TANGGAMUS, KOMPAS.com – Sebuah gubuk berdiri di tengah hutan terpencil Pedukuhan Batu Nyangka, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Dindingnya berupa potongan kayu kasar yang disusun tidak rapat. Menyisakan ruang bagi angin untuk keluar masuk.
Atapnya berupa seng yang dipasang tidak sempurna. Saat hujan, air menyelusup di sela-sela seng dan membasahi siapa pun yang berada di bawahnya. Timbul suara bising pula karena air beradu seng.
Kalau tidak ada papan informasi yang terpasang miring, tidak ada yang menyangka bahwa bangunan reyot selebar 4x9 meter persegi itu adalah sebuah Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kelas Jauh Tanjung Raja.
“Ya beginilah kondisi sekolah kami, mungkin agak memprihatinkan” kata guru pertama sekolah itu, Arpriana saat tim Kompas.com mendatangi sekolah itu, Selasa (19/5/2026).
Papan nama SDN 1 Tanjung Raja di Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026).Arpriana bercerita, sekolah itu berdiri sejak tahun 2004. Kisah sekolah berawal dari ia yang sedang pulang ke rumah orangtuanya di Pedukuhan Batu Nyangka.
Baca juga: 4 Bulan Jembatan di Lampung Putus Tanpa Perbaikan, Anak-anak Terpaksa Bergelantungan ke Sekolah
Ia melihat anak-anak kampung bermain di alam bebas tanpa mengenyam pendidikan. Hatinya pun tergerak untuk mengumpulkan anak-anak itu dan mengajarkannya materi sekolah dasar.
“Padahal saya waktu itu baru lulus SMA. Ya enggak apa-apa, yang penting anak-anak itu bisa belajar,” ujar Arpriana.
Kegiatan belajar mengajar di SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).Dengan bantuan warga setempat, didirikanlah bangunan sekolah seadanya. Sekolah awal didirikan beberapa meter dari bangunan yang sekarang. Kondisi sekolah lama lebih memprihatinkan.
Beberapa tahun kemudian, sejumlah pihak menyumbang bahan material untuk mendirikan bangunan sekolah yang saat ini digunakan.
Perubahan paling signifikan dibandingkan bangunan awal adalah lantai yang sudah diplester semen dan dikelilingi batu padas sebagai penahan air. Selebihnya serupa.
Seiring dengan waktu, Arpriana turut memperjuangkan dirinya sendiri demi cita-cita para murid.
Baca juga: Kuota Siswa Sekolah Rakyat di Sumenep Dipangkas, Akhir Mei Ditarget Lengkap
Sambil mengajar, ia menempuh sekolah tinggi perguruan. Saat ini, ia sudah berstatus PPPK paruh waktu.
Meski demikian, kegiatan belajar mengajar anak-anak tetap saja jauh dari layak.
“Setiap hujan, bocor. (Siswa/i) jadi harus minggir,” ujar Zahra, siswi kelas 5 sekolah itu.
Kondisi ruang kelas SDN 1 Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Selasa (19/5/2026). KODIM 0424 Tanggamus TNI AD akan membangun bangunan sekolah yang baru melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).Tidak hanya itu, ketika angin kencang datang, tidak jarang atap seng terangkat dan ikut terbang.