Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Neymar Dipanggil Kembali ke Timnas Brasil, Christophe Dugarry: Itu Pertunjukan Aneh

Kompas.com, 21 Mei 2026, 16:07 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Keputusan untuk memanggil kembali Neymar ke dalam skuad tim nasional Brasil untuk Piala Dunia 2026 memicu gelombang perdebatan.

Langkah berani ini diambil oleh pelatih interim, Carlo Ancelotti, yang memasukkan nama pemain berusia 34 tahun tersebut ke dalam daftar armada Selecao yang dipersiapkan untuk mengarungi putaran final Piala Dunia 2026 mendatang.

Masuknya nama Neymar menandai kembalinya sang bintang setelah sempat menepi selama tiga tahun dari pentas internasional.

Meski skenario tarian terakhir mantan penggawa Barcelona itu disambut penuh sukacita oleh sebagian pendukung di tanah airnya, tidak sedikit pengamat kritis yang mulai mempertanyakan tingkat kebugaran fisik serta kesiapan taktik sang pemain veteran.

Hal tersebut tidak terlepas dari rentetan cedera yang sempat membekap Neymar belakangan ini bersama klub asal Brasil, Santos.

Baca juga: Dokter Tim Santos Janjikan Neymar Fit untuk Piala Dunia 2026

Kritik Tajam dari Legenda Perancis

Gelombang penolakan keras salah satunya disuarakan oleh legenda tim nasional Perancis yang turut mengangkat trofi bergengsi pada Piala Dunia 1998, Christophe Dugarry.

Pria yang kini aktif sebagai pandit sepak bola itu memandang bahwa euforia yang menyelimuti pemanggilan ini tidak sepenuhnya tulus, melainkan telah bergeser menjadi sebuah panggung teatrikal yang justru merendahkan martabat sang pemain itu sendiri.

"Perayaan ini tidak tulus. Saya merasakan ejekan yang mendalam di balik pemilihan Neymar," kata Dugarry saat tampil di RMC Sport dikutip dari Goal English, Kamis (21/5/2026).

"Saya mulai mendengar hal-hal seperti, 'Dia akan cedera bahkan sebelum turnamen dimulai,' atau 'Berat badannya bertambah'."

"Saya pikir banyak orang mengubahnya menjadi tontonan aneh. Itu mengganggu saya. Neymar ikut berkontribusi dalam hal itu," lanjutnya.

Bagi Christophe Dugarry, kebijakan manajemen memanggil pemain yang dinilai telah melewati masa keemasannya merupakan indikator nyata dari adanya penurunan regenerasi maupun penurunan visi taktis di jajaran manajerial tim peraih lima gelar juara dunia tersebut.

Baca juga: Video Call dengan Raphinha, Neymar: Kita akan Memenangkan Piala Dunia 2026

"Saya rasa itu bukan ide yang bagus. Memilih Neymar menunjukkan betapa rendahnya kualitas Brasil saat ini. Menganggap Neymar hanya pemain biasa adalah sebuah khayalan. Saya tidak yakin anak ini masih bisa memberikan kontribusi apa pun kepada tim ini," tambahnya.

Penyerang Brasil, Neymar, meninggalkan lapangan setelah cedera dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan yang mempertemukan Uruguay vs Brasil di Stadion Centenario pada 17 Oktober 2023. Terkini, Neymar dipastikan tak bisa tampil di Copa America 2024 karena cedera. (Foto oleh Pablo PORCIUNCULA / AFP)PABLO PORCIUNCULA/AFP Penyerang Brasil, Neymar, meninggalkan lapangan setelah cedera dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Amerika Selatan yang mempertemukan Uruguay vs Brasil di Stadion Centenario pada 17 Oktober 2023. Terkini, Neymar dipastikan tak bisa tampil di Copa America 2024 karena cedera. (Foto oleh Pablo PORCIUNCULA / AFP)

Pantauan Medis dari Pihak Klub dan CBF

Di tengah polemik tersebut, kondisi kebugaran sang penyerang kini tengah dipantau intensif akibat mengalami masalah edema pada betis kanan yang membuatnya absen membela Santos dalam laga krusial kontra San Lorenzo. Kendati demikian, tim medis klub pimpinan Rodrigo Zogaib optimistis proses pemulihan berjalan lancar.

“Neymar akan dilepas ke tim nasional dalam kondisi fit atau sangat dekat dengan fit. Bahkan ada kemungkinan dia bermain melawan Deportivo Cuenca pada Selasa,” ujar Zogaib seperti dikutip dari OGlobo.

Situasi ini pun menarik perhatian penuh dari Federasi Sepak Bola Brasil atau Confederacao Brasileira de Futebol (CBF).

Halaman:


Terkini Lainnya
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Internasional
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau