Editor
KOMPAS.com - Seorang jemaah haji asal Provinsi Bengkulu dilaporkan wafat di Tanah Suci Makkah, Arab Saudi, pada Senin (1/6/2026) dini hari waktu setempat.
Jemaah tersebut merupakan bagian dari Kloter PDG 04 Embarkasi Padang yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji 1447 Hijriah.
Sebelum meninggal dunia, kondisi kesehatannya dilaporkan terus menurun dan sempat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit di Makkah.
Baca juga: Dua Jemaah Haji Bengkulu Masih Dirawat di RS Arab Saudi Jelang Kepulangan ke Tanah Air
Petugas kesehatan haji telah melakukan pemantauan dan penanganan intensif hingga saat-saat terakhir sebelum almarhumah dinyatakan meninggal dunia.
Dilansir dari Antara, jemaah yang wafat adalah Mustina Abdul Basir (66), warga Kabupaten Bengkulu Utara yang tergabung dalam Kloter PDG 04 Embarkasi Padang.
Baca juga: Kisah Haru Jemaah Haji Indonesia, Menangis di Arafah hingga Rindu Peluk Keluarga
"Peserta haji asal Kabupaten Bengkulu Utara atas nama Mustina Abdul Basir wafat di Makkah pada Senin 1 Juni 2026 pukul 02.30 waktu Arab Saudi,” kata Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu Kurniawan Arianto Abdul Gani di Bengkulu, Senin (1/6/2026).
Kurniawan menjelaskan, kondisi kesehatan almarhumah mulai mengalami penurunan sejak 23 Mei 2026.
Saat itu, Mustina harus mendapatkan penanganan dan perawatan medis di salah satu rumah sakit di Makkah.
Setelah menjalani perawatan, pada 25 Mei 2026 almarhumah kembali ke tenda kloter di Arafah.
Namun, kondisi fisiknya masih lemah sehingga tetap berada dalam pengawasan dan pemantauan tim kesehatan haji.
Usai menyelesaikan rangkaian puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), kondisi umum Mustina belum menunjukkan perbaikan yang signifikan.
Pada 29 Mei 2026, kondisi fisiknya masih dilaporkan lemah meskipun tingkat kesadaran masih dalam keadaan baik.
Namun, asupan makan dan minumnya mulai berkurang sehingga memerlukan perhatian khusus dari petugas kesehatan.
Kondisi kesehatan Mustina kembali memburuk pada 1 Juni 2026 sekitar pukul 01.30 waktu Arab Saudi.
Penurunan kondisi ditandai dengan berkurangnya kesadaran dan kondisi umum yang semakin melemah.
Tim Kesehatan Haji Kloter (TKHK) kemudian segera melakukan upaya pertolongan dan penanganan medis setelah almarhumah dinyatakan tidak sadarkan diri.
Namun, setelah berbagai upaya dilakukan, Mustina Abdul Basir dinyatakan meninggal dunia pada pukul 02.30 waktu Arab Saudi.
Sesuai prosedur penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi, almarhumah direncanakan dishalatkan di Masjidil Haram sebelum dimakamkan di salah satu pemakaman di Kota Makkah Al Mukarramah.
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama petugas kesehatan haji turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya almarhumah.
Mereka juga mendoakan agar seluruh amal ibadah Mustina Abdul Basir diterima Allah SWT serta mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang