Memuat...

TV Negara Iran Diretas, Muncul Video Netanyahu Ajak Revolusi

Hanoum
Senin, 2 Maret 2026 / 13 Ramadan 1447 03:50
TV Negara Iran Diretas, Muncul Video Netanyahu Ajak Revolusi
Tangkapan layar TV Iran diretas. [Foto: X]

TEHERAN (Arrahmah.id) -- Televisi nasional Iran dilaporkan diretas, menayangkan rekaman yang menampilkan Benjamin Netanyahu menyerukan warga Iran untuk melakukan revolusi dan menggulingkan rezim, sebuah insiden yang memicu gelombang kecaman dan kekhawatiran baru tentang eskalasi perang informasi dan keamanan siber antara Iran dan 'Israel'.

Dolansir Ynet News (2/3/2026), siaran televisi Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) pada Ahad (1/3) malam tiba-tiba terganggu dan digantikan oleh pesan yang mengaku berasal dari agen 'Israel', menampilkan video Netanyahu yang berbicara langsung kepada rakyat Iran. Dalam rekaman itu, Netanyahu menyerukan perjuangan untuk kebebasan dan menuduh pemimpin Iran telah mengkhianati rakyatnya, serta mengajak rakyat untuk melakukan perubahan radikal demi masa depan yang lebih baik.

Insiden tersebut kemudian dikonfirmasi oleh beberapa pengguna media sosial dan pejabat yang menunjukkan bukti siaran singkat itu dalam klip yang diunggah di platform X (sebelumnya Twitter), menunjukkan teks berbahasa Persia di layar yang menyerukan pembangkangan terhadap otoritas Iran. Salah satu unggahan tersebut telah diverifikasi sebagai bagian dari gangguan siaran yang terjadi pada malam itu.

Gangguan terhadap stasiun televisi negara Iran itu memicu reaksi keras dari pemerintah Teheran, yang menyatakan bahwa tindakan tersebut adalah bentuk serangan siber dan propaganda yang jelas yang ditujukan untuk memecah belah masyarakat Iran dan mengguncang stabilitas nasional. Otoritas Iran berjanji akan melacak pihak yang bertanggung jawab dan mengambil tindakan tegas terhadap pelaku serta memperkuat sistem keamanan jaringan media nasional.

Serangan terhadap media penyiaran negara bukan fenomena baru dalam konflik geopolitik modern, terutama di era di mana perang informasi menjadi bagian dari persaingan antara negara. Negara-negara seperti Iran dan Israel telah saling menuduh melakukan operasi siber terhadap infrastruktur komunikasi satu sama lain, termasuk peretasan situs web pemerintah, serangan DDoS, dan gangguan siaran media.

Reaksi internasional terhadap insiden itu beragam. Beberapa sekutu Barat Iran menyerukan penyelidikan dan penegakan hukum atas serangan siber tersebut, sementara beberapa analis keamanan memperingatkan bahwa insiden semacam ini bisa memicu konflik yang lebih luas di ruang maya dan fisik jika tidak dikelola dengan hati-hati. (hanoum/arrahmah.id)