Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Perang Mobil Listrik Rp 200 Jutaan: BYD dan Geely Dominasi Pasar

Kompas.com, 29 Mei 2026, 18:12 WIB
Donny Dwisatryo Priyantoro,
Aditya Maulana

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Pasar kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia kian bergeliat, khususnya di segmen harga Rp 200 jutaan. Menariknya, peta persaingan kini tidak lagi sekadar soal mobil mungil irit tempat, melainkan bergeser ke ranah SUV kompak dan hatchback yang lebih fungsional bagi keluarga urban.

Data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) periode Januari–April 2026 memperlihatkan gambaran yang cukup gamblang: pabrikan asal China masih jadi penguasa lantai pasar, sementara sejumlah nama baru tengah berjuang mencari celah.

Baca juga: Jajal Perdana MAB Solarky Sun V, Mobil Listrik Pakai Solar Panel

Geely dan BYD Mendominasi

Jika melihat angka penjualan, dua nama langsung mencuri perhatian: BYD dan Geely.
BYD Atto 1 Long Range yang dibanderol Rp 235 juta sukses membukukan 2.474 unit. Strategi BYD yang mengusung teknologi Blade Battery dengan jangkauan lebih jauh di harga kompetitif terbukti jitu memikat konsumen domestik.

BYD Atto 1 di IIMS 2026Dok. BYD BYD Atto 1 di IIMS 2026

Namun justru Geely yang tampil paling impresif. SUV kompak EX2 Max seharga Rp 269,9 juta menjadi yang terlaris di kelas ini dengan 2.547 unit. Varian entry-level-nya, EX2 Pro (Rp 239,9 juta), pun tidak kalah kompetitif dengan raihan 1.022 unit. Kepulangan Geely ke pasar Indonesia rupanya disambut hangat konsumen.

Wuling Tergeser, tapi Belum Habis

Pionir mobil listrik ringkas seperti Wuling Air ev kini harus legawa berada di bawah bayang-bayang para pendatang baru. Namun bukan berarti pamornya habis sepenuhnya.

Baca juga: Cara Kerja Solar Panel di Mobil Listrik MAB Solarky Sun V

Wuling Air ev Lite Long Range (Rp 251 juta) masih mencatatkan 101 unit, disusul varian Standard Range (Rp 214 juta) sebanyak 33 unit. Seres E1 L-Type (Rp 219 juta) pun masih mampu bertahan dengan kontribusi 50 unit. Segmen urban yang mengutamakan kepraktisan agaknya masih setia dengan pilihan ini.

VinFast VF e34KOMPAS.com/Ruly Kurniawan VinFast VF e34

VinFast Bermain Beda, Jaecoo Gigit Jari

VinFast, merek asal Vietnam itu, memilih strategi yang sedikit berbeda. Dengan mengandalkan skema sewa baterai untuk menekan harga awal, VF e34 (Rp 283 juta) membukukan 220 unit—angka yang cukup solid untuk pemain baru. Model kompaknya, VF 5, menorehkan 21 unit. Sebagai catatan, VF 5 dihargai Rp 212 juta untuk skema sewa baterai, atau Rp 272 jutaan jika membeli lengkap dengan baterainya.

Nasib kurang beruntung justru harus diterima Jaecoo. J5 EV Standard yang dipasarkan seharga Rp 279,9 juta belum mampu berbicara sama sekali—nol unit pada periode ini. Tantangan berat menanti merek ini untuk membuktikan diri di periode berikutnya.

Wuling Air ev Lite ditawarkan dengan harga Rp188.900.000 untuk wilayah Jakarta dengan memanfaatkan insentif PPN.dok. Wuling Wuling Air ev Lite ditawarkan dengan harga Rp188.900.000 untuk wilayah Jakarta dengan memanfaatkan insentif PPN.

Rekap Penjualan Mobil Listrik Rp 200 Jutaan (Januari–April 2026):

Model Harga Penjualan
Geely EX2 Max Rp 269,9 juta 2.547 unit
BYD Atto 1 Long Range Rp 235 juta 2.474 unit
Geely EX2 Pro Rp 239,9 juta 1.022 unit
VinFast VF e34 Rp 283 juta (sewa baterai) 220 unit
Wuling Air ev Lite Long Range Rp 251 juta 101 unit
Seres E1 L-Type Rp 219 juta 50 unit
Wuling Air ev Lite Standard Range Rp 214 juta 33 unit
VinFast VF 5 Rp 212 juta (sewa baterai) / Rp 272 jutaan (inc. baterai) 21 unit
Jaecoo J5 EV Standard Rp 279,9 juta 0 unit
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau