Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalan Raya Lenteng Agung Arah Depok Ambles, Lalu Lintas Macet Parah

Kompas.com, 29 Mei 2026, 10:48 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kemacetan panjang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah ruas jalan di atas saluran air ambles pada Kamis (28/5/2026) malam.

Peristiwa tersebut langsung memicu kepadatan lalu lintas dari arah Pasar Minggu menuju Depok.

Sartono, Kasatpel SDA kecamatan Jagakarsa, mengatakan, jalan ambrol terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.

Baca juga: Setelah SIM Digital, Korlantas Polri Akan Digitalisasi STNK dan BPKB

Kemacetan panjang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah ruas jalan di atas saluran air ambrol pada Kamis (28/5/2026) malam.KOMPAS.com/Dio Kemacetan panjang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah ruas jalan di atas saluran air ambrol pada Kamis (28/5/2026) malam.

"Bagian jalan yang runtuh berada tepat di atas saluran air dengan lebar sekitar 3 meter dan panjang mencapai 16 meter. Saluran tersebut menghubungkan Kali PHB UI dengan Sungai Ciliwung," kata Sartono di Jakarta, Jumat (29/5/2026).

Kemacetan

Akibat ambrolnya jalan, arus kendaraan di kawasan Lenteng Agung mengalami kemacetan cukup parah.

Antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga kawasan flyover Tapal Kuda dan diperkirakan hampir mencapai Stasiun Tanjung Barat.

Kondisi ini membuat laju kendaraan tersendat, terutama pada jam sibuk pagi hari. Pengendara dari arah Depok menuju Jakarta diimbau mencari jalur alternatif untuk menghindari kepadatan.

Untuk mengurangi risiko dan mengurai kemacetan, petugas melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sebagian ruas jalan yang terdampak ambrol.

Baca juga: Penundaan Insentif EV: Perhitungan Ulang Fiskal Demi Kebijakan Matang

Kemacetan panjang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah ruas jalan di atas saluran air ambrol pada Kamis (28/5/2026) malam.KOMPAS.com/Dio Kemacetan panjang terjadi di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan, setelah ruas jalan di atas saluran air ambrol pada Kamis (28/5/2026) malam.

Dari total tiga lajur yang biasa digunakan kendaraan, kini hanya satu lajur yang dapat dilintasi. Penyempitan jalan tersebut membuat volume kendaraan menumpuk dan menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik.

Petugas masih melakukan penanganan di lokasi sambil memantau kondisi struktur jalan agar tidak terjadi ambrol susulan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau