Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: Demo Ricuh di Kaltim, Tuntutan Peserta Aksi Tak Digubris

Kompas.com, 22 April 2026, 07:28 WIB
Pandawa Borniat,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
0/0
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)
h (Pandawa Borniat/kompas.com)

KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, tepatnya di Jalan Gajah Mada, Samarinda, berujung ricuh, Selasa (21/4/2026) sore.

Awalnya, aksi yang dimulai sejak pukul 14.00 Wita tersebut berlangsung tertib dengan penyampaian orasi dari berbagai perwakilan massa.

Namun, situasi mulai memanas menjelang petang setelah tuntutan massa tak mendapat respons dari Gubernur atau Wakil Gubernur Kalimantan Timur yang enggan menemui pengunjuk rasa.

Baca juga: Demo di Kantor Gubernur Kaltim Ricuh, Sejumlah Peserta Aksi Diamankan

Tiga tuntutan utama

Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (21/4/2026), berujung ricuh.KOMPAS.COM/PANDAWA BORNIAT Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Jalan Gajah Mada, Samarinda, Selasa (21/4/2026), berujung ricuh.

Dalam aksinya, para pengunjuk rasa membawa tiga tuntutan utama, yakni:

  • Pertama, mendesak evaluasi seluruh kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
  • Kedua, menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
  • Ketiga, meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal.

Alih-alih menemui para pengunjuk rasa, Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud memilih ngeloyor pergi meninggalkan kantor sekitar pukul 21.10 Wita, atau sekitar satu jam usai massa berhasil dipukul mundur oleh aparat.

Dengan pengawalan ketat, Rudy berjalan cepat menuju rumah jabatan yang berjarak sekitar 10 meter tanpa memberikan pernyataan sedikit pun kepada awak media.

Sejumlah wartawan yang mencoba meminta keterangan terkait tuntutan massa maupun kericuhan yang pecah tidak mendapat respons. Rudy hanya berlalu dan langsung masuk ke kediaman dinasnya.

Baca juga: Demo Ricuh, Gubernur Kaltim Keluar Kantor Dikawal lalu Abaikan Massa dan Wartawan

Ngeloyor pergi

Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, berjalan meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju rumah jabatan dengan pengawalan aparat, Selasa (21/4/2026) malam, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan usai aksi unjuk rasa berujung ricuh.Pandawa Borniat/kompas.com Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Masud, berjalan meninggalkan Kantor Gubernur Kalimantan Timur menuju rumah jabatan dengan pengawalan aparat, Selasa (21/4/2026) malam, tanpa memberikan keterangan kepada wartawan usai aksi unjuk rasa berujung ricuh.
Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, menyebutkan, secara umum aksi unjuk rasa tersebut masih berjalan dalam batas wajar dan dapat dikendalikan.

“Terima kasih seluruh lapisan masyarakat, mahasiswa, dan peserta unjuk rasa. Hari ini pelaksanaan unjuk rasa bisa berjalan dengan damai, tertib, dan aspirasi juga sudah disampaikan,” ujar Endar saat dikonfirmasi.

Ia menambahkan, aspirasi massa sebelumnya telah diterima oleh pimpinan DPRD Kaltim. Sementara aksi di Kantor Gubernur juga disebutnya telah termonitor oleh pihak pemerintah daerah.

Baca juga: Renovasi Rujab Gubernur-Wagub Kaltim Rp 25 Miliar Disorot, DPRD: Bisa Dievaluasi, Bahkan Dinolkan

Sejumlah peserta aksi diamankan

Massa unjuk rasa disemprot oleh water Cannon pada aksi didepan kantor gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026)Pandawa Borniat/kompas.com Massa unjuk rasa disemprot oleh water Cannon pada aksi didepan kantor gubernur Kaltim, Selasa (21/4/2026)

Endar menegaskan bahwa aparat telah menjalankan prosedur sesuai standar operasional dalam mengendalikan situasi di lapangan.

“Secara umum pelaksanaan unjuk rasa berjalan dengan baik. Apa yang kita lakukan sudah sesuai standar operasi, dan semuanya bisa terkendali, aman. Tidak ada yang luka, tidak ada yang sakit,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui ada sejumlah peserta aksi yang diamankan oleh aparat dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan.

“Ada beberapa yang diamankan, tapi masih dalam tahap pemeriksaan. Pendekatan hukum represif akan kita lihat, tergantung tingkat kesalahannya. Jika tidak fatal, bisa menjadi pembinaan,” katanya lagi.

Ribuan mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).Pandawa Borniat/kompas.com Ribuan mahasiswa bersama sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur, Selasa (21/4/2026).
Dari ketiga tuntutan para peserta aksi, isu yang paling disorot adalah anggaran rumah jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim yang mencapai Rp 25 miliar.

Massa juga menyoroti pengadaan fasilitas seperti akuarium laut dan alat fitnes di rumah jabatan tersebut.

Selain itu, polemik sebelumnya terkait pengadaan mobil dinas mewah jenis Range Rover senilai Rp 8,5 miliar kembali diangkat dalam aksi tersebut dan memicu kemarahan massa.

Baca juga: Renovasi Anggaran Rumah Jabatan Gubernur Rp 25 M, Ketua DPRD Kaltim: Saya Enggak Ikut

Massa aksi melempari kantor gubernur Kaltim pada unjuk rasa didepan kantor gubernur pada Selasa (21/4/2026)Pandawa Borniat/kompas.com Massa aksi melempari kantor gubernur Kaltim pada unjuk rasa didepan kantor gubernur pada Selasa (21/4/2026)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
BERITA FOTO: Demo Ricuh di Kaltim, Tuntutan Peserta Aksi Tak Digubris
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat