Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kenali Jalur Darurat di Jalan Tol, Bisa Jadi Penyelamat Saat Rem Blong

Kompas.com, 26 Mei 2026, 14:01 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kasus rem blong masih menjadi salah satu momok bagi pengemudi, terutama saat melintas di jalan menurun atau ruas tol dengan kontur berbukit.

Dalam kondisi darurat seperti ini, kepanikan sering membuat pengemudi sulit mengambil keputusan yang tepat.

Padahal di beberapa ruas tol dan jalur pegunungan, tersedia jalur darurat atau escape ramp yang dirancang khusus untuk membantu kendaraan menghentikan laju ketika mengalami gangguan pengereman.

Baca juga: Komparasi Toyota Vios Hybrid dan Mazda 2 Sedan

Training Director The Real Driving Centre (RDC), Marcell Kurniawan, mengatakan pengemudi perlu memahami keberadaan serta fungsi jalur darurat sebelum melakukan perjalanan, khususnya saat melewati jalur menurun panjang.

“Kalau rem sudah tidak bekerja optimal, arahkan kendaraan ke jalur darurat bila tersedia. Jalur ini memang dibuat untuk membantu memperlambat dan menghentikan kendaraan,” ujar Marcell kepada Kompas.com, Senin (26/5/2026).

Kerikil

Menurut dia, escape ramp biasanya berada di sisi jalan menurun dan memiliki permukaan khusus seperti kerikil atau tanjakan untuk membantu mengurangi kecepatan kendaraan secara bertahap.

Namun sayangnya, masih banyak pengendara yang belum memahami fungsi jalur tersebut. Tidak sedikit pula yang justru panik dan tetap memaksakan kendaraan berjalan di jalur utama meski sistem pengereman bermasalah.

Ilustrasi mengerem mobil.istimewa Ilustrasi mengerem mobil.

Marcell menjelaskan, saat rem mulai kehilangan fungsi, pengemudi sebaiknya tetap tenang dan fokus mengendalikan arah kendaraan. Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengocok pedal rem untuk memastikan apakah tekanan hidrolik masih bisa kembali bekerja.

Selain itu, pengemudi juga disarankan memanfaatkan engine brake dengan melakukan down shift secara bertahap agar laju kendaraan dapat berkurang tanpa mengandalkan rem utama sepenuhnya.

“Kalau menggunakan rem tangan, lakukan perlahan sedikit demi sedikit tanpa melepas tombol pengunci supaya roda belakang tidak langsung terkunci,” katanya.

Electronic Parking Brake

Pada mobil modern yang sudah menggunakan Electronic Parking Brake (EPB), pengemudi juga bisa memanfaatkan fitur emergency braking dengan menarik dan menahan tombol EPB agar sistem membantu memperlambat kendaraan.

Meski demikian, Marcell menegaskan jalur darurat tetap menjadi pilihan paling aman apabila tersedia di sekitar lokasi kejadian. Karena itu, pengemudi perlu lebih peka terhadap rambu-rambu escape ramp, terutama saat melintasi jalan tol menurun.

“Jangan tunggu panik baru mencari jalur darurat. Pengemudi sebaiknya sudah aware sejak awal perjalanan,” ucapnya.

Baca juga: Sektor Tambang Penuh Tekanan, UD Trucks Fokus Jual Truk Logistik

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kondisi sistem pengereman kendaraan, termasuk rutin memeriksa minyak rem dan menghindari penggunaan rem berlebihan saat melewati turunan panjang agar risiko rem overheat bisa dicegah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau