Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

BERITA FOTO: Evakuasi Kecelakaan Bus Halmahera, 4 Penumpang Meninggal Dunia

Kompas.com, 12 Mei 2026, 18:19 WIB
Cristison Sondang Pane,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
0/0
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)
h (KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE)

MEDAN, KOMPAS.com - Satu unit mobil crane dikerahkan untuk mengevakuasi bus Halmahera yang masuk ke parit sedalam empat meter pasca-kecelakaan dengan mobil pikap yang membawa ayam.

Peristiwa yang menewaskan empat orang penumpang itu terjadi di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi atau tepat di Km 63+200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026) pukul 06.00 WIB.

Proses evakuasi berlangsung cukup lama atau lebih dari tiga jam.

Seorang kru dari bus Halmahera terlihat sedang mengumpulkan serpihan barang-barang pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE Seorang kru dari bus Halmahera terlihat sedang mengumpulkan serpihan barang-barang pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.

Kesulitan dialami petugas karena bus jenis Scania K410 CB itu selain bobotnya yang berat, posisinya juga berada di bawah badan jalan.

Bus yang sudah rusak berat tersebut pun baru bisa diangkat dan diletakkan di badan jalan pada pukul 16.00 WIB.

Mobil Crane saat menarik bus Halmahera dari parit pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE Mobil Crane saat menarik bus Halmahera dari parit pasca kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.

Penarikan bus itu pun sempat memicu terjadinya kemacetan di ruas tol menuju Lubuk Pakam hingga ke Kota Medan.

Selain empat penumpang bus meninggal dunia, 19 orang mengalami luka-luka, termasuk 2 di antaranya yang di mobil pikap.

Salah seorang petugas dari Jasa Marga Tol sedang berada di lokasi untuk memantau lalu lintas pasca kecelakaan bus Halmahera dengan mobil Pikap di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE Salah seorang petugas dari Jasa Marga Tol sedang berada di lokasi untuk memantau lalu lintas pasca kecelakaan bus Halmahera dengan mobil Pikap di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.

Kronologi Kecelakaan Bus Halmahera

Kepala Satuan Patroli Jalan Raya (Kasat PJR) Polda Sumut, AKBP Dhery Fajariandono, mengatakan insiden terjadi pukul 06.30 WIB.

Mulanya, kendaraan Mitsubishi L300 bermuatan ternak ayam datang dari arah Kota Tebing Tinggi menuju Kota Medan.

"Setibanya di KM 63.200 B (lokasi kejadian) pikap tersebut mengalami patah as roda sehingga kendaraan tersebut terguling dan akhirnya melintang di tengah jalan," ujar Dhery.

Barang-barang milik penumpang bus Halmahera, seperti sandal, sepatu hingga selimut terlihat dikumpulkan setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.KOMPAS.com/CRISTISON SONDANG PANE Barang-barang milik penumpang bus Halmahera, seperti sandal, sepatu hingga selimut terlihat dikumpulkan setelah mengalami kecelakaan di ruas Tol Medan-Tebing Tinggi, KM 63 200 B, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, Senin (11/5/2026). Dalam peristiwa ini, 4 penumpang bus meninggal dunia dan 19 orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk 2 orang yang ada di dalam mobil Pikap jenis L300.

Secara bersamaan, posisi bus Halmahera bernomor polisi BK 7347 UA melintas di dekat pikap sehingga tabrakan pun tidak bisa dihindarkan.

"Kemudian bus tersebut oleng ke kiri sehingga terperosok dan terguling keluar badan ruas tol," kata Dhery.

Akibat insiden ini, 18 orang penumpang bus luka ringan, 1 orang luka berat, dan 4 penumpang bus tewas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau