TANGGAMUS, KOMPAS.com - Fenomena perubahan iklim dan cuaca yang tidak menentu di Indonesia menjadi tantangan tersendiri bagi sejumlah petani buah-buahan di Lampung dan sekitarnya.
Bana seorang pedagang pisang berpose setelah diwawancarai Kompas.com di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).Para petani pisang di kawasan Kabupaten Tanggamus, Lampung kini merasakan dampak dari perubahan iklim dan cuaca tersebut yang menyebabkan menurunnya jumlah hasil panenan.
Sejumlah petani pisang turun dari kapal di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).Hal ini tampak dari berkurangnya pengiriman pisang oleh nelayan dari sejumlah pulau penunjang penghasil alam seperti Pulau Nipah, Pulau Tabuan, dan Pulau Kiluan.
"Beberapa bulan ini jumlah panenan pisang dari pulau-pulau seberang berkurang. Paling banyak seratus karung per hari dari yang biasanya bisa lebih," ujar Bana (70), pedagang pisang kepada Kompas.com saat ditemui di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).
Dampak dari fenomena tersebut turut membuat harga menjadi sedikit lebih tinggi dari biasanya.
Saat ini, harga per karung pisang Rp 25.000. "Untuk semua jenis pisang, mulai dari pisang ambon sampai pisang tanduk," ujar dia.
Sejumlah pedagang pisang menghitung jumlah panenan pisang di Pelabuhan Kelas III Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Lampung, Senin (18/5/2026).Tinggi air laut akibat perubahan cuaca di Teluk Semangka tersebut menjadi salah satu pemicu menurunnya hasil panenan pisang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang