Memuat...

“Hanya Anda yang Bisa Hentikan Perang”, Sisi Memohon kepada Trump

Hanoum
Rabu, 1 April 2026 / 13 Syawal 1447 05:28
“Hanya Anda yang Bisa Hentikan Perang”, Sisi Memohon kepada Trump
Presiden Mesir mendesak Trump untuk menghentikan perang terhadap Iran. [foto: the Australian]

KAIRO (Arrahmah.id) -- Presiden Mesir Abdel Fattah al Sisi secara terbuka memohon kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump agar menghentikan perang di Timur Tengah, dengan menyatakan bahwa hanya Trump yang memiliki kekuatan untuk mengakhiri konflik tersebut.

Dilansir Asharq Al-Awsat (31/3/2026), pernyataan itu disampaikan Sisi dalam forum Egypt Energy Show 2026 di Kairo, ketika ia menyoroti eskalasi konflik yang melibatkan Iran dan dampaknya terhadap stabilitas global. Dalam pernyataannya, Sisi mengatakan, “Tidak ada yang bisa menghentikan perang di kawasan ini selain Anda,” seraya mendesak Trump untuk segera bertindak menghentikan konflik.

Ia bahkan menyampaikan permohonan secara langsung dengan nada mendesak, meminta intervensi Amerika Serikat guna mencegah krisis yang lebih luas. Selain itu, Sisi juga memperingatkan bahwa jika perang terus berlanjut, harga minyak dunia bisa melonjak hingga di atas 200 dolar per barel, yang akan berdampak besar pada ekonomi global, terutama negara berkembang.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, yang telah memicu gangguan besar pada jalur energi global seperti Selat Hormuz serta lonjakan harga minyak dunia.

Di sisi lain, Trump sendiri terus melontarkan ancaman terhadap Iran, termasuk kemungkinan menghancurkan infrastruktur energi jika Teheran tidak menyetujui penghentian perang.

Sejumlah laporan juga menyebut bahwa upaya diplomasi masih berlangsung, dengan beberapa negara termasuk Mesir berperan sebagai mediator dalam mendorong negosiasi antara kedua pihak, meskipun Iran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Analis menilai pernyataan Sisi menunjukkan kekhawatiran serius negara-negara kawasan terhadap dampak konflik yang semakin meluas. Permohonan terbuka kepada Trump juga mencerminkan posisi Amerika Serikat sebagai aktor kunci yang dinilai memiliki pengaruh besar dalam menentukan arah perang di Timur Tengah. (hanoum/arrahmah.id)