Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pertamina Sebut NOC Berperan Jaga Ketahanan Energi Nasional dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi 

Kompas.com, 22 Mei 2026, 14:52 WIB
Tsabita Naja,
DWN

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Pertamina (Persero) menegaskan bahwa perusahaan minyak milik negara atau National Oil Company (NOC) memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Peran tersebut semakin penting di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, dinamika pasar energi global, dan tantangan transisi energi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza dalam diskusi bertema "Global Challenges: NOCs at the Heart of Energy Resilience" pada rangkaian IPA Convex ke-50 di ICE BSD, Tangerang, Banten, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, NOC tidak hanya berfungsi sebagai entitas bisnis, tetapi juga menjalankan mandat untuk berkontribusi terhadap perekonomian sekaligus menjaga ketahanan energi nasional.

Baca juga: Harkitnas 2026 Jadi Momentum Pertamina Perkuat Ketahanan Energi

“Karena itu, strategi pengembangan energi tidak hanya bertumpu pada minyak, tetapi juga perlu memperkuat peran gas bumi sebagai energi transisi yang mampu menyediakan energi lebih terjangkau dengan emisi yang lebih rendah,” ujar Oki dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Jumat (22/5/2026).

Selain menjaga ketahanan energi, NOC juga berperan menciptakan efek berantai melalui hilirisasi yang dapat membuka lapangan kerja dan memaksimalkan nilai tambah sumber daya nasional.

Dalam konteks tersebut, gas bumi menjadi salah satu elemen penting karena mampu mendukung keamanan pasok energi sekaligus transisi menuju sistem energi yang lebih rendah emisi.

Untuk mencapai tujuan tersebut, kata Oki, Pertamina terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, mitra strategis, dan lembaga pembiayaan.

Baca juga: Di Tengah Ketidakpastian Global, Pemerintah dan Pertamina Perkuat Kolaborasi Jaga Pasokan Energi

Ia mengatakan, berbagai proyek energi berskala besar di dunia menunjukkan bahwa sinergi yang kuat antara negara dan korporasi menjadi faktor penting dalam menciptakan ketahanan sektor energi dalam jangka panjang.

Oki mencontohkan pengembangan proyek LNG Mozambique yang didukung Pemerintah Jepang melalui peran berbagai instrumen negara.

Dalam proyek tersebut, Pemerintah Jepang tidak hanya memberikan dukungan kebijakan, tetapi juga berkontribusi memperkuat keekonomian dan kelayakan proyek melalui partisipasi equity JOGMEC, pembiayaan JBIC, asuransi NEXI, serta dukungan offtaker LNG jangka panjang dari perusahaan Jepang seperti JERA.

“Contoh global menunjukkan bahwa proyek energi strategis membutuhkan dukungan kuat. Pemerintah dapat berperan melalui pembiayaan, asuransi, kepastian pasar, dan kebijakan yang membuat proyek menjadi bankable. Dengan begitu, NOC dapat menjalankan mandat ketahanan energi secara lebih efektif, tetapi tetap menjaga disiplin investasi,” jelas Oki.

Baca juga: Proyek Energi Terbarukan dengan Baterai di Eropa Naik 450 Persen pada 2030

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi minyak dan gas bumi (migas) domestik untuk memperkecil kesenjangan kapasitas pengolahan dan produksi nasional.

Saat ini, kapasitas pengolahan kilang Pertamina mencapai sekitar 1 juta barel per hari, sedangkan produksi minyak mentah berada di kisaran 600.000 barel per hari.

“Kami terus menjalankan berbagai inisiatif untuk meningkatkan produksi. Pada saat yang sama, kami juga memperkuat portofolio gas bumi melalui partisipasi dalam proyek-proyek strategis,” kata Oki.

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Nasional
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Nasional
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Nasional
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Nasional
Kondisi Ekonomi Kita
Kondisi Ekonomi Kita
Nasional
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Nasional
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Nasional
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Nasional
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Nasional
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Nasional
Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang
Seskab Teddy Ungkap Jumlah Rombongan Prabowo ke Luar Negeri Sudah Berkurang Separuh, Dulu 120 Orang
Nasional
Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia
Teddy Bongkar Alasan Prabowo Kerap ke Luar Negeri: Dunia sedang Krisis, Harus Dekat dengan Pemimpin Dunia
Nasional
Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Menaker Yassierli Ajak Generasi Muda Hidupkan Pancasila di Kehidupan Sehari-hari
Nasional
Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran
Teddy Ungkap Prabowo Tanggung Sendiri Biaya Perjalanan Luar Negeri jika Sudah Melebihi Anggaran
Nasional
Pengamat: Keakraban Prabowo-Megawati Baik, tetapi Sikap PDI-P Tak Boleh Melemah
Pengamat: Keakraban Prabowo-Megawati Baik, tetapi Sikap PDI-P Tak Boleh Melemah
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau