Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Menko Polkam Minta Forkopimda Sulawesi Perkuat Sinergi Membangun Daerah

Kompas.com, 30 Mei 2026, 19:45 WIB
Yogarta Awawa Prabaning Arka,
Yohanes Enggar Harususilo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Sulawesi terus memperkuat sinergi menjaga stabilitas wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal itu disampaikan Djamari dalam acara Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5/2026).

Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kompas.com tersebut memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah berprestasi dalam empat kategori, yakni penurunan tingkat pengangguran, creative financing, pengendalian inflasi, serta penanggulangan kemiskinan dan penurunan stunting.

Baca juga: Menko Polkam Apresiasi Pemenang Pemda Berprestasi 2026, Sebut Itu Hasil Kerja Sama Forkopimda

Dalam sambutannya, Djamari mengapresiasi kinerja pemerintah daerah dan seluruh unsur Forkopimda di Regional Sulawesi. Menurutnya, capaian yang diraih daerah tidak terlepas dari kerja sama berbagai pihak di lapangan.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh Forkopimda di Regional Sulawesi yang sudah membawa masyarakat kita dalam keadaan tenang, aman, serta meningkat keadaannya dibandingkan sebelumnya,” ujar Djamari dalam siaran tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (30/5/2026).

Baca juga: Menko Polkam Minta Kepala Daerah di Sulawesi Perkuat Kekompakan demi Kesejahteraan Warga

Ia mengatakan, ajang Apresiasi Pemda 2026 menunjukkan bahwa kompetisi antardaerah semakin ketat. Selisih penilaian antardaerah, kata dia, sangat tipis sehingga daerah yang belum memperoleh penghargaan tidak perlu berkecil hati.

“Apa yang kita capai pada hari ini harus dijadikan titik awal untuk lebih meningkatkan lagi. Yang belum mendapatkan, jangan kecewa. Saya melihat angka-angkanya terlalu tipis,” katanya.

Baca juga: Menko Polkam: Polisi Pelindung dan Pengayom Masyarakat Jangan hanya Jadi Slogan

Djamari menilai, kondisi tersebut menunjukkan bahwa banyak daerah di Sulawesi telah berada pada jalur yang baik dalam menjalankan pemerintahan dan pelayanan publik.

Karena itu, penghargaan yang diberikan dalam ajang tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi daerah untuk terus memperbaiki kinerja, bukan sekadar menjadi seremoni.

Djamari juga menekankan pentingnya kebersamaan dalam menjalankan tugas pemerintahan. Menurutnya, tantangan pembangunan daerah tidak dapat diselesaikan satu pihak saja.

“Tingkatkan kebersamaan di antara kita karena tidak ada pekerjaan yang bisa kita selesaikan oleh satu bagian saja. Kita harus mengerjakannya bersama-sama,” ucapnya.

Menko Polkam Djamari Chaniago saat menyerahkan penghargaan. 
DOK. Istimewa. Menko Polkam Djamari Chaniago saat menyerahkan penghargaan.

Ia menegaskan, kerja bersama antara pemerintah daerah, TNI, Polri, kejaksaan, dan unsur terkait lainnya harus bermuara pada tujuan utama, yakni menyejahterakan masyarakat.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Djamari meminta seluruh unsur di daerah menjaga tekad, semangat, dan konsistensi dalam menjalankan tugas.

“Kita harus tetap kuat, semangat kita selalu membara, tidak pernah kenal lelah, dan pantang menyerah. Baru kita akan bisa mencapai apa yang kita inginkan, yaitu membahagiakan dan menyejahterakan masyarakat kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, Djamari juga menyampaikan salam dari Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh peserta yang hadir.

Ia mengatakan, Presiden berpesan agar pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait terus melanjutkan perjuangan dalam membangun daerah dan melayani masyarakat.

“Teruskan perjuangan kita. Yakini bahwa jalan kita sudah benar, tinggal kesungguhan untuk melakukannya. Bersama-sama kita pasti bisa mengerjakan itu semua,” ujar Djamari.

Djamari pun menyampaikan selamat kepada daerah yang meraih penghargaan dalam Apresiasi Pemda 2026 Regional Sulawesi.

Ia berharap, capaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh daerah untuk terus meningkatkan kualitas pemerintahan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.



Terkini Lainnya
Anggota Dewan Ungkap Alasan Dukung RUU Pemilu Atur Sanksi bagi Pelaku Politik Uang
Anggota Dewan Ungkap Alasan Dukung RUU Pemilu Atur Sanksi bagi Pelaku Politik Uang
Nasional
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Nasional
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Nasional
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
Nasional
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Nasional
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Nasional
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Nasional
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Nasional
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Nasional
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Nasional
Kondisi Ekonomi Kita
Kondisi Ekonomi Kita
Nasional
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Nasional
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Nasional
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Nasional
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau