Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
KILAS

Pertamina dan Departemen Energi AS Bahas Penguatan Pasokan Energi dan Infrastruktur Strategis

Kompas.com, 11 Mei 2026, 11:38 WIB
I Jalaludin S,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com  — PT Pertamina (Persero) melakukan pertemuan dengan United States of America (US) Department of Energy (DOE) di Washington, DC. 

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto pascakunjungan kerja ke Amerika Serikat (AS) pada Februari 2026.

Kegiatan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk memperkuat hubungan Indonesia–AS melalui penjajakan kerja sama strategis di sektor energi.

Pertemuan itu dihadiri Wakil Direktur Utama Pertamina Oki Muraza, Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita, serta sejumlah pejabat DOE, antara lain Deputy Assistant Secretary for Asia and the Americas Elizabeth Urbanas, Deputy Assistant Secretary for International Cooperation Aleshia Duncan, dan Director of Asian Affairs, Margaux Murali.

Diskusi itu membahas penguatan kerja sama perdagangan energi, keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi migas, hingga peluang kolaborasi pengembangan migas nonkonvensional antara kedua negara.

Baca juga: Pertamina Akui Harga Keekonomian Pertamax Bisa Tembus Rp 17.000 per Liter

Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza menyampaikan, AS merupakan salah satu mitra strategis Pertamina dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Sementara itu, kata dia, Indonesia merupakan salah satu negara dengan pertumbuhan konsumsi energi tercepat di kawasan Asia Pasifik sehingga membutuhkan pasokan energi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. 

“Oleh karena itu, Pertamina terus memperkuat kemitraan strategis dengan AS untuk mendukung keamanan pasokan energi, pengembangan teknologi, serta peningkatan kapasitas sektor energi nasional,” jelasnya dalam keterdanganan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2026).

Saat ini, AS menjadi salah satu pemasok energi utama bagi Pertamina. Lebih dari 70 persen impor liquefied petroleum gas (LPG) Indonesia berasal dari AS dengan volume mencapai sekitar 5 juta metric ton (MT) pada 2025.

Untuk menjaga kepastian pasokan energi dan mendukung stabilitas harga domestik, Pertamina juga mendorong penguatan kerja sama jangka panjang melalui skema long-term contract (LTC) dengan produsen dan eksportir energi asal AS.

Baca juga: UMKM Mitra Binaan Pertamina Mengudara, Kini Menjangkau Penumpang Pesawat Pelita Air

Selain LPG, Pertamina juga terus menjajaki impor minyak mentah dari AS, seiring dengan pengembangan kapasitas kilang nasional melalui program Refinery Development Master Plan (RDMP).

Pertamina melihat bahwa peluang peningkatan pengolahan crude jenis light sweet crude, seperti WTI dari AS.

Kolaborasi dengan perusahaan AS

Dalam pertemuan tersebut, Pertamina dan DOE juga membahas peluang knowledge sharing terkait pengelolaan Strategic Petroleum Reserve (SPR).

Kedua pihak turut membicarakan pengembangan infrastruktur penyimpanan energi guna memperkuat ketahanan energi nasional serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan global.

Selain penguatan perdagangan energi, Pertamina mendorong kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan energi AS dalam pengembangan sumber daya migas nonkonvensional di Indonesia. 

Baca juga: Dorong Produksi Migas, Pertamina Jajaki Kerja Sama dengan EOG Resources

Halaman:
Bahas berita ini dengan KARIN
KARIN
KARIN
Hai
KARIN siap bantu kamu menemukan jawaban lebih cepat.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Nikmati Fitur Lengkap KARIN dengan KOMPAS.com PLUS

Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.

Baca tentang


Terkini Lainnya
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Hingga Akhir Mei, Kerugian Korban Penipuan Haji Capai Rp 21,7 Miliar
Nasional
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Satgas Haji Polri Ungkap 550 Calon Jemaah Jadi Korban Penipuan dan Haji Nonprosedural
Nasional
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
BGN Gandeng Sekolah hingga Pemda Perkuat Validasi Data Penerima MBG
Nasional
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Rencana MBG Meluncur ke Luar Negeri, Anak PMI di Jeddah Jadi Sasaran
Nasional
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Putusan MK Dinilai Memaksa Parpol Ubah Strategi Rekrutmen untuk Pemilu 2029
Nasional
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Kewajiban Kuota 30 Persen Caleg Perempuan Kian Perkuat Politik Afirmasi
Nasional
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Mengapa Jemaah Haji Indonesia Dilarang Membawa Air Zam-zam Saat Penerbangan Pulang?
Nasional
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Selamat Jalan Ryamizard: Jenderal Garang, Sederhana, namun Humanis
Nasional
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Dugaan Ekspor Tanah Jarang dan Radioaktif: Aparat vs Swasta Saling Tepis
Nasional
Kondisi Ekonomi Kita
Kondisi Ekonomi Kita
Nasional
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Hari Ini, Nadiem Makarim Bacakan Nota Pembelaan Kasus Chromebook
Nasional
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Pernah Terjadi 2025, Momen Prabowo Megawati Bergandengan Kembali Terulang 2026
Nasional
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Prabowo Sering ke Luar Negeri, Seskab Teddy: Investasi Masuk Rp 2.430 Triliun ke RI
Nasional
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Dino Sebut Presiden Negara Lain Tak Direspons Prabowo Saat Mau Bertemu, Seskab Beri Klarifikasi
Nasional
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Seskab Teddy Ungkap Jadwal Kunker Luar Negeri Prabowo Sudah Diatur Setahun Sebelumnya
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau