaksi pembayaran dengan cara non-tunai untuk menghindari penyebaran virus pada uang kertas.

Dalam pembukaannya, TMII juga telah menyediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer di seluruh area.

Para pengunjung juga diwajibkan tetap menggunakan masker dan selalu jaga jarak.

Selain itu, semua wahana yang telah dibuka dan area-area di TMII juga telah dilakukan penyemprotan disinfektan rutin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang


Terkini Lainnya
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Libur Sekolah Tiba! Menpar Bocorkan Kesiapan Candi Prambanan dan Stasiun Tugu
Travel News
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Ada Praktik Pungli di Wisata Gunungkidul, Laporkan ke Nomor Ini
Travel News
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Paralayang di Puncak Dunu Jadi Daya Tarik Baru Gorontalo Utara
Travel News
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Jazz Atas Awan Dipastikan Masuk Rangkaian Dieng Culture Festival 2026
Travel News
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Kalahkan Ratusan Kota Lain, Tempat Ini Jadi Kota Terbaik untuk Jalan Kaki
Travel News
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Okupansi Hotel Kota Batu Capai 80 Persen Saat Long Weekend Waisak 2026
Hotel Story
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Ada 16 Hari Libur Sekolah Semester Genap 2026, Catat Tanggalnya
Travel News
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Ada 6 Perjalanan Tambahan Whoosh Saat Long Weekend, Ini Jadwalnya
Travel News
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Rawat Sport Tourism, Banyuwangi Ubah Jalan Protokol Jadi Sirkuit Balap Sepeda
Travel News
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Mau ke Dieng Culture Festival 2026? Catat Jadwal dan Agendanya
Travel News
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Cuma Rp12 Ribu, Ini Jadwal dan Rute Baru Bus KSPN Jogja 2026 Bisa Liburan Sampai Pantai
Travel News
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Long Weekend Usai, Lebih dari 21.000 Orang Balik ke Jakarta Naik Whoosh
Travel News
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Sambut Piala Dunia 2026, Kota-Kota di Meksiko Rombak Total Sistem Transportasi
Travel News
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Libur Sekolah Semester Genap Berapa Lama? Ini Jadwal Resminya
Travel News
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Kapan Mulai Libur Sekolah Juni 2026? Catat Tanggalnya
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau