Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: Gubuk Reyot di Tengah Hutan Itu Ternyata Bangunan Sekolah

Kompas.com, 21 Mei 2026, 10:35 WIB
Fabian Januarius Kuwado,
Antonius Aditya Mahendra,
Icha Rastika

Tim Redaksi

h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
0/0
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

TANGGAMUS, KOMPAS.com – Sebuah gubuk berdiri di tengah hutan terpencil Pedukuhan Batu Nyangka, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung.

Dindingnya berupa potongan kayu kasar yang disusun tidak rapat. Menyisakan ruang bagi angin untuk keluar masuk.

Atapnya berupa seng yang dipasang tidak sempurna. Saat hujan, air menyelusup di sela-sela seng dan membasahi siapa pun yang berada di bawahnya. Timbul suara bising pula karena air beradu seng.

Kalau tidak ada papan informasi yang terpasang miring, tidak ada yang menyangka bahwa bangunan reyot selebar 4x9 meter persegi itu adalah sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelas Jauh Tanjung Raja.

“Ya beginilah kondisi sekolah kami, mungkin agak memprihatinkan” kata guru pertama sekolah itu, Arpriana saat tim Kompas.com mendatangi sekolah itu, Selasa (19/5/2026).

Papan nama SDN 1 Tanjung Raja di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Papan nama SDN 1 Tanjung Raja di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026).

Arpriana bercerita, sekolah itu berdiri sejak tahun 2004. Kisah sekolah berawal dari ia yang sedang pulang ke rumah orangtuanya di Pedukuhan Batu Nyangka.

Baca juga: 4 Bulan Jembatan di Lampung Putus Tanpa Perbaikan, Anak-anak Terpaksa Bergelantungan ke Sekolah

Ia melihat anak-anak kampung bermain di alam bebas tanpa mengenyam pendidikan. Hatinya pun tergerak untuk mengumpulkan anak-anak itu dan mengajarkannya materi sekolah dasar.

“Padahal saya waktu itu baru lulus SMA. Ya enggak apa-apa, yang penting anak-anak itu bisa belajar,” ujar Arpriana. 

Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).KOMPAS.com/RIZKI M FAUZAN Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Dengan bantuan warga setempat, didirikanlah bangunan sekolah seadanya. Sekolah awal didirikan beberapa meter dari bangunan yang sekarang. Kondisi sekolah lama lebih memprihatinkan.

Beberapa tahun kemudian, sejumlah pihak menyumbang bahan material untuk mendirikan bangunan sekolah yang saat ini digunakan.

Perubahan paling signifikan dibandingkan bangunan awal adalah lantai yang sudah diplester semen dan dikelilingi batu padas sebagai penahan air. Selebihnya serupa.

Seiring dengan waktu, Arpriana turut memperjuangkan dirinya sendiri demi cita-cita para murid.

Baca juga: Kuota Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Dipangkas, Akhir Mei Ditarget Lengkap

Sambil mengajar, ia menempuh sekolah tinggi perguruan. Saat ini, ia sudah berstatus PPPK paruh waktu.

Meski demikian, kegiatan belajar mengajar anak-anak tetap saja jauh dari layak.
“Setiap hujan, bocor. (Siswa/i) jadi harus minggir,” ujar Zahra, siswi kelas 5 sekolah itu.

Kondisi ruang kelas SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).KOMPAS.com/RIZKI M FAUZAN Kondisi ruang kelas SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Tidak hanya itu, ketika angin kencang datang, tidak jarang atap seng terangkat dan ikut terbang.

Halaman:
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
BERITA FOTO: Gubuk Reyot di Tengah Hutan Itu Ternyata Bangunan Sekolah
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat