Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ketika Kelemahan Man City Terbongkar oleh Everton...

Kompas.com, 5 Mei 2026, 06:02 WIB
Sem Bagaskara

Penulis

Sumber BBC

KOMPAS.com - Man City tak lagi memegang kendali di jalur juara usai ditahan Everton. Ketika bertamu ke markas Everton, kelemahan Man City terungkap.

Everton jadi sandungan yang membuat Manchester City oleng di jalur perburuan gelar juara Liga Inggris 2025-2026.

Dalam lawatan ke markas Everton, Stadion Hill Dickinson, Senin (4/5/2026) atau Selasa dini hari WIB, Man City asuhan Pep Guardiola gagal membawa pulang hasil sempurna.

Man City boleh dibilang beruntung bisa pulang dengan satu angka, meski sempat unggul lebih dulu via gol Jeremy Doku (43').

Baca juga: Kata Guardiola Usai Everton Vs Man City 3-3, Nasib Tak Lagi di Tangan City

Pada babak kedua, Everton bangkit melalui dwigol pemain pengganti, Thierno Barry (68', 81') dan satu torehan Jake O'Brien (73'). The Toffees berbalik unggul 3-1.

Namun, City kemudian mampu membalas berkat gol Erling Haaland (83') dan satu lagi dari Jeremy Doku (90+7) di masa injury time.

"Saya ingin kami sedikit lebih dekat dengan City. Kami tidak bisa mendekati mereka dan jujur saja, mereka juga bermain sangat baik, saya harus memberi mereka pujian besar untuk itu," tutur pelatih Everton, David Moyes, usai laga, dikutip dari BBC.

Erling Haaland (kiri) ditekel oleh Tim Iroegbunam dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Everton vs Manchester City di Stadion Hill Dickinson di Liverpool pada 4 Mei 2026. (Foto oleh PETER POWELL / AFP)AFP/PETER POWELL Erling Haaland (kiri) ditekel oleh Tim Iroegbunam dalam pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Everton vs Manchester City di Stadion Hill Dickinson di Liverpool pada 4 Mei 2026. (Foto oleh PETER POWELL / AFP)

Sesal Everton Tak Bisa Jaga Keunggulan

David Moyes memuji bagaimana pasukannya bereaksi ketika tertinggal. Namun, ia merasa pasukannya seharusnya bisa menjaga keunggulan.

"Ini mungkin penampilan terburuk kami di sini, terutama melawan tim-tim yang lebih baik musim ini."

"Para pemain telah berusaha keras untuk membawa kami ke dalam permainan dan ketika kami unggul 3-1, seharusnya kami sudah cukup untuk mempertahankan keunggulan," ucap pelatih asal Skotlandia itu.

Baca juga: Hasil Everton Vs Man City 3-3: Gol Cantik Doku Selamatkan The Citizens

Kebangkitan Everton saat melawan Man City tak bisa dilepaskan dari sosok Thierno Barry.

Penyerang asal Perancis tersebut masuk lapangan pada menit ke-64, menggantikan Beto. Begitu Barry bermain, Everton tampil lebih menggigit.

"Ketika saya berada di bangku cadangan, saya mengamati taktik City dan melihat tekanan tinggi dari City," ujar Barry mengamati pendekatan bermain sang lawan.

"Jadi saya tahu jika kami bisa merebut bola kembali, kami bisa melakukan serangan balik. Saya pikir ini adalah kelemahan City," tuturnya menjelaskan.

The Toffees Masih Berpeluang Lolos ke Kompetisi Eropa

Hasil ini bisa membawa Everton naik ke peringkat 10 dengan torehan 48 poin dari 35 pertandingan.

Everton masih dalam persaingan berburu tiket ke kompetisi antarklub Eropa musim depan. Jarak mereka dengan peringkat enam besar hanya empat poin.

Di sisi lain, Man City tak lagi memegang kendali di jalur perebutan gelar juara. Kini, The Citizens (71 poin) tertinggal lima angka dari Arsenal (76) yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.

Untuk menjadi juara, Man City mesti berharap Arsenal terpeleset di sisa tiga pertandingan Liga Inggris.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Daftar Skuad Kroasia di Piala Dunia 2026, Tarian Terakhir Luka Modric
Internasional
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Haaland Cuma Nonton, Norwegia Libas Swedia 3-1 Jelang Piala Dunia 2026
Internasional
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Mees Hilgers Gabung TC Timnas Indonesia, John Herdman Punya Rencana Khusus
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia Tak Main-Main, Ditargetkan Juara Piala AFF 2026
Timnas Indonesia
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Jadwal Timnas Putri Indonesia di Bandung, Dua Laga Tanpa Penonton
Timnas Indonesia
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
John Herdman Titip Mathew Baker ke Kevin Diks, Dididik Ala Bundesliga
Timnas Indonesia
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
John Herdman Terkesan dengan Marselino Ferdinan: Bagus Banget!
Timnas Indonesia
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Daftar Pemain Timnas Putri Indonesia di FIFA Women's Matchday
Timnas Indonesia
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Indonesia Runner Up IFA7 World Championship 2026, Potensi Sepak Bola 7v7
Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
John Herdman: Jay Idzes Tidak Tergantikan di Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Presiden FIFA Surati Persib via Erick Thohir, Beri Ucapan Selamat
Liga Indonesia
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Kata-kata Arkhan Kaka Usai Timnas U19 Indonesia Babat Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
John Herdman Ungkap Alasan Panggil Mathew Baker ke Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Alasan Herdman Coret Jordi Amat dan Eliano dari Skuad Timnas Indonesia
Timnas Indonesia
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Klasemen Sementara Grup A Usai Timnas U19 Indonesia Gilas Myanmar 3-0
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau