Penulis
KOMPAS.com - Man City tak lagi memegang kendali di jalur juara usai ditahan Everton. Ketika bertamu ke markas Everton, kelemahan Man City terungkap.
Everton jadi sandungan yang membuat Manchester City oleng di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris 2025-2026.
Dalam lawatan ke markas Everton, Stadion Hill Dickinson, Senin (4/5/2026) atau Selasa dini hari WIB, Man City asuhan Pep Guardiola gagal membawa pulang hasil sempurna.
Man City boleh dibilang beruntung bisa pulang dengan satu angka, meski sempat unggul lebih dulu via gol Jeremy Doku (43').
Baca juga: Kata Guardiola Usai Everton Vs Man City 3-3, Nasib Tak Lagi di Tangan City
Pada babak kedua, Everton bangkit melalui dwigol pemain pengganti, Thierno Barry (68', 81') dan satu torehan Jake O'Brien (73'). The Toffees berbalik unggul 3-1.
Namun, City kemudian mampu membalas berkat gol Erling Haaland (83') dan satu lagi dari Jeremy Doku (90+7) di masa injury time.
"Saya ingin kami sedikit lebih dekat dengan City. Kami tidak bisa mendekati mereka dan jujur saja, mereka juga bermain sangat baik, saya harus memberi mereka pujian besar untuk itu," tutur pelatih Everton, David Moyes, usai laga, dikutip dari BBC.
Erling Haaland (kiri) ditekel oleh Tim Iroegbunam dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Everton vs Manchester City di Stadion Hill Dickinson di Liverpool pada 4 Mei 2026. (Foto oleh PETER POWELL / AFP)David Moyes memuji bagaimana pasukannya bereaksi ketika tertinggal. Namun, ia merasa pasukannya seharusnya bisa menjaga keunggulan.
"Ini mungkin penampilan terburuk kami di sini, terutama melawan tim-tim yang lebih baik musim ini."
"Para pemain telah berusaha keras untuk membawa kami ke dalam permainan dan ketika kami unggul 3-1, seharusnya kami sudah cukup untuk mempertahankan keunggulan," ucap pelatih asal Skotlandia itu.
Baca juga: Hasil Everton Vs Man City 3-3: Gol Cantik Doku Selamatkan The Citizens
Kebangkitan Everton saat melawan Man City tak bisa dilepaskan dari sosok Thierno Barry.
Penyerang asal Perancis tersebut masuk lapangan pada menit ke-64, menggantikan Beto. Begitu Barry bermain, Everton tampil lebih menggigit.
"Ketika saya berada di bangku cadangan, saya mengamati taktik City dan melihat tekanan tinggi dari City," ujar Barry mengamati pendekatan bermain sang lawan.
"Jadi saya tahu jika kami bisa merebut bola kembali, kami bisa melakukan serangan balik. Saya pikir ini adalah kelemahan City," tuturnya menjelaskan.
Hasil ini bisa membawa Everton naik ke peringkat 10 dengan torehan 48 poin dari 35 pertandingan.
Everton masih dalam persaingan berburu tiket ke kompetisi antarklub Eropa musim depan. Jarak mereka dengan peringkat enam besar hanya empat poin.
Di sisi lain, Man City tak lagi memegang kendali di jalur perebutan gelar juara. Kini, The Citizens (71 poin) tertinggal lima angka dari Arsenal (76) yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Untuk menjadi juara, Man City mesti berharap Arsenal terpeleset di sisa tiga pertandingan Liga Inggris.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang