Konflik Timur Tengah dan Penutupan Selat Hormuz, 50 Tahun IPA Convex: Ujian Ketahanan Energi Nasional

3 Maret 2026 10:05 WIB
Ilustrasi Blok Migas
Ilustrasi Blok Migas ( Dok Ist)


Jakarta,Sonora.Id - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, dalam Perang Amerika Serikat dan Israel dengan Iran, secara khusus ancaman penutupan Selat Hormuz, telah mengirim gelombang kejut ke pasar energi dunia. Rute sempit tetapi sangat strategis ini menjadi kunci pengaliran sekitar 20% minyak mentah global setiap hari, sehingga ancaman gangguan berpotensi mengerek harga minyak ke level yang jauh lebih tinggi dan menambah tekanan pada negara-negara importir energi seperti Indonesia. 

Dalam dinamika inilah forum 50 tahun Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) menjadi sangat strategis. Bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga panggung penting untuk merumuskan arah kebijakan energi nasional di tengah gejolak global dan ketidakpastian industri minyak dan gas dunia.

Realitas Lifting Migas: Tantangan dan Target Ambisius

Data terbaru menunjukkan realisasi produksi atau lifting minyak Indonesia pada tahun 2025 mencapai sekitar 605,3 ribu barel per hari (MBOPD), sedikit melebihi target APBN sebesar 605.000 MBOPD. Lifting gas juga mencapai angka tinggi mendekati target, sekitar 951,8 MBOPD. 

Meski demikian, angka ini masih relatif jauh dari kebutuhan domestik Indonesia yang sering mencapai lebih dari 1,5 juta barel setara minyak per hari. Untuk itu, pemerintah dan regulator hulu migas menyiapkan target kuat pada 2026 dengan angka lifting minyak dipatok sekitar 610.000 barel per hari atau naik tipis dari tahun sebelumnya serta skenario peningkatan berjenjang menuju target produksi 1 juta barel per hari pada 2030. 

Baca Juga: SKK Migas–Polda Sumsel Perkuat Pengamanan Hulu Migas, Target Lifting Nasional Digenjot

Target satu juta barel per hari itu, yang sebelumnya pernah digulirkan untuk periode 2028–2029, mencerminkan ambisi Indonesia mengejar ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan impor. 

“Target peningkatan produksi itu bukan sekadar angka. Ini tentang kedaulatan energi Indonesia di tengah ketidakpastian global,” ujar Kepala SKK Migas saat membuka sesi diskusi panel IPA Convex.

Menurut Joko, tantangan utama bukan hanya geologi sumur migas yang mayoritas sudah matang, tetapi juga kebutuhan investasi besar serta kepastian aturan untuk memicu eksplorasi dan produksi baru.

Krisis Selat Hormuz: Risiko Geopolitik dan Harga Energi

Ketegangan di Timur Tengah yang terjadi dalam sepekan terakhir berujung pada  penutupan Selat Hormuz oleh pihak Iran telah memicu kekhawatiran pasar energi global. Gangguan rute ini bisa berimbas pada hampir 20% pasokan minyak dunia, mengakibatkan premi risiko yang signifikan pada harga minyak mentah. 

Sejak awal krisis, harga minyak Brent telah melonjak, diperdagangkan di atas US$80 per barel, dan analis bahkan menilai potensi kenaikan di atas US$100 per barel jika gangguan pasokan berlarut. 

Sementara itu alam sesi diskusi panel, salah satu direktur KKKS besar yang beroperasi di Indonesia menyatakan “Krisis Selat Hormuz menggarisbawahi betapa rapuhnya pasar energi global terhadap risiko geopolitik. Di saat yang sama, ini membuka peluang bagi produsen di luar kawasan untuk meningkatkan perannya, termasuk Indonesia jika kita mampu menawarkan iklim investasi yang stabil.”

Baca Juga: Inovasi Dual Completion, Pertamina EP Tingkatkan Kinerja Sumur Migas

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
92.0 fm
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
102.6 fm
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
97.4 fm
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
101.1 fm
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
96.7 fm
LIVE
Sonora

News, Traffic and Music
LIVE
MotionFM

Radio Musik Online Anak Muda Terkini
102.1 fm
LIVE
SmartFM

Radio Musik Online Anak Muda Terkini
95.9 fm
LIVE
SmartFM

Radio Musik Online Anak Muda Terkini
97.8 fm
LIVE
SmartFM

Radio Musik Online Anak Muda Terkini
101.2 fm