JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjawab sejumlah kritik yang disampaikan oleh Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) 2014 Dino Patti Djalal terkait kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pernyataan resminya melalui posting di Instagram resmi Sekretariat Kabinet RI, @sekretariat.kabinet, Senin (1/6/2026), Seskab Teddy menepis tudingan pemborosan anggaran negara dalam kunjungan presiden ke luar negeri.
Teddy menegaskan, di era Prabowo, jumlah rombongan delegasi telah dipangkas besar-besaran.
"Jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh dari periode sebelumnya," kata Teddy dalam unggahan tersebut.
Ia menjelaskan, jika sebelumnya rombongan presiden dalam sekali kunjungan ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, pada masa Presiden Prabowo hanya berjumlah 50-60 orang saja.
Baca Juga: Pulang Kunker! Presiden Prabowo Bawa Kesepakatan Komersial USD 3,5 Miliar dari Prancis
Selain itu, kata dia, kelebihan biaya logistik di luar anggaran negara sepenuhnya ditanggung oleh dana pribadi presiden.
Seskab Teddy memastikan setiap kelebihan biaya di luar pagu negara tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan menggunakan dana pribadi kepala negara.
"Segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ucapnya.
Teddy juga menepis kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri hanya "gagah-gagahan".
Ia mengatakan ada berbagai hasil yang telah diperoleh dari kunjungan Presiden Prabowo ke luar negeri dalam 1,5 tahun terakhir.
Baca Juga: Budi Pramono Bicara Kunker Prabowo ke Luar Negeri, Connie Kritik Tajam: Kan Punya Menlu | BOLA LIAR
Teddy menyebut Indonesia masuk BRICS yang bermanfaat untuk situasi dalam negeri di tengah gejolak global saat ini, termasuk dampaknya pada stok bahan bakar minyak (BBM) aman, harga BBM subsidi tidak naik, dan stok pangan juga aman.
Ia menambahkan hasil lainnya yakni tarif 0 persen di Uni Eropa yang perjanjiannya tercapai di zaman Presiden Prabowo pada 2025 lalu.
Teddy juga menyebut total investasi yang masuk Indonesia dalam 1,5 tahun terakhir sekitar Rp2.430 triliun berdasar data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
Ia menambahkan, usai kunjungan Presiden Prabowo ke Jepang dan Korea, ada investasi masuk sekitar Rp575 triliun.
Teddy mengatakan hasil kunjungan ke luar negeri presiden lainnya dari segi pertahanan adalah Indonesia sat ini punya alat pertahanan yang kuat dari berbagai negara: Prancis, Amerika, Inggris, Eropa.
Ia mengatakan penyelenggaraan ibadah haji 2025 dan 2026 juga lancar.
Sumber : Kompas TV
Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.