Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jurusan Terketat UPN Jogja di UTBK SNBT 2026, Cek Juga Jadwal Jalur Mandiri

Kompas.com, 26 Mei 2026, 09:15 WIB
Mahar Prastiwi

Penulis

KOMPAS.com – Pengumuman UTBK SNBT 2026 (UjiTulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes) sudah dilaksanakan Senin 25 Mei 2026 kemarin.

Di UPN "Veteran" Yogyakarta atau UPN Jogja ada 2.955 peserta yang dinyatakan lolos jalur UTBK SNBT 2026.

Sebanyak 2.955 peserta berhasil lolos di UPN Jogja setelah bersaing ketat dengan 37.074 pendaftar lainnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi UPN “Veteran” Yogyakarta Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si. menjelaskan, dalam penerimaan UTBK SNBT 2026 di UPN Jogja, ada beberapa prodi yang punya persaingan paling ketat.

Baca juga: 5 Dosen UPN Jogja Terlibat Pelecehan Seksual Verbal, 1 Orang Dijatuhi Sanksi Berat

Jurusan paling ketat di UPN Jogja jalur UTBK SNBT 2026

Berikut rincian jurusan UPN Jogja paling ketat di jalur UTBK SNBT 2026.

1. Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Tiga menjadi yang terketat pada program Diploma Saintek dengan angka 2,55 persen

2. Program Sarjana Saintek S1 Teknik Pertambangan di angka 3,42 persen.

3. Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana menjadi yang paling banyak diminati dengan tingkat keketatan mencapai 7,77 pesen.

"Tingkat keketatan tertinggi berada pada Program Studi Teknik Kimia Program Diploma Tiga, yakni sebesar 2,55 persen, Program Sarjana Saintek Program Sarjana Teknik Pertambangan sebesar 3,42 persen, dan rumpun Soshum Program Studi Ilmu Komunikasi Program Sarjana mencapai 7,77 persen." ujar Machya Astuti Dewi dikutip dari laman resmi UPN Jogja, Selasa (26/5/2026).

Dr. Machya Astuti Dewi, M.Si. menyampaikan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil lolos UTBK SNBT 2026.

Baca juga: Kekerasan Seksual di UPN Jogja, Kampus Nonaktifkan Dosen Terduga Pelaku

Ilustrasi perguruan tinggi.Shutterstock Ilustrasi perguruan tinggi.

Masih ada jalur mandiri UPN Jogja 2026

Untuk pendaftar yang belum berhasil menembus jalur UTBK SNBT tahun 2026 ini, pesan Machya untuk tidak berkecil hati.

Sebab kampus yang memiliki sesanti Widya Mwat Yasa masih memberikan kesempatan untuk mengikuti seleksi melalui jalur Seleksi Mandiri.

"Bagi para peserta yang belum beruntung di jalur SNBT 2026, jangan berkecil hati. Kesempatan untuk bergabung menjadi bagian dari Kampus Bela Negara masih terbuka lebar melalui jalur Seleksi Mandiri," ujar Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPN "Veteran" Yogyakarta ini.

Machya menerangkan UPN “Veteran” Yogyakarta masih membuka kesempatan melalui dua skema Seleksi Mandiri.

Skema pertama adalah Jalur Bela Negara 1, pendaftarannya masih dibuka hingga 2 Juni 2026.

Sedangkan skema kedua yaitu Jalur Bela Negara 2, dibuka pada 1 hingga 15 Juli 2026.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Sistem Informasi Kampus Disiplin, Kejuangan, dan Kreativitas menegaskan, peserta yang dinyatakan lolos wajib melakukan her-registrasi.

Baca juga: Kisah Ibu Gantikan Wisuda Anaknya di UPN Jogja, Meninggal Saat Tolong Sahabat

"Apabila peserta dinyatakan lolos, wajib melakukan registrasi sesuai timeline yang sudah ditentukan oleh panitia PMB UPN “Veteran” Yogyakarta. Bagi peserta yang tidak melakukan registrasi dinyatakan mengundurkan diri", teganya.

Untuk informasi lebih lanjut, calon mahasiswa dapat mengakses laman resmi penerimaan mahasiswa baru UPN “Veteran” Yogyakarta di pmb.upnyk.ac.id

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau