LONDON (Arrahmah.id) -- Presiden Suriah Ahmad asy Syaraa menegaskan negaranya akan bersikap netral dalam konflik antara Amerika Serikat (AS) dan 'Israel' melawan Iran, kecuali jika Suriah diserang secara langsung.
Dilansir Reuters (1/4/2026), pernyataan tersebut disampaikan di tengah eskalasi perang kawasan yang semakin meluas. Asy Syaraa menegaskan bahwa Suriah tidak ingin kembali menjadi medan perang setelah lebih dari satu dekade konflik internal yang telah menghancurkan negara tersebut. Ia menyatakan, selama tidak ada serangan langsung terhadap wilayahnya, Suriah akan tetap berada di luar konflik.
Dalam pernyataannya di forum internasional di London, asy Syaraa menekankan bahwa “kecuali Suriah menjadi target serangan, negara ini akan tetap di luar konflik,” sekaligus menegaskan bahwa pengalaman panjang perang membuat Suriah tidak siap menghadapi konflik baru.
Sikap ini juga diperkuat dalam laporan media internasional yang menyebut Suriah mengadopsi kebijakan “netral aktif”, yakni menghindari keterlibatan langsung sambil tetap memperkuat pertahanan di dalam negeri.
Meski memilih netral, Suriah tetap meningkatkan kesiagaan militer, termasuk memperkuat pengamanan perbatasan dengan Irak dan Lebanon untuk mengantisipasi dampak meluasnya konflik di kawasan.
Langkah ini diambil di tengah situasi Timur Tengah yang semakin tidak stabil, dengan ribuan korban jiwa dan gangguan besar terhadap pasokan energi global akibat perang antara Iran dan koalisi AS-Israel. (hanoum/arahmah.id)
