Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

EKSKLUSIF John Herdman: Jembatan Pemain Diaspora Eropa dan Lokal di Timnas Indonesia

Kompas.com, 16 Mei 2026, 18:10 WIB
Ahmad Yasin

Penulis

KOMPAS.com - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, mengungkapkan cara untuk menjembatani kesenjangan antara pemain diaspora dari Eropa dan pemain lokal dari Super League.

John Herdman kerap menekankan soal "brotherhood" atau "persaudaraan" sebagai salah satu kuncinya untuk membangun Timnas Indonesia.

Namun, di sisi lain, skuad Timnas Indonesia berisi pemain yang relatif beragam.

Sebagian berisi para pemain diaspora yang berkarier di Eropa, seperti Maarten Paes (Ajax Amsterdam), Emil Audero (Cremonese), Jay Idzes (Sassuolo), hingga Kevin Diks (BorussiaMonchengladbach).

Cara John Herdman Bangun Timnas Indonesia

Sementara komposisi skuad Timnas Indonesia lainnya berasal dari para pemain lokal di Super League.

Sebut saja Rizky Ridho (Persija Jakarta), Dony Tri Pamungkas (Persija Jakarta), Marc Klok (Persib Bandung), hingga Yakob Sayuri (Malut United).

Untuk menghubungkan gap kedua kelompok pemain di atas, John Herdman memiliki cara tersendiri.

Baca juga: EKSKLUSIF John Herdman: 7 Pemimpin dan Hukum di Ruang Ganti Timnas Indonesia

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman saat diwawancara Kompas.com dalam program Sporty di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (12/5/2026).KOMPAS.com/FREDERIKUS TK SOROMAKING Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman saat diwawancara Kompas.com dalam program Sporty di Menara Mandiri II, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

"Semua dimulai dari filosofi. Sebagai pelatih, Anda harus memiliki definisi yang jelas tentang kinerja tinggi (high performance)," tegas John Herdman, dalam wawancara eksklusif dengan jurnalis KOMPAS.com, Firzie A. Idris, dalam program Obrolan News Room (ONR).

"Bagi saya, kinerja tinggi adalah untuk melampaui (overachievement)," imbuhnya.

"Untuk membangun Indonesia, ada dua hal utama: framework budaya dan framework taktik. Dan apa yang didahulukan? Budaya."

Baca juga: PSSI Apresiasi Kepercayaan Diri John Herdman Jelang Tampil di Piala Asia 2027

Framework Budaya Jembatani Pemain Diaspora dan Lokal

John Herdman menganggap framework budaya dapat menjadi cara untuk membangun hubungan pemain diaspora dan pemain lokal.

"Ketika membicarakan koneksi antara pemain diaspora dan pemain lokal Indonesia, maka framework budaya jauh lebih penting. Anda harus menyeleraskan semua orang dengan satu tujuan yang sama."

"Semua pemain harus berada di Timnas karena alasan yang tepat, yaitu membawa negara ini menuju Piala Dunia.

"Ada 280 juta orang Indonesia, dan kita semua memiliki satu tujuan yang sama ke Piala Dunia."

"Satu hal itu kemudian menjadi budaya, dan itu mendorong budaya, itu menciptakan apa yang saya sebut persaudaraan," tegas mantan pelatih Kanada itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Internasional
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau