JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah akan menata ulang pendidikan karakter. Akan dibikin seperti apa?
“Pemerintah Tata Ulang Pendidikan Karakter Bangsa,” demikian judul siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Pembnagunan Manusia dan Kebudayaan, Juli (10/7/2025).
Baca juga: Pemerintah Fokus Pendidikan Karakter Pelajar, Jumlah Guru BK Akan Ditambah
Dijelaskan dalam siaran pers tersebut, pemerintah tengah memperkuat sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk menata ulang arah kebijakan pendidikan karakter nasional.
Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK, Warsito, menegaskan bahwa pembangunan karakter tidak bisa lagi berjalan sektoral maupun parsial.
“Dalam menghadapi disrupsi teknologi, perubahan sosial, hingga budaya digital yang cepat, pendekatan kolektif menjadi kunci,” kata Warsito.
Baca juga: Hari Santri 2024, Pimpinan DPR Ingatkan Pendidikan Karakter bagi Santri
Dia mengatakan bahwa pendidikan karakter tidak bisa hanya dibebankan kepada sekolah.
“Ini adalah tanggung jawab kolektif lintas sektor, lintas institusi, dan seluruh ekosistem bangsa termasuk keluarga, media, dunia usaha, dan masyarakat sipil,” tambah Warsito.
Hal ini juga merupakan evaluasi menyeluruh terhadap implementasi Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter (PPK).
Pemerintah juga membahas berbagai dinamika lapangan dan kemungkinan perlunya reformulasi arah kebijakan karakter ke depan, termasuk revisi regulasi serta penguatan koordinasi operasional antar lembaga.
Kepala Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen, Rusprita Putri Utami, menjelaskan bahwa pendekatan karakter di satuan pendidikan kini mengacu pada delapan profil pelajar Pancasila yang terintegrasi dalam rapor pendidikan.
“Selain indeks karakter, penguatan iklim kebhinekaan, inklusivitas, serta indeks keamanan satuan pendidikan menjadi indikator penting,” jelas Rusprita. “Program karakter juga diarahkan untuk mendukung pilar-pilar pembangunan nasional dalam Asta Cita,” tambah dia.
Baca juga: Cegah Perundungan di Sekolah, Pendidikan Karakter Perlu Ditekankan
Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi SDM Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki, menekankan pentingnya moderasi beragama dan nilai-nilai universal seperti toleransi, nasionalisme, dan anti kekerasan.
Ia juga menyoroti pelatihan kepemimpinan bagi rektor PTKN dan kepala kantor wilayah, serta penguatan bimbingan keluarga sakinah.
“Survei indeks karakter siswa madrasah aliah menunjukkan peningkatan nilai gotong royong, integritas, dan kemandirian,” tambah dia.
Sementara itu, Direktur Bina Ideologi, Karakter, dan Wawasan Kebangsaan Kementerian Dalam Negeri, Sri Handoko Taruna, mengingatkan bahwa tantangan ekstremisme juga menyasar ASN, guru, dan mahasiswa.
Dapatkan lebih banyak kuota, pahami berita lebih cepat, dan gali konteks mendalam dari artikel KOMPAS.com.