TEHRAN (Arrahmah.id) – Televisi pemerintah Iran pada Ahad (1/3/2026) mengumumkan tewasnya sejumlah petinggi militer dalam serangan yang disebut sebagai agresi gabungan Amerika Serikat dan “Israel” yang menargetkan rapat Dewan Pertahanan Iran, Sabtu (28/2).
Para pejabat yang diumumkan gugur adalah Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Mayor Jenderal Abdolrahim Mousavi, Menteri Pertahanan Brigadir Jenderal Aziz Nasirzadeh, Panglima Garda Revolusi Mayor Jenderal Mohammad Pakpour, serta penasihat Pemimpin Tertinggi sekaligus Sekretaris Dewan Pertahanan Ali Shamkhani.
Kantor berita Iran “ISNA” juga melaporkan terbunuhnya Mohammad Baseri, salah satu pejabat senior Kementerian Intelijen Iran.
Televisi Iran menyebut keempat komandan militer tersebut gugur dalam serangan Amerika–“Israel” yang menghantam lokasi pertemuan Dewan Pertahanan pada Sabtu.
Sementara itu, Yayasan “Pelestarian dan Publikasi Nilai-Nilai Pertahanan Suci dan Perlawanan” Iran dalam pernyataan resminya menyampaikan duka cita atas gugurnya para pemimpin militer tersebut.
“Mereka termasuk di antara para syuhada yang memenuhi panggilan kebenaran saat rapat Dewan Pertahanan, dan telah menyusul rekan-rekan mereka yang lebih dahulu syahid,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Lembaga itu juga menegaskan bahwa rakyat Iran “akan tetap teguh di jalan Imam Khamenei dan menggagalkan seluruh konspirasi musuh-musuh yang penuh kebencian, serta membawa Iran melewati fase genting ini dengan kemenangan dan kekuatan.”
Pengumuman ini disampaikan hanya beberapa jam setelah televisi Iran dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengabarkan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam serangan yang sama.
Serangan yang dilancarkan Tel Aviv dan Washington terhadap Iran telah berlangsung sejak Sabtu pagi. Sebagai balasan, Teheran dilaporkan menggempur sejumlah wilayah di “Israel” serta menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika di kawasan Teluk.
Agresi tersebut terjadi meskipun sebelumnya telah digelar tiga putaran perundingan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat pada Februari lalu, dengan mediasi Oman. Perundingan berlangsung di ibu kota Oman, Muscat, serta di kota Geneva, Swiss.
(Samirmusa/arrahmah.id)
