Memuat...

Jutaan Warga Yaman Turun ke Jalan Dukung Eskalasi Militer, Arab Saudi Bentuk Koalisi Maritim Laut Merah

Zarah Amala
Sabtu, 1 Agustus 2026 / 18 Safar 1448 10:30
Jutaan Warga Yaman Turun ke Jalan Dukung Eskalasi Militer, Arab Saudi Bentuk Koalisi Maritim Laut Merah
Jutaan warga Yaman turun ke jalan di seluruh negeri, mendukung kelanjutan operasi melawan Arab Saudi. (Foto: Cuplikan video)

SANA’A (Arrahmah.id) - Jutaan warga Yaman memadati ibu kota Sana’a dan berbagai alun-alun provinsi pada Jumat (31/7/2026) dalam unjuk rasa massal bertajuk "Blokade dibalas Blokade, Eskalasi dibalas Eskalasi". Aksi ini menegaskan kembali dukungan penuh publik terhadap kelanjutan operasi militer terhadap Arab Saudi serta solidaritas mendalam bagi perjuangan Palestina.

Berdasarkan pernyataan panitia penyelenggara, demonstrasi tersebut memberikan mandat publik baru kepada pemimpin Ansarallah, Sayyed Abdul-Malik al-Houtsi, untuk mengambil segala keputusan yang diperlukan guna mengakhiri blokade atas Yaman. Para peserta juga memuji strategi blokade maritim terhadap kapal-kapal yang melanggar larangan navigasi Yaman, serta mendukung respons angkatan bersenjata terhadap serangan udara Saudi.

Aksi massa yang sekaligus memperingati hari peringatan pembunuhan Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh, menegaskan kembali komitmen Yaman terhadap prinsip Kesatuan Medan dan solidaritas bagi Jalur Gaza. Selain itu, para demonstran turut mengecam serangan gabungan AS-Saudi di Irak yang dinilai sebagai bentuk agresi terhadap kedaulatan dan institusi keamanan Irak.

Demonstrasi besar-besaran ini bertepatan dengan pengumuman resmi Arab Saudi mengenai rencana pembentukan koalisi maritim multinasional guna mengamankan jalur pelayaran dan pasokan energi di Laut Merah.

Menurut Kementerian Pertahanan Saudi, Riyadh akan memimpin aliansi tersebut dan menjadi tuan rumah markas besarnya, menyusul pertemuan pendiri yang dihadiri perwakilan militer dari 43 negara dan Uni Eropa. Sebanyak 14 negara secara terbuka menyatakan dukungan terhadap inisiatif ini, termasuk Turki, Pakistan, Mesir, Sudan, and Djibouti, sementara Oman dan Uni Emirat Arab (UAE) tercatat absen dari daftar negara pendukung.

Aksi unjuk rasa ini berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan militer antara Yaman dan Saudi. Sebelumnya, juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree, mengumumkan keberhasilan pertahanan udara Yaman menembak jatuh drone pengintai Saudi jenis Karayel di Provinsi Saada, serta penargetan kapal tanker minyak Saudi NCC GHAZAL menggunakan rudal balistik setelah melanggar larangan navigasi maritim. (zarahamala/arrahmah.id)