Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ahmadinejad, Ikon Anti-Israel yang Muncul dalam Skenario AS untuk Iran

Kompas.com, 30 Mei 2026, 20:00 WIB
BBC INDONESIA,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

TEHERAN, KOMPAS.com - "Perlu Anda ketahui bahwa rezim yang dibenci ini [Israel] berada di jalur menuju kehancuran. Dengan kehendak Tuhan, rezim ini akan runtuh dan tidak ada faktor yang dapat menyelamatkannya. Rezim ini telah mencapai akhir perjalanannya dan akan segera dihapus dari peta geografis."

Selama bertahun-tahun, pernyataan seperti ini menjadikan mantan Presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad, sebagai salah satu tokoh anti-Israel paling dikenal di dunia.

Dia menyangkal Holocaust, menyamakan Israel dengan "sel kanker", dan membela pengembangan program nuklir Iran meskipun menghadapi sanksi, sikap yang membuat para pejabat Israel kerap merujuknya ketika menjelaskan mengapa mereka meyakini Iran merupakan ancaman nyata.

Ahmadinejad kembali jadi sorotan setelah the New York Times melaporkan Amerika Serikat dan Israel punya "perencanaan pascaperang" yang melibatkan pria tersebut.

Baca juga: Iran Beri China-Rusia Hak Istimewa di Selat Hormuz, Dapat Perlakuan Khusus

Dalam perencanaan itu, mereka mempertimbangkan opsi Ahmadinejad memisahkan diri dari struktur keamanan Iran dan muncul sebagai calon pemimpin Iran di masa depan.

Namun, menurut laporan The New York Times, rencana itu gagal karena serangan untuk membebaskan Ahmadinejad dari tahanan rumah pada awal perang justru melukainya.

Ahmadinejad dan para sekutunya belum menanggapi klaim tersebut, dan keberadaannya saat ini masih belum diketahui.

Laporan berita itu disambut skeptisisme oleh banyak analis AS dan Israel. Mereka mempertanyakan mengapa kedua negara itu mempertimbangkan bekerja sama dengan seseorang yang lama dikenal dengan retorika anti-Israel.

Kontradiksi ini juga mendorong sebagian pihak untuk meninjau ulang citra Ahmadinejad.

Baca juga: Pertemuan Rahasia di Gedung Putih Berakhir, Tak Ada Keputusan Final soal Iran

Musuh yang berguna bagi Israel?

Untuk memahami topik ini, kita perlu kembali ke masa ketika Ahmadinejad pertama kali berkuasa dalam politik Iran.

Pada 2003, ia terpilih sebagai wali kota Teheran, meskipun sebelumnya relatif tidak dikenal sebagai tokoh politik.

Pada 2005, ia berkuasa sebagai presiden, dengan dukungan nyata dari pemimpin tertinggi yang sangat berkuasa, Ali Khamenei.

Selama kampanyenya, ia menggunakan slogan tentang keadilan, kesederhanaan, dan pemberantasan korupsi. Dengan cepat dia menjadi tokoh global bukan karena kebijakan domestik, melainkan karena pernyataannya tentang Israel, AS, dan Holocaust.

Pada Oktober 2005, dalam konferensi "Dunia Tanpa Zionisme" di Teheran, Ahmadinejad mengatakan, "dunia tanpa Amerika dan Zionisme dapat dicapai."

Baca juga: Iran Buka Suara, Sebut Trump Berbohong soal Selat Hormuz

Sekitar setahun kemudian, Konferensi Internasional untuk Meninjau Visi Global Holocaust yang kontroversial juga diselenggarakan di Teheran. Pertemuan itu dihadiri para penyangkal Holocaust yang terkenal dan memicu reaksi internasional.

Beberapa tahun kemudian, sejumlah pejabat dan analis Israel secara terbuka mengatakan bahwa Ahmadinejad sejatinya menguntungkan Israel.

Pada 2008, Efraim Halevy, mantan kepala Mossad, menyebut Ahmadinejad sebagai "hadiah terbesar Iran bagi Israel". Sebab, menurut Efraim, pernyataan Ahmadinejad memudahkan dunia untuk menganggap ancaman Iran secara serius.

Para pendukung Ahmadinejad menolak hal ini, dengan mengatakan bahwa pria tersebut menjalankan kebijakan agresif dan ideologis yang berhadapan dengan Israel dan negara-negara Barat.

Baca juga: Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Megah untuk Ali Khamenei

Perubahan citra

Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.ATTA KENARE / AFP Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Setelah merampungkan masa jabatan pada 2013, Ahmadinejad semakin sering berselisih dengan Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan unsur-unsur dalam struktur keamanan Iran, termasuk Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).

Halaman:


Terkini Lainnya
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Netanyahu Bangga Israel Sangat Dicintai di India, Klaim Dapat Dukungan Besar-besaran
Internasional
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Trump Minta Imbalan atas Bantuan Kesehatan, Negara Afrika Menolak
Internasional
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
AS-Iran Jual-Beli Serangan Lagi, Situasi Kian Tak Terkendali
Internasional
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Bukan AS atau Iran, Turkiye Justru Bisa Jadi Pemenang Perang Timur Tengah
Internasional
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Presiden Iran Dilaporkan Ajukan Resign, Teheran Langsung Buka Suara
Internasional
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
AS-Iran Bentrok Lagi, Trump ke Warga Amerika: Santai, Semua Akan Baik-baik Saja
Internasional
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
2 Negara ASEAN Bersatu Jaga Laut China Selatan, Teken Pakta Pertahanan
Internasional
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Fans PSG Rusuh di Perancis, Hampir 900 Orang Ditangkap
Internasional
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Iran Balas Serang Pangkalan AS, Kesepakatan Damai Kian Jauh
Internasional
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
AS Usulkan Deeskalasi di Lebanon, tapi Hizbullah Harus Setop Menyerang
Internasional
AS 'Lelah' Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
AS "Lelah" Subsidi Pertahanan Sekutu Asia, Desak Penambahan Belanja Militer
Internasional
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
AS dan Iran Saling Serang, Radar hingga Pangkalan Militer Jadi Sasaran
Internasional
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Jantung Trump Berusia 14 Tahun Lebih Muda, Dokter Sebut Terlalu Sempurna
Internasional
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Israel Gempur Lebanon Saat Gencatan Senjata, Dunia Internasional Geram
Internasional
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Israel Rebut Kastil Beaufort di Lebanon, Netanyahu Belum Puas
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau