Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: Penurunan Panen Pisang di Lampung

Kompas.com, 19 Mei 2026, 19:06 WIB
Antonius Aditya Mahendra,
Icha Rastika

Tim Redaksi

h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
0/0
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)
h (KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA)

TANGGAMUS, KOMPAS.com - Fenomena perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah petani buah-buahan di Lampung dan sekitarnya.

Bana seorang pedagang pisang berpose setelah diwawancarai Kompas.com di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Bana seorang pedagang pisang berpose setelah diwawancarai Kompas.com di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).

Para petani pisang di kawasan Kabupaten Tanggamus, Lampung kini merasakan dampak dari perubahan iklim dan cuaca tersebut yang menyebabkan menurunnya jumlah hasil panenan.

Sejumlah petani pisang turun dari kapal di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Sejumlah petani pisang turun dari kapal di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).

Hal ini tampak dari berkurangnya pengiriman pisang oleh nelayan dari sejumlah pulau penunjang penghasil alam seperti Pulau Nipah, Pulau Tabuan, dan Pulau Kiluan.

"Beberapa bulan ini jumlah panenan pisang dari pulau-pulau seberang berkurang. Paling banyak seratus karung per hari dari yang biasanya bisa lebih," ujar Bana (70), pedagang pisang kepada Kompas.com saat ditemui di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).

Dampak dari fenomena tersebut turut membuat harga menjadi sedikit lebih tinggi dari biasanya. 

Saat ini, harga per karung pisang Rp 25.000. "Untuk semua jenis pisang, mulai dari pisang ambon sampai pisang tanduk," ujar dia. 

Sejumlah pedagang pisang menghitung jumlah panenan pisang di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Sejumlah pedagang pisang menghitung jumlah panenan pisang di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).

Tinggi air laut akibat perubahan cuaca di Teluk Semangka tersebut menjadi salah satu pemicu menurunnya hasil panenan pisang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
BERITA FOTO: Penurunan Panen Pisang di Lampung
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat