Malang, Sonora.ID – Mahasiswa Fakultas Teknik (FT) Universitas Brawijaya (UB) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional melalui inovasi arsitektur bertajuk RUYU.
Karya tersebut berhasil membawa tim mahasiswa Program Studi Sarjana Arsitektur meraih Juara 1 dalam Sayembara Wakaf Desain Arsitektur Rumah Pasca Bencana Banjir Sumatera yang diselenggarakan oleh Yayasan Arsitektur Hijau Nusantara bersama Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Jawa Barat.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa gagasan arsitektur berbasis solusi sosial dan lingkungan terus berkembang di kalangan mahasiswa muda Indonesia.
Tim peraih penghargaan terdiri atas Zhafif Iltsar Hasanudin, Abdel A’la Musyahidan Al Ambari, dan Kafi Rizal Fawwaz.
Ketiganya menghadirkan konsep rumah adaptif bernama RUYU yang dirancang khusus untuk masyarakat di wilayah rawan banjir, terutama kawasan Sumatera yang kerap menghadapi bencana banjir musiman.
Melalui konsep tersebut, mereka tidak hanya menawarkan desain bangunan semata, tetapi juga menghadirkan pendekatan hunian yang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi lingkungan sekitar.
Filosofi utama yang diangkat adalah bagaimana manusia dapat hidup berdampingan dengan alam tanpa harus melawan karakter alami wilayah tempat tinggalnya.
“Bagi sebagian masyarakat, hujan bukan lagi menghadirkan ketenangan, melainkan rasa khawatir terhadap ancaman banjir yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari,” tulis tim dalam narasi konsep desain RUYU.
Berangkat dari kondisi tersebut, tim mahasiswa Arsitektur UB mencoba menghadirkan solusi yang tidak hanya fungsional, tetapi juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan dan keberlanjutan lingkungan.
Mereka mengadaptasi konsep rumah panggung khas Nusantara sebagai dasar rancangan bangunan.
Pada desain RUYU, area utama rumah ditempatkan di bagian atas bangunan agar tetap aman ketika debit air meningkat.