Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jelang Mudik, Ban Serep Disarankan Punya Tekanan Lebih Tinggi

Kompas.com, 3 Maret 2026, 15:41 WIB
Muh. Ilham Nurul Karim,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjelang musim mudik, pengecekan mobil merupakan langkah penting untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan lancar.

Selain memeriksa kondisi mesin dan sistem pengereman, tekanan ban, termasuk ban serep, juga perlu mendapat perhatian agar kendaraan siap menghadapi perjalanan jauh.

Product Marketing Manager Michelin Indonesia, Mochammad Fachrul Rozi, mengingatkan bahwa ban serep justru harus dipastikan dalam kondisi prima sebelum digunakan untuk perjalanan jauh seperti mudik.

Salah satu caranya adalah memberikan tekanan udara sedikit lebih tinggi dibanding ban yang dipakai harian.

Baca juga: Pelek Berkarat Bukan Cuma Karena Mobil Sering Digunakan

“Selalu berikan tekanan udara yang lebih tinggi pada ban serep, mengingat kita tidak tahu kapan ban serep akan digunakan,” ujar Fachrul kepada Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, ban serep biasanya disimpan dalam waktu lama sehingga berpotensi mengalami penurunan tekanan secara alami.

Ia menjelaskan, meski tidak digunakan, tekanan udara dalam ban tetap bisa berkurang karena perubahan suhu dan proses alami keluarnya udara melalui pori-pori karet.

Ada beberapa alasan ukuran ban serep lebih kecil dari ban utama.Sun Motor Group Ada beberapa alasan ukuran ban serep lebih kecil dari ban utama.

Jika dibiarkan terlalu lama tanpa pengecekan, bukan tidak mungkin ban serep sudah dalam kondisi kempis saat benar-benar dibutuhkan di tengah perjalanan mudik.

Karena itu, Fachrul menyarankan pemeriksaan dilakukan secara rutin, minimal satu bulan sekali.

“Lakukan pengecekan tekanan udara ban serep secara rutin, setidaknya satu bulan sekali agar ban serep siap digunakan saat dibutuhkan,” kata dia.

Dalam konteks mudik, kesiapan ban serep menjadi semakin penting. Perjalanan panjang, beban kendaraan yang lebih berat karena membawa penumpang dan barang, serta kondisi jalan yang beragam meningkatkan potensi tekanan ekstra pada ban utama.

Baca juga: Rekayasa Lalu Lintas Cap Go Meh 2026 di Pancoran: Simak Pengalihan Arusnya

Ban serep yang siap pakai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga faktor keselamatan. Ketika terjadi kebocoran di jalur yang sepi atau jauh dari bengkel, ban serep dengan tekanan ideal dapat menghemat waktu, mengurangi risiko, dan membantu perjalanan mudik tetap lancar hingga sampai tujuan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau