TEHERAN (Arrahmah.id) -- Menteri Luar Negeri Iran mendesak Arab Saudi untuk segera mengusir seluruh pasukan Amerika Serikat (AS) dari pangkalan militernya, di tengah meningkatnya konflik kawasan antara Iran dan koalisi AS-'Israel'.
Desakan tersebut disampaikan sebagai bagian dari respons Iran terhadap keterlibatan tidak langsung negara-negara Teluk dalam operasi militer Amerika Serikat. Dalam pernyataannya, Teheran menilai keberadaan pasukan AS di Arab Saudi hanya akan memperluas konflik dan menjadikan wilayah tersebut sebagai target serangan balasan.
Dilansir Reuters (31/3/2026), Iran juga menyebut bahwa sudah saatnya negara-negara kawasan, khususnya Arab Saudi, mengambil sikap independen dan tidak lagi memberikan fasilitas militer kepada Washington. Menurut Teheran, penggunaan pangkalan militer di Saudi oleh AS telah berkontribusi dalam operasi terhadap Iran, sehingga meningkatkan eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul setelah sejumlah serangan Iran menargetkan fasilitas militer yang digunakan oleh pasukan Amerika Serikat di Arab Saudi, termasuk pangkalan udara strategis. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan pada aset militer dan melukai sejumlah personel AS, menandai meningkatnya intensitas konflik.
Di sisi lain, Arab Saudi berada dalam posisi sulit karena menjadi sekutu strategis Amerika Serikat sekaligus berada di garis depan konflik dengan Iran. Riyadh sebelumnya telah mengecam serangan Iran terhadap wilayahnya dan menegaskan akan mengambil langkah untuk melindungi kedaulatan serta keamanan nasional.
Para analis menilai seruan Iran ini merupakan bagian dari strategi diplomatik dan tekanan politik untuk mengurangi kehadiran militer AS di kawasan Teluk. Namun, dengan ketergantungan keamanan Saudi terhadap dukungan Amerika Serikat, tuntutan tersebut dinilai sulit untuk direalisasikan dalam waktu dekat.
Di tengah eskalasi yang terus berlangsung, keberadaan pangkalan militer AS di Arab Saudi tetap menjadi salah satu titik krusial dalam dinamika konflik, sekaligus berpotensi menjadi sasaran dalam konfrontasi lanjutan antara Iran dan Amerika Serikat. (hanoum/arahmah.id)
