Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kapan Pabrik Mobil Listrik BYD di Subang Mulai Beroperasi?

Kompas.com, 31 Mei 2026, 14:01 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pembangunan pabrik BYD di Indonesia semakin mendekati tahap akhir. Pabrikan kendaraan listrik asal China tersebut mengungkapkan bahwa fasilitas manufakturnya di Subang, Jawa Barat, kini sudah memasuki fase final sebelum resmi beroperasi penuh.

Kabar ini menjadi sinyal penting bagi industri otomotif nasional, mengingat pabrik BYD di Indonesia digadang-gadang sebagai salah satu fasilitas produksi kendaraan listrik terbesar di Asia Tenggara.

Baca juga: Hasil Kualifikasi Moto3 Italia 2026: Veda Ega Start ke-13

Head of Public & Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, mengatakan progres pembangunan pabrik terus berjalan sesuai rencana.

“Memang seperti saya sampaikan beberapa kali bahwa ini sudah masuk ke tahap paling akhir,” ujar Luther di Jakarta.

Baca juga: Hasil Kualifikasi MotoGP Italia 2026: Bezzecchi Pole Position

BYD M6 DMKOMPAS.com/Ruly Kurniawan BYD M6 DM

Produksi Kendaraan Sudah Mulai

Meski belum diumumkan beroperasi secara penuh, fasilitas tersebut diklaim sudah mulai memproduksi sejumlah kendaraan untuk kebutuhan tertentu.

Menurut Luther, beberapa unit yang digunakan untuk display di showroom, test drive, hingga kebutuhan pengujian telah diproduksi di pabrik tersebut.

“Dan kita lihat bersama juga ada beberapa kendaraan khususnya untuk display, test drive, kemudian kepentingan pengujian semuanya sudah diproduksi di fasilitas tersebut,” ucap Luther.

Baca juga: Klasemen MotoGP 2026 Usai Sprint Race Italia

BYD M6 PHEVKOMPAS.com/Rarin BYD M6 PHEV

Namun demikian, BYD masih harus menyelesaikan sejumlah tahapan akhir sebelum menyatakan fasilitas tersebut resmi berproduksi secara komersial.

“Namun memang ada beberapa hal yang kita harus finalisasi sehingga kami secara official belum menyatakan bahwa ini sudah berproduksi secara sepenuhnya. Mungkin tidak lama lagi dan dalam waktu dekat, akan segera kami informasikan,” kata Luther.

Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pengumuman resmi operasional penuh pabrik BYD kemungkinan hanya tinggal menunggu waktu.

Baca juga: Hasil Sprint Race MotoGP Italia 2026: Fernandez Menang

 Denza D9. Dok. BYD Indonesia Denza D9.

Jadi Salah Satu Pabrik Mobil Listrik Terbesar

Sebagai informasi, PT BYD Auto Indonesia tengah membangun fasilitas manufaktur kendaraan listrik seluas 108 hektare di kawasan Subang Smartpolitan.

Pabrik tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun, menjadikannya salah satu fasilitas produksi EV terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Kehadiran pabrik ini juga menjadi bagian dari komitmen BYD untuk memperkuat investasi jangka panjang di Indonesia, sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Baca juga: Yadea Permudah Kepemilikan GS70, dengan Program Tukar Tambah

Pabrik BYD di Zhengzhou, ChinaDok. BYD Pabrik BYD di Zhengzhou, China

Saat ini, lini produk BYD di Indonesia terdiri dari beberapa model kendaraan listrik, seperti BYD Dolphin, BYD Atto 3, BYD Seal, BYD Sealion, BYD M6, dan BYD Atto 1.

Di segmen premium, BYD juga menghadirkan Denza D9, sementara untuk segmen plug-in hybrid (PHEV), BYD M6 DM menjadi model pertama yang dipasarkan di Indonesia.

Jika pabrik Subang resmi beroperasi dalam waktu dekat, maka Indonesia berpotensi menjadi salah satu basis produksi penting BYD di kawasan, baik untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun ekspor ke negara lain.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau