MEDAN, KOMPAS.com - Satu unit mobil crane dikerahkan untuk mengevakuasi bus Halmahera yang masuk ke parit sedalam empat meter pasca-kecelakaan dengan mobil pikap yang membawa ayam.
Peristiwa yang menewaskan empat orang penumpang itu terjadi di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi atau tepat di Km 63+200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026) pukul 06.00 WIB.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama atau lebih dari tiga jam.
Seorang kru dari bus Halmahera terlihat sedang mengumpulkan serpihan barang-barang pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.Kesulitan dialami petugas karena bus jenis Scania K410 CB itu selain bobotnya yang berat, posisinya juga berada di bawah badan jalan.
Bus yang sudah rusak berat tersebut pun baru bisa diangkat dan diletakkan di badan jalan pada pukul 16.00 WIB.
Mobil Crane saat menarik bus Halmahera dari parit pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.Penarikan bus itu pun sempat memicu terjadinya kemacetan di ruas tol menuju Lubuk Pakam hingga ke Kota Medan.
Selain empat penumpang bus meninggal dunia, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk 2 di antaranya yang di mobil pikap.
Salah seorang petugas dari Jasa Marga Tol sedang berada di lokasi untuk memantau lalu lintas pasca kecelakaan bus Halmahera dengan mobil Pikap di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, mengatakan insiden terjadi pukul 06.30 WIB.
Mulanya, kendaraan Mitsubishi L300 bermuatan ternak ayam datang dari arah Kota Tebing Tinggi menuju Kota Medan.
"Setibanya di KM 63.200 B (lokasi kejadian) pikap tersebut mengalami patah as roda sehingga kendaraan tersebut terguling dan akhirnya melintang di tengah jalan," ujar Dhery.
Barang-barang milik penumpang bus Halmahera, seperti sandal, sepatu hingga selimut terlihat dikumpulkan setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.Secara bersamaan, posisi bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA melintas di dekat pikap sehingga tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.
"Kemudian bus tersebut oleng ke kiri sehingga terperosok dan terguling keluar badan ruas tol," kata Dhery.
Akibat insiden ini, 18 orang penumpang bus luka ringan, 1 orang luka berat, dan 4 penumpang bus tewas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang