Penulis
KOMPAS.com - Keputusan untuk memanggil kembali Neymar ke dalam skuad tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 memicu gelombang perdebatan.
Langkah berani ini diambil oleh pelatih interim, Carlo Ancelotti, yang memasukkan nama pemain berusia 34 tahun tersebut ke dalam daftar armada Selecao yang dipersiapkan untuk mengarungi putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.
Masuknya nama Neymar menandai kembalinya sang bintang setelah sempat menepi selama tiga tahun dari pentas internasional.
Meski skenario tarian terakhir mantan penggawa Barcelona itu disambut penuh sukacita oleh sebagian pendukung di tanah airnya, tidak sedikit pengamat kritis yang mulai mempertanyakan tingkat kebugaran fisik serta kesiapan taktik sang pemain veteran.
Hal tersebut tidak terlepas dari rentetan cedera yang sempat membekap Neymar belakangan ini bersama klub asal Brasil, Santos.
Baca juga: Dokter Tim Santos Janjikan Neymar Fit untuk Piala Dunia 2026
Gelombang penolakan keras salah satunya disuarakan oleh legenda tim nasional Perancis yang turut mengangkat trofi bergengsi pada Piala Dunia 1998, Christophe Dugarry.
Pria yang kini aktif sebagai pandit sepak bola itu memandang bahwa euforia yang menyelimuti pemanggilan ini tidak sepenuhnya tulus, melainkan telah bergeser menjadi sebuah panggung teatrikal yang justru merendahkan martabat sang pemain itu sendiri.
"Perayaan ini tidak tulus. Saya merasakan ejekan yang mendalam di balik pemilihan Neymar," kata Dugarry saat tampil di RMC Sport dikutip dari Goal English, Kamis (21/5/2026).
"Saya mulai mendengar hal-hal seperti, 'Dia akan cedera bahkan sebelum turnamen dimulai,' atau 'Berat badannya bertambah'."
"Saya pikir banyak orang mengubahnya menjadi tontonan aneh. Itu mengganggu saya. Neymar ikut berkontribusi dalam hal itu," lanjutnya.
Bagi Christophe Dugarry, kebijakan manajemen memanggil pemain yang dinilai telah melewati masa keemasannya merupakan indikator nyata dari adanya penurunan regenerasi maupun penurunan visi taktis di jajaran manajerial tim peraih lima gelar juara dunia tersebut.
Baca juga: Video Call dengan Raphinha, Neymar: Kita akan Memenangkan Piala Dunia 2026
"Saya rasa itu bukan ide yang bagus. Memilih Neymar menunjukkan betapa rendahnya kualitas Brasil saat ini. Menganggap Neymar hanya pemain biasa adalah sebuah khayalan. Saya tidak yakin anak ini masih bisa memberikan kontribusi apa pun kepada tim ini," tambahnya.
Penyerang Brasil, Neymar, meninggalkan lapangan setelah cedera dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan yang mempertemukan Uruguay vs Brasil di Stadion Centenario pada 17 Oktober 2023. Terkini, Neymar dipastikan tak bisa tampil di Copa America 2024 karena cedera. (Foto oleh Pablo PORCIUNCULA / AFP)Di tengah polemik tersebut, kondisi kebugaran sang penyerang kini tengah dipantau intensif akibat mengalami masalah edema pada betis kanan yang membuatnya absen membela Santos dalam laga krusial kontra San Lorenzo. Kendati demikian, tim medis klub pimpinan Rodrigo Zogaib optimistis proses pemulihan berjalan lancar.
“Neymar akan dilepas ke tim nasional dalam kondisi fit atau sangat dekat dengan fit. Bahkan ada kemungkinan dia bermain melawan Deportivo Cuenca pada Selasa,” ujar Zogaib seperti dikutip dari OGlobo.
Situasi ini pun menarik perhatian penuh dari Federasi Sepak Bola Brasil atau Confederacao Brasileira de Futebol (CBF).