Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Doa Puasa Dzulhijjah, Amalan 10 Hari Pertama Lengkap Artinya

Kompas.com, 18 Mei 2026, 11:04 WIB
Norma Desvia Rahman,
Farid Assifa

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu waktu paling istimewa dalam kalender Islam.

Pada bulan inilah umat Islam menyambut ibadah haji, Hari Arafah, hingga Hari Raya Idul Adha yang penuh makna spiritual.

Tidak hanya identik dengan kurban dan puncak ibadah haji di Tanah Suci, sepuluh hari pertama Dzulhijjah juga dikenal sebagai hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal saleh.

Rasulullah SAW bahkan menyebut tidak ada hari yang lebih dicintai Allah untuk beramal selain hari-hari awal Dzulhijjah.

Karena itu, banyak muslim mulai memperbanyak puasa sunnah, doa, zikir, istighfar, dan shalawat sejak tanggal 1 Dzulhijjah.

Salah satu amalan yang paling banyak dicari menjelang Idul Adha adalah doa Dzulhijjah dan niat puasa Dzulhijjah lengkap dengan latin serta artinya.

Menariknya, para ulama menjelaskan bahwa kekuatan doa di bulan Dzulhijjah bukan hanya terletak pada lafaznya, tetapi juga pada kesungguhan hati ketika mengamalkannya.

Sebab, Dzulhijjah merupakan momentum memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah SWT.

Baca juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Digabung Qadha Ramadhan? Ini Hukumnya

Keutamaan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keutamaan awal Dzulhijjah dijelaskan dalam banyak hadis Nabi Muhammad SAW. Salah satu hadis paling populer diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA.

Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari ini.” (HR Bukhari)

Dalam kitab Lathaif al-Ma’arif karya Ibnu Rajab Al-Hanbali dijelaskan bahwa sepuluh hari pertama Dzulhijjah memiliki keistimewaan karena di dalamnya berkumpul ibadah-ibadah utama, seperti salat, puasa, sedekah, zikir, haji, dan kurban.

Sementara itu, dalam buku Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq disebutkan bahwa memperbanyak ibadah sunnah pada awal Dzulhijjah termasuk amalan yang sangat dianjurkan.

Oleh karena itu, banyak umat Islam memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa Dzulhijjah, puasa sunnah, serta memohon ampunan kepada Allah SWT.

Niat Puasa Dzulhijjah Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Puasa sunnah Dzulhijjah dilakukan sejak 1 hingga 9 Dzulhijjah, terutama menjelang Hari Arafah dan Idul Adha.

Dalam buku Buku Pintar Agama Islam susunan Abu Aunillah Al-Baijury dijelaskan bahwa niat puasa Dzulhijjah dapat dibaca sebagai berikut:

Niat Puasa Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta'ala.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

Para ulama menjelaskan bahwa niat sebenarnya cukup dihadirkan di dalam hati. Namun, melafalkan niat dianjurkan agar membantu seseorang lebih fokus dan mantap dalam menjalankan ibadah.

Dalam Islam, niat memiliki kedudukan sangat penting. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya.” (HR Bukhari dan Muslim)

Karena itu, niat puasa Dzulhijjah bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk kesadaran spiritual bahwa puasa dilakukan semata-mata untuk mencari ridha Allah SWT.

Baca juga: Idul Adha 27 Mei 2026, Cek Jadwal Puasa 10 Hari Pertama Zulhijah & Niatnya

Doa Puasa Dzulhijjah yang Banyak Diamalkan

Selain niat puasa, banyak umat Islam juga membaca doa khusus selama sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Salah satu doa yang banyak diamalkan berbunyi:

اللَّهُمَّ إِنِّي أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ كُلِّ نَفَسٍ وَلَمْحَةٍ وَطَرْفَةٍ يَطْرِفُ بِهَا أَهْلُ السَّمَاوَاتِ وَأَهْلُ الْأَرْضِ، وَكُلِّ شَيْءٍ هُوَ فِي عِلْمِكَ كَائِنٌ أَوْ قَدْ كَانَ، أُقَدِّمُ إِلَيْكَ بَيْنَ يَدَيْ ذَلِكَ كُلِّهِ

Allahumma inni uqaddimu ilaika baina yadai kulli nafasin wa lamhatin wa tharfatin yathrifu biha ahlus samawati wal ardhi, wa kulli syai-in huwa fii ‘ilmika kaainun au qad kaana, uqaddimu ilaika baina yadai dzalika kullihi.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku persembahkan amalanku kepada-Mu di hadapan setiap napas, setiap kedipan mata seluruh penghuni langit dan bumi, dan segala sesuatu yang berada dalam pengetahuan-Mu, baik yang akan terjadi maupun yang telah terjadi. Aku persembahkan semuanya kepada-Mu.”

Doa tersebut banyak dibaca sebagai bentuk penghambaan dan penyerahan diri kepada Allah SWT selama bulan Dzulhijjah.

Doa Berbuka Puasa Dzulhijjah

Setelah menjalankan puasa sunnah seharian, umat Islam juga dianjurkan membaca doa berbuka.

Rasulullah SAW mengajarkan doa berbuka sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruqu wa tsabatal ajru insya Allah.

Artinya: “Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan insya Allah.”

Dalam kitab Riyadhus Shalihin karya Imam Nawawi dijelaskan bahwa waktu berbuka merupakan salah satu waktu mustajab untuk berdoa.

Oleh karena itu, banyak ulama menganjurkan memperbanyak doa saat berbuka puasa Dzulhijjah.

Baca juga: Jadwal Ibadah Sunnah Idul Adha 2026: Puasa, Larangan Potong Kuku dan Rambut, serta Hari Tasyrik

Amalan Utama Selama 10 Hari Pertama Dzulhijjah

Selain puasa, ada sejumlah amalan lain yang dianjurkan selama awal Dzulhijjah.

1. Memperbanyak Takbir, Tahmid, dan Tahlil

Umat Islam dianjurkan memperbanyak bacaan:

Allahu Akbar
Alhamdulillah
Laa ilaaha illallah

Dalam buku Zikir dan Doa Rasulullah karya Yusuf Al-Qaradawi dijelaskan bahwa zikir menjadi amalan ringan namun memiliki pahala besar di sisi Allah SWT.

2. Memperbanyak Istighfar

Membaca istighfar minimal 100 kali sehari menjadi salah satu amalan yang banyak dianjurkan ulama.

Bacaan yang umum diamalkan:

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ

Astaghfirullahal adzim.

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Dalam buku La Tahzan karya Aidh Al-Qarni dijelaskan bahwa istighfar dapat membuka pintu ketenangan hati dan kemudahan rezeki.

3. Memperbanyak Shalawat Nabi

Shalawat menjadi amalan penting selama Dzulhijjah.

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ

Allahumma shalli ‘ala Sayyidina Muhammad.

Artinya: “Ya Allah, limpahkan shalawat kepada Nabi Muhammad.”

Menurut banyak ulama, shalawat menjadi sebab datangnya keberkahan dan pertolongan Allah SWT.

4. Memperbanyak Doa Ampunan dan Rezeki

Doa yang banyak diamalkan:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil akhirati hasanah wa qina ‘adzaban nar.

Artinya: “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat serta lindungilah kami dari siksa neraka.”

Mengapa Doa Dzulhijjah Begitu Istimewa?

Dalam tafsir Ibnu Katsir, sepuluh malam pertama Dzulhijjah disebut berkaitan dengan firman Allah dalam Surah Al-Fajr ayat 2 tentang “malam yang sepuluh”.

Para ulama menafsirkan bahwa hari-hari tersebut dipenuhi keberkahan dan menjadi waktu terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Oleh karena itu, doa Dzulhijjah bukan sekadar bacaan rutin, tetapi juga sarana memperbaiki hati, memperkuat keimanan, dan memohon ampunan.

Di tengah kesibukan hidup modern, banyak muslim menjadikan awal Dzulhijjah sebagai momentum spiritual untuk kembali memperbanyak ibadah dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.

Dengan mengamalkan doa Dzulhijjah dan niat puasa Dzulhijjah secara rutin, umat Islam diharapkan tidak hanya memperoleh pahala, tetapi juga ketenangan hati, keberkahan hidup, serta kesempatan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta menjelang Hari Raya Idul Adha.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
35 Ucapan Doa untuk Orang Pulang Haji 2026, Penuh Makna Menyentuh Hati
Aktual
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Mengenal Perjanjian Aqabah, Titik Balik Dakwah Islam Saat Musim Haji
Aktual
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Pelepasan Perdana Jemaah Haji Indonesia, Menhaj Doakan Haji Mabrur
Aktual
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Jemaah Haji Surabaya Tak Perlu Antre Imigrasi, Cukup Pindai Iris Mata
Aktual
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
5 Ciri Haji Mabrur, Tanda Ibadah Haji Membawa Perubahan Hidup
Aktual
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Keluarga Dilarang Jemput Jemaah Haji 2026 di Bandara Soetta, Ini Alasannya
Aktual
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Jangan Salah Bawa, Ini Daftar Oleh-oleh Haji yang Aman di Bagasi Pesawat
Aktual
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Jumlah Bus Shalawat akan Dikurangi Bertahap Seiring Pulangnya Jemaah Haji ke Tanah Air
Aktual
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
MUBES NU DIY Dorong Reformasidi Tubuh NU, Soroti Kepemimpinan hingga Kemandirian Organisasi
Aktual
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
12 Kloter Telah Diberangkatkan ke Tanah Air, Kemenhaj Tegaskan Larangan Bawa Zamzam di Koper
Aktual
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Kepulangan Jemaah Haji 2026, Keluarga Diminta Tidak Menjemput di Bandara Soekarno-Hatta
Aktual
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Pemerintah Didorong Percepat Pelunasan Haji Khusus 2027, Ini Alasannya
Aktual
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Kloter Pertama Mulai Dipulangkan, 445 Jemaah Embarkasi Batam Diberangkatkan ke Tanah Air
Aktual
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Timwas Haji DPR Usulkan Lembaga Resmi Badal Haji untuk Cegah Praktik Ilegal
Aktual
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Jemaah Haji Aceh Wafat di Tanah Suci Bertambah Jadi Enam Orang
Aktual
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com