Kompas TV kolom catatan kompas tv

Obat Kuat untuk Rupiah

Kompas.tv - 24 Mei 2026, 20:44 WIB
obat-kuat-untuk-rupiah
Petugas perbankan menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS. (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/Spt/aa)

Oleh: Martian Damanik, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih terus mengalami pelemahan. Rupiah diperdagangkan sekitar 17.600 per 1 dolar Amerika. Pelemahan  juga terjadi di bursa efek, nilai Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG merosot hingga ke angka 6.162 pada penutupan Jumat lalu.

Pelemahan rupiah membuat kenaikan harga bahan makanan mulai dari telur, beras, minyak goreng, daging hingga menipisnya ukuran tahu dan tempe. Artikel Kompas.id tanggal 22 Mei 2026 menyebut lesunya nilai tukar rupiah sampai ke meja makan keluarga. Meja makan keluarga yang terdampak pelemahan rupiah tentu saja tidak hanya di kota tetapi hingga ke meja makan warga desa.

Bukan cuma urusan perut, menguatnya dolar berdampak kepada naiknya harga elektronik seperti AC atau laptop, suku cadang otomotif di bengkel, hingga tiket pesawat. Selain kebutuhan pokok, pelemahan rupiah juga berdampak hingga kebutuhan sekunder masyarakat. 

Masyarakat berada dalam tekanan ekonomi akibat pelemahan rupiah. Pemerintah tidak tinggal diam, salah satu upaya yang disiapkan untuk menguatkan rupiah adalah menerapkan kebijakan devisa hasil ekspor sumber daya alam (DHE-SDA).

Baca Juga: Menkeu Purbaya Yakin Krisis Ekonomi Tidak Terulang Lagi: Fundamental Kita Amat Baik

Mulai 1 juni 2026, pemerintah melalui Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) menjadi satu-satunya pengekspor untuk komoditas kelapa sawit, batu bara dan paduan besi. Melalui Perpres tentang Tata Kelola Ekspor Sumber Daya Alam, pemerintah juga akan memberantas praktik kecurangan eskpor sumber daya alam. 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis penerapan DHE-SDA bisa mendorong nilai tukar rupiah hingga 15 ribu per dolar Amerika Serikat. 

Seorang penjual sayur dan rempah menunggu pelanggan di kiosnya di pasar tradisional di Tangerang, Banten, Selasa, 29 Maret 2022. (Sumber: AP Photo/Tatan Syuflana)

Kita berharap kebijakan DHE-SDA mampu menguatkan kembali nilai tukar rupiah sekaligus mengerek IHSG. Karena itu, kebijakan ini harus didukung aturan main dan perangkat hukum yang jelas. Jangan sampai hanya menguntungkan orang orang tertentu, kroni atau oligarki kekuasaan di pusat dan daerah.

Kebijakan DHE-SDA jadi penunjuk arah dalam urusan ekspor, jangan jadi sumber kebingungan dan ketidakpastian bagi pelaku pasar. Pengusaha mengingatkan agar badan pengelola ekspor sumber daya alam ditangani secara profesional agar dapat meningkatkan posisi tawar Indonesia di depan investor. 

Baca Juga: Purbaya Bahas Krisis Ekonomi dengan Eks Gubernur BI: Kita Pelajari Masukan dari Mereka

Tidak ada yang salah dengan penunjukan warga negara Australia sebagai kepala yang membawahi Danantara DSI sepanjang mampu memulihkan kepercayaan pasar dan paling penting berani menghadapi tekanan politik serta campur tangan segelintir orang yang mau meraup keuntungan.

Bagaimana pun, salah satu faktor penentu nilai tukar rupiah dan membawa kembali investor ke Bursa Efek Indonesia adalah soal kepercayaan. Setiap kebijakan yang tidak efisien, tidak transparan, tanpa aturan jelas dan tanpa kepastian hukum, pasti akan dihukum oleh pelaku pasar, dengan menarik uangnya dari Indonesia.

Memang benar tak perlu takut bila nilai rupiah lemah sementara dolar semakin menguat. Tapi kalau sudah berdampak hingga ke meja makan keluarga? Atau bagaimana bila 1 dolar terus naik di atas Rp17.700 melampaui batas kemampauan kita? Sebaiknya harus dicari cara seampuh-ampuhnya, agar rakyat tidak jadi korban.




Sumber : Kompas TV




KOMPASTV SHORTS


Lihat Semua

BERITA LAINNYA




FOLLOW US




Gabung ke Channel WhatsApp KompasTV untuk update berita terbaru dan terpercaya.


VIDEO TERPOPULER

Close Ads x