Memuat...

Kenapa AS-'Israel' Serang Iran di Bulan Ramadhan?

Hanoum
Ahad, 1 Maret 2026 / 12 Ramadan 1447 06:01
Kenapa AS-'Israel' Serang Iran di Bulan Ramadhan?
Dampak kehancuran di ibu kota “Iran”, Teheran, akibat serangan gabungan Amerika–“Israel” (AFP).

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Amerika Serikat (AS) dan 'Israel' melakukan serangan udara terkoordinasi ke sejumlah lokasi di Iran pada Sabtu (28/2/2026), tepat saat bulan suci Ramadhan. Pemerintah Washington dan Tel Aviv menggambarkan serangan itu dilakukan sebagai upaya untuk mengatasi ancaman militer dan nuklir dari Iran serta melindungi sekutu mereka di Timur Tengah. Serangan ini kemudianmemicu gelombang balasan dari Iran dan kecaman internasional.

Dilansir Reuters (28/2), serangan tersebut dimulai oleh 'Israel' dengan serangan “pendahuluan” yang kemudian diikuti oleh serangan militer AS yang terkoordinasi terhadap target‑target militer di wilayah Iran, termasuk fasilitas strategis. Pejabat AS yang dikutip mengatakan operasi itu tidak bersifat kecil, melainkan difokuskan pada target militer untuk mengatasi ancaman yang dipersepsikan terhadap pasukan AS dan sekutu di kawasan.

Latar belakang eskalasi ini adalah ketegangan berkepanjangan antara Teheran dan aliansi AS–Israel terkait program nuklir dan balistik Iran, serta dugaan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di kawasan yang dianggap musuh oleh 'Israel'. Ketidakmampuan perundingan nuklir untuk menghasilkan kesepakatan akhir juga menjadi bagian dari alasan pihak AS menempuh langkah militer setelah diplomasi berjalan alot.

Momen serangan yang bersamaan dengan bulan Ramadhan, ketika sebagian besar penduduk Iran menjalankan ibadah puasa dan shalat malam, memperkuat persepsi di kawasan bahwa aksi militer itu memiliki dampak simbolis dan strategis. Beberapa analis mencatat bahwa serangan diluncurkan pada saat perundingan diplomatik antara Washington dan Teheran tengah berlangsung, sehingga langkah militer itu dinilai memiliki motivasi untuk menekan posisi Iran atau mematahkan jalur diplomasi yang sedang berjalan.

Serangan ini telah menghasilkan respons balasan dari Iran, termasuk peluncuran rudal balistik dan pesawat tak berawak ke wilayah Israel dan sekitar pangkalan militer AS di Teluk, serta memaksa negara‑negara Teluk Arab untuk waspada terhadap kemungkinan konflik yang lebih luas.

Reaksi internasional beragam: beberapa negara mengecam serangan tersebut sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara lainnya menekankan kebutuhan untuk mencegah proliferasi nuklir Iran namun menyerukan agar eskalasi diakhiri dan jalur diplomatik diutamakan. (hanoum/arrahmah.id)