Memuat...

AS Bantah Kapal Induk USS Abraham Lincoln Diserang Rudal Balistik Iran

Hanoum
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 04:02
AS Bantah Kapal Induk USS Abraham Lincoln Diserang Rudal Balistik Iran
AS Bantah Kapal Induk USS Abraham Lincoln Diserang Rudal Balistik Iran

TELUK OMAN (Arrahmah.id) -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) membantah klaim Iran yang menyebutkan empat rudal Korps Pengawal Revolusi Iran (IRGC) telah mengenai USS Abraham Lincoln, kapal induk Angkatan Laut Amerika Serikat, di perairan Teluk Oman pada 1 Maret 2026.

Dalam pernyataan resmi yang disiarkan media Iran, seperti dilansir Anadolu Agency (1/3/2026), sebelumnya IRGC mengaku menarget USS Abraham Lincoln sebagai bagian dari operasi militer yang mereka sebut Operation True Promise-4. Iran menyatakan rudal-rudal itu menarget kapal induk dan menambahkan bahwa tanah dan laut akan menjadi kuburan para agresor, ungkap pernyataan itu. Namun, BBC Verify dan beberapa media lain menunjukkan bahwa klaim tersebut berasal dari pernyataan resmi Iran tanpa verifikasi independen.

Pihak United States Central Command (CENTCOM) menyampaikan bantahan kuat terhadap klaim Iran, menyatakan bahwa tidak ada rudal yang mengenai USS Abraham Lincoln dan bahwa rudal yang diluncurkan “tidak sampai mendekati kapal tersebut,” sambil menegaskan bahwa kapal induk tetap aktif dalam operasi militer AS di kawasan. Pernyataan ini dipublikasikan oleh juru bicara militer AS yang juga menegaskan tidak ada personel yang terluka dan tidak ada kerusakan pada armada.

Insiden tersebut terjadi di tengah eskalasi konflik yang lebih luas antara AS, Israel, dan Iran, setelah serangan gabungan udara oleh AS dan Israel ke sasaran di Iran pada akhir Februari 2026, yang memicu respons balasan dari Teheran dalam bentuk serangan rudal dan drone terhadap target AS dan sekutunya di wilayah Teluk. Beberapa paket berita internasional menggambarkan ini sebagai fase baru dalam konflik yang telah memperluas jangkauan serangan di perairan dan wilayah udara regional.

Belum ada konfirmasi independen dari pihak netral atau pihak ketiga tentang dampak serangan tersebut terhadap USS Abraham Lincoln, sehingga informasi masih terbelah antara klaim Iran dan bantahan AS. Analis militer menyatakan bahwa klaim yang belum diverifikasi menunjukkan intensitas perang informasi antara kedua negara. (hanoum/arrahmah.id)