Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Proving Ground BPLJSKB: Uji Kelayakan Kendaraan Berstandar Global

Kompas.com, 6 Mei 2026, 07:02 WIB
Gilang Satria,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) memastikan kendaraan bermotor yang beredar di Indonesia memenuhi standar keselamatan dan kelayakan jalan.

Berlokasi di Cibitung, Bekasi, Jawa Barat, fasilitas ini dilengkapi proving ground yang digunakan untuk melakukan berbagai pengujian tipe, pemeriksaan konstruksi, hingga sertifikasi laik jalan kendaraan bermotor.

Setiap kendaraan yang dipasarkan telah melalui proses verifikasi teknis yang ketat.

Baca juga: Mitsubishi Resmikan Diler Pertama di Gowa dengan Fasilitas 3S

Sebagai unit pelaksana teknis di bawah Kementerian Perhubungan, BPLJSKB memiliki peran strategis dalam menjamin kendaraan yang beredar di masyarakat telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Proving Ground BPLJSKB BekasiKEMENHUB Proving Ground BPLJSKB Bekasi

Kepala BPLJSKB, Iman Sukandar, mengatakan bahwa fasilitas ini terus mengalami perkembangan signifikan, terutama sejak hadirnya proving ground berstandar lebih tinggi.

“Area kita kurang lebih 90 hektar di area sini secara keseluruhan. Kami sudah berdiri sejak tahun 1988, jadi sudah 38 tahun,” kata Iman kepada Kompas.com, di Bekasi, Jawa Barat, Selasa (5/5/2026).

“Tapi saya sampaikan tadi, setahun terakhir ini ada perkembangan yang cukup signifikan dengan fasilitas proving ground ini,” ujarnya.

Baca juga: Toyota Rush Nyemplung ke Kali karena Cari Kartu Tol, Bukti Penting Fokus Berkendara

Pembangunan proving ground BPLJSKB merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) yang dimulai sejak 2023, dan resmi beroperasi pada Agustus 2025.

Proving Ground BPLJSKB BekasiKEMENHUB Proving Ground BPLJSKB Bekasi

Seiring dengan hadirnya infrastruktur tersebut, BPLJSKB kini memiliki berbagai fasilitas modern untuk mendukung uji tipe kendaraan bermotor.

Pengujian yang dilakukan mencakup berbagai aspek penting, seperti sistem pengereman (braking system), akurasi speedometer, kebisingan (noise emission), kaca spion (rear view mirror), peralatan kemudi (steering equipment), hingga emisi gas buang (exhaust emission).

Selain itu, proving ground juga dilengkapi lintasan khusus, mulai dari general road untuk simulasi kondisi jalan umum, high speed track guna menguji kecepatan dan stabilitas, lintasan kering untuk uji pengereman, lintasan tanjakan, hingga lintasan off road untuk menguji suspensi dan kestabilan kendaraan.

Tidak hanya itu, secara keseluruhan terdapat 16 tahapan pengujian yang mengacu pada aspek keselamatan, lingkungan hidup, serta performa kendaraan.

Baca juga: Berkendara Motor Aman Saat Hujan dan Lewati Genangan Air

Beberapa di antaranya meliputi uji rem, uji kursi, audible warning device, sabuk pengaman, uji tabrak atau crash test, hingga electronic stability control (ESC).

Pengujian yang dilakukan mengacu pada standar internasional, termasuk regulasi United Nations Economic Commission for Europe (UNR), serta standar yang berlaku di negara-negara ASEAN.

Baca juga: Bocoran Skema Insentif Mobil Listrik, Pakai Baterai Nikel Dapat Lebih Besar

“Jadi kalau dulu selama ini mungkin standarnya nasional saja, sekarang kombinasi nasional dan internasional. Beberapa fasilitas pengujian juga kita sudah terakreditasi. Sistem manajemen untuk laboratorium pengujian selalu kita update,” kata Iman.

Dengan fasilitas dan standar yang terus ditingkatkan, kehadiran BPLJSKB diharapkan mampu mendorong industri otomotif nasional agar semakin kompetitif.

Selain itu, keberadaan lembaga ini juga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat sebagai pengguna kendaraan bermotor.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau